TRAUMA LET ME TOUCH YOU

TRAUMA LET ME TOUCH YOU
#62



"Ooooh, Honey. I miss you so much," ucap Dillon lirih dan menciumi leher Willow.


Willow membuka kancing kemeja Dillon dan begitu sebaliknya. Mereka melakukannya dengan cepat dan Dillon menarik tangan Willow hingga naik ke ranjang.


Willow merebahkan dirinya di ranjang dan Dillon melanjutkan membuka rok dan pakaian dalam Willow.


Willow tertawa pelan melihat Dillon yang benar-benar tak sabar segera bercinta dengannya.


Setelah membuka semua pakaian Willow, Dillon membuka celananya sendiri dengan cepat dan segera menaiki tubuh Willow yang sudah tak memakai apapun.


"Aaahhh, aku merindukan sentuhan kulit hangatmu," ucap Dillon mencium bahu Willow dan menggigitnya dengan gigitan kecil.


Willow kemudian menangkup wajah Dillon dan menatap mata coklat gelapnya.


"Kau begitu mencintaiku ya?" tanya Willow tersenyum.


"Kau wanita sempurna yang pernah kutemui," lirih Dillon dengan tangan yang sudah berada di area sensitiff Willow.


Willow mendesah pelan dengan mata hijaunya yang masih bertatapan dengan mata Dillon.


"Aaahh ..." desah Willow lagi dan Dillon mencium bibir Willow yang terbuka karena desahann itu.


Dillon masih memainkan jari-jemarinya di sana dan membuat Willow mendapatkan kepuasan tertinggi di kegiatan ranjang ini.


Paha Willow menghimpit tangan Dillon yang masih bermain di pangkal pahanya.


"Ooowwhh, Honey," desah Willow dan mendongakkan wajahnya ke atas karena merasakan gairahnya yang ada di puncak.


Dillon mencium dada Willow yang tampaknya sedikit berisi dan melumattnya dengan lahap. Dillon melakukan pemanasan yang cukup lama hingga Willow mendapatkan puncaknya beberapa kali karena service yang diberikan Dillon padanya.


Lalu Dillon memasukkan miliknya pada Willow, kemudian mengubah posisinya di bawah Willow. Dan Willow duduk di atasnya.


"Anggap aku kudamu," kata Dillon.


Willow tertawa pelan dan mulai bergerak perlahan di atas tubuh Dillon. Dillon memegang erat pinggulnya.


"Dadamu semakin berisi, Honey," ucap Dillon.


"Itu karena kau lama tak melihatnya," jawab Willow dengan suara ngos-ngosan karena tubuhnya masih bergerak di atas tubuh Dillon.


Dillon kemudian menepuk bokong Willow agar Willow bergerak sedikit cepat dan liar.


Willow bergerak liar sembari mendesah bersahutan bersama Dillon. Gerakan mereka seirama dan mereka sangat menikmati permainan kali ini karena rindu yang sama sama memuncak.


"Apa kau bertemu wanita cantik di sana?" tanya Willow yang masih bergerak.


Dillon tertawa pelan dan beranjak duduk dengan Willow yang masih ada di pangkuannya. Dia menciumi kembali dada Willow kemudian menatap mata Willow.


"Tak ada yang mengalahkan kecantikanmu," lirih Dillon mengecup bibir Willow.


Willow sedikit memelankan gerakannya dan menatap mata Dillon yang menatapnya penuh cinta.


"Kau memiliki warna mata hijau yang sangat indah, bibir yang sexy, rambut ikal yang indah, dan tubuh yang benar-benar sempurna di mataku. Kau sempurna di mataku. Aku mencintaimu apa adanya dirimu dan kebetulan kau adalah wanita yang terlalu cantik untuk diabaikan, Honey," lirih Dillon.


Dillon mengubah posisi tubuhnya lagi di atas Willow. Willow tersenyum cantik dan Dillon selalu terpana dengan senyum Willow itu.


"See ... Kau memiliki senyum terindah, Baby. Kubilang sekali lagi, tak ada yang bisa mengalahkanmu di mataku," ucap Dillon.


Willow mengusap bibir Dillon dan kemudian menciumnya perlahan.


"Thank you. Aku tak akan bosan-bosan mengatakan hal ini padamu. Aku adalah wanita yang sangat beruntung dicintai olehmu," ucap Willow pelan sembari mengusap pelan pipi Dillon.


Dillon mencium telapak tangan Willow dan menautkannya dengan tangannya. Setelah cukup lama bergulat di ranjang sesuai keinginan Willow, akhirnya mereka pun mengakhiri permainan liar ini.




JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA...❤❤❤