TRAUMA LET ME TOUCH YOU

TRAUMA LET ME TOUCH YOU
#73



Keesokan harinya, Isaac dan Heidi datang kembali ke mansion Willow. Karena sudah siang, Heidi menawarkan dirinya untuk menjemput Daxon ke sekolah.


"Aku akan menjemput Daxon dan mengajaknya bermain di playground. Tak masalah kan, Sayang?" tanya Heidi pada Willow.


"Ya, Aunty, itu tak masalah. Tapi aku takut Daxon merepotkan aunty," ucap Willow.


"Tidak, Sayang. Aunty sangat suka bermain dengan Daxon. Dia anak yang manis dan sangat pintar," jawab Heidi.


"Baiklah, Aunty," ucap Willow tersenyum.


Lalu Heidi pun pergi keluar dari mansion Willow. Kemudian dia mengajak Isaac duduk di bangku taman yang suasananya teduh dan menyejukkan dengan pemandangan hutan kecil di seberangnya.


"Ada yang ingin daddy bicarakan," ucap Isaac.


Willow menoleh ke arah daddynya dan isaac tampak menggenggam tangan Willow.


"Apa yang ingin daddy bicarakan?" tanya Willow.


"Kau tahu kan, bahwa daddy sangat mencintaimu melebihi apapun di dunia ini?"


Willow mengangguk dan tersenyum.


"Hmm, aku juga sangat mencintai daddy," jawab Willow dan mencium kedua pipi Isaac.


Isaac tersenyum dan mencium tangan Willow yang ada di dalam genggamannya.


"Kau pasti pernah mendengar selentingan bahwa kau bukanlah putri kandung daddy," ucap Isaac dengan wajah sendu.


Willow kemudian menangkup wajah Isaac dan mengusap lembut pipinya.


"Aku tak peduli dengan hal itu. Aku tetap menyayangi daddy apapun kenyataannya," jawab Willow.


"Terima kasih, Sayang. Tapi daddy ingin kau tetap tahu kebenaran ini," ucap Isaac.


Willow terdiam dan memandang wajah tua sang ayah.


"Kau adalah anak kandung dari adik perempuan daddy satu-satunya," kata Isaac memulai ceritanya.


"Adikku mengandungmu tanpa suami yang mendampinginya. Pacarnya mengkhianatinya dengan pergi ke negara lain. Dan dia terlalu berat menanggungnya sendirian hingga memberikanmu pada daddy begitu kau dilahirkan," lanjut Isaac.


"Jangan membencimu ibumu, Sayang. Daddy sangat menyayanginya meskipun dulu hubungan kami tidaklah baik."


"Ini semua salah daddy karena kurang memperhatikannya. Daddy terlalu sibuk dengan perusahaan daddy," lanjut Isaac dengan wajah sedih karena mengingat sang adik tersayangnya itu.


"Kini di mana ibuku, Dad?" tanya Willow dengan tenang sembari mengusap tangan isaac dengan lembut.


"Dia sudah meninggal dalam perjalanan ke bandara ketika akan pergi ke negara ayahmu," jawab Isaac.


"Daddy akan mengatakan di mana ayah kandungmu jika kau ingin menemuinya," lanjut Isaac.


Willow menggeleng dan tersenyum lalu memeluk Isaac.


"Daddy adalah ayah kandungku. Bukankah kita sedarah?" ucap Willow dengan tenang.


"Thank you, Honey." Isaac memeluk sang putri kesayangannya.


"Aku tak peduli dengan apapun kebenarannya. Bagiku, daddy adalah satu-satunya ayah bagiku. Hanya kau yang mencintaiku tanpa syarat selain Dillon, Dad," kata Willow.


Isaac tak menyangka Willow akan setenang ini ketika mengetahui kebanarannya. Tadinya Isaac ragu untuk mengatakan hal ini pada Willow mengingat Willow sedang hamil.


Tetapi Heidi terus meyakinkannya bahwa hal ini tak boleh ditutupi selamanya. Karena menurut Heidi, lebih baik Willow mengetahui hal ini dari Isaac sendiri daripada dari orang lain.


Dan Heidi cukup mengenal Willow. Willow sudah sangat dewasa untuk menerima hal ini dan pasti bisa mengendalikan emosinya ketika mendengar tentang asal usul dirinya.


Isaac melepaskan pelukannya dan menangkup wajah cantik Willow.


"Daddy berharap kau akan selalu bahagia, Sayang. Maafkan kesalahan-kesalahan daddy dulu. Kau terlalu banyak menderita karena daddy. Dan daddy hampir saja mengulangi hal yang sama dengan yang pernah daddy lakukan pada ibumu," ucap Isaac.


"I love you, Dad. Whatever you are," lirih Willow tersenyum.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA..❤❤❤