TRAUMA LET ME TOUCH YOU

TRAUMA LET ME TOUCH YOU
#40



Dillon menyelesaikan meetingnya hingga menjelang malam. Relasinya kali ini berasal dari luar negeri jadi dia terpaksa menyelesaikan semua urusannya hari ini.


Setelah meeting, Dillon langsung menuju ruangannya dengan meninggalkan semua dokumennya di ruangan meeting yang akan diurus oleh para asistennya.


Ketika masuk ruangannya, Dillon tak melihat Willow disana. Jadi dia langsung menuju kamar pribadinya untuk mencari Willow.


Tetapi hasilnya pun zonk. Willow tak ada di sana. Lalu Dillon menelepon Willow dan tak lama Willow mengangkat teleponnya.


"Kau di mana, Honey?" tanya Dillon sembari melonggarkan dasinya. Tadi Dillon sempat mengganti bajunya dengan baju formal setelan jas.


'Aku sudah di mansion. Maaf tak mengabarimu. Aku baru saja dari butik dan langsung pulang ke penthouse,' jawab Willow.


"Baiklah, kau sudah makan malam?" tanya Dillon.


'Belum, aku menunggumu pulang. Aku sudah menyiapkan makan malam untukmu,' jawab Willow.


"Oke, Honey. Aku akan pulang sebentar lagi," ucap Dillon.


'Hmm ... Aku menunggumu ... I love you,' kata Willow.


"I love you too, Baby," jawab Dillon dan kemudian menutup ponselnya.


Lalu Dillon pun segera pulang karena dia tak sabar untuk bertemu Willow karena ingin melanjutkan sesuatu yang tertunda tadi.😁


Setibanya di penthouse, Dillon langsung masuk dan dia melihat kedua orang tuanya yang sudah berada disana.


"Mom ... Dad ... Kalian tak bilang akan kemari?" tanya Dillon yang sedikit terkejut melihat Rey dan Galy sudah ada di penthousenya.


"Kami merindukan kalian, Dillon. Dan Thea ada di Los Angeles sejak kemarin. Dia masih berada di rumah temannya, jadi kami memutuskan untuk pulang dari Swedia," jawab Galy tersenyum.


Dillon menghampiri Galy dan Rey lalu mencium kedua pipi mereka.


"Halo, Sayang ... Kau sudah pulang?" tanya Willow yang datang dari arah dapur.


Dillon menghampiiri Willow dan mengecup bibirnya. Meskipun hanya kecupan ringan, tetapi hal itu membuat sldarah Willow berdesir.


"Hmm ... Kita akan makan malam bersama sebentar lagi," ucap Willow.


Dillon tersenyum dan kembali mengecup bibir Willow lalu masuk ke kamarnya. Galy senang melihat hal itu. Karena Willow tampaknya sudah menerima Dillon sepenuhnya.


Tak berapa lama, Thea dan Phoenix datang.


"Phoenix? Kau ke sini juga? Bukankah kau masih sibuk kuliah?" tanya Rey pada anak bungsunya itu.


"No, Dad. Aku tak terlalu banyak kegiatan di universitas, jadi aku memutuskan untuk pulang karena kak Thea akan ikut aku ke Inggris," jawab Phoenix.


"Kau akan ke Inggris, Thea? Sekarang kau akan melakukan apa?" tanya Galy.


"Aku butuh inspirasi untuk materi menulisku, Mom. Atau aku mungkin akan mencari pria hot disana," jawab Thea santai.


Thea adalah perpaduan Rey dan Galy. Tak punya rasa takut, lumayan playgirl, dan suka mencoba hal hal baru.


Rey tak pernah mengekang semua anak anaknya termasuk Thea yang menjadi satu satunya putri di dalam keluarganya. Rey sudah membekali semua anak anaknya untuk bisa melindungi dirinya sendiri. Meskipun begitu, dia tetap mengawasi semua anak anaknya dari jauh.


"Berhentilah bermain main Thea. Petualanganmu sudah terlalu panjang. Kau sudah puas keliling dunia sejak usiamu remaja. Apakah itu masih kurang?" ucap Galy yang membantu Willow menyiapkan makan malam.


"Belum, Mom," jawab Thea yang sudah duduk di ruang makan dan mulai mengambil makanan yang disediakan karena dia sudah sangat lapar.


"Aku makan terlebih dulu, Will. Aku benar benar lapar," ucap Thea pada Willow.


"Ya, makanlah yang banyak," jawab Willow tersenyum.


Lalu Dillon pun keluar dari kamarnya dan mereka makan malam bersama.


Dillon berharap semua keluarganya ini akan pulang setelah makan malam karena dia ingin menikmati malam panjang ini bersama Willow di ranjang mereka.😁


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA..❤❤❤