TRAUMA LET ME TOUCH YOU

TRAUMA LET ME TOUCH YOU
#50



Dillon berjalan keluar mansion menuju taman belakang. Dia menghampiri Willow yang masih menunggang kuda. Hari masih sangat terang meskipun sudah menjelang sore.


Willow yang melihat Dillon mendekat langsung menghentikan kudanya dan berhenti di hadapan Dillon.


"Kau senang?" tanya Dillon.


"Hmm," jawab Willow tersenyum.


"Baiklah, kita akan ke dalam hutan kecil itu," Dillon menunjuk ke arah hutan pribadi milik keluarga Robert itu.


Lalu Dillon memberi tanda pada pegawainya untuk membawakan satu kuda lagi untuknya. Tak lama kemudian, Dillon pun menaiki kudanya dan mereka masuk bersama menuju hutan pribadi milik keluarga Robert.


Willow semakin melajukan kudanya dengan lumayan cepat dan ini membuat Dillon mengejarnya.


"Honey ... Kau terlalu cepat," teriak Dillon di sebelah Willow.


Willow justru tertawa dan semakin menikmati hal ini.


"Dulu aku hampir saja menjadi atlit berkuda, Sayang. Aku cukup mahir dengan hal ini," jawab Willow dengan berteriak.


"Oh God ... Kau keras kepala sekali," ucap Dillon yang masih ada di belakang Willow.


Dillon akhirnya membiarkan WIllow bergerak semaunya karena Willow tampak mahir menunggangi kuda.


Kini mereka tiba di sebuah aliran sungai yang lumayan indah. Willow menghentikan kudanya dan turun.


Dillon pun turun mengikutinya.


"Ini indah sekali. Bisakah kau membuat rumah kecil di sekitar sini, Sayang? Pasti anak anak kita akan senang jika camping disini," ucap Willow dengan tangan mengayun ke arah air sungai yang bersih.


Dillon tersenyum mendengar ucapan Willow dan dia bahkan membayangkan moment bahagia itu ke depannya.


Dillon duduk di batu besar yang ada di tepi sungai sambil memandangi Willow yang membuka alas kakinya dan masuk ke dalam sungai yang dangkal itu.


"Kau akan kedinginan, Honey," ucap Dillon.


"Tapi ini terlalu indah untuk di lewatkan," balas Willow yang kakinya bermain main air.


"Kita masih lama berada di sini. Kau bisa sepuasnya ke sini," kata Dillon.


"Apakah di sana agak dalam?' tanya Willow yang menunjuk ke arah tengah sungai.


"Tidak ... hanya sebatas pinggang dan dadamu saja," jawab Dillon sambil menopang dagunya.


Lalu dia melihat Willow kembali ke tepi sungai dan membuka bajunya satu persatu.


"Apa yang kau lakukan, Honey? Kau akan kedinginan," ucap Dillon.


"Kau memancingku, Sayang," kata Dillon lagi yang mulai beranjak dari duduknya.


Willow tertawa pelan lalu menuju ke arah tengah sungai dan berenang di sungai yang cukup dangkal itu.


Dillon yang melihat hal itu tentu saja tak bisa tinggal diam. Dia juga membuka bajunya dan menyusul Willow ke tengah sungai.


Willow tertawa melihat Dillon yang menyusulnya. Dillon menahan udara dan air yang dingin itu demi Willow.


"Kemarilah, peluk aku. Aku kedinginan," ucap Dillon pada Willow yang masih asyik berenang.


Lalu Willow pun menghampiri Dillon dan memeluknya.


"Aaahhh ... Kau hangat sekali," ucap Dillon.


Willow melingkarkan tangannya di leher Dillon dan memeluk erat Dillon. Tangan Dillon mulai merayap ke punggung Willow dan membuka pengait bra Willow.


"What are you doing?" tanya Willow melihat wajah Dillon yang hanya tersenyum miring.


"Aku hanya ingin kehangatan yang sempurna jadi aku harus membukanya agar tubuh kita benar benar menempel," kata Dillon yang kemudian mencium bibir Willow.


Setelah berhasil melepas bra Willow, Dillon mengangkat tubuh Willow ke atas batu dan mulai menciumi dada Willow yang tampak segar karena terkena air sungai yang dingin.


"Aaaahhh, Sayang. Bagaimana jika ada yang melihat kita?" tanya Willow dengan menahan desahannya.


"Ini hutan pribadi keluargaku. Jadi orang asing tak akan bisa masuk sembarangan," ucap Dillon yang kembali menciumi puncak dada Willow dan itu membuat gairah Willow terpancing.


"No ... Aku tak bisa melakukannya di sini," ucap Willow menahan kepala Dillon agar menghentikan ciumannya.


"Kau terlambat mengatakannya, Baby. Kau yang memancingku," jawab Dillon dan menyusuri leher jenjang Willow.


"Aaahhh ..." desah Willow ketika tangan Dillon mulai bermain di area sensitifnya.


"No ... No... No ... Dillon, please stop it," ucap Willow pelan tetapi tak bisa mencegah hal ini karena dia juga menginginkannya.


"Hanya sebentar saja," bisik Dillon yang mulai membuka celananya dan celana Willlow.


Dillon memasukkannya dan mulai bergerak cepat karena mereka melakukannya di tempat terbuka.


"Ini gila, kau tahu itu?" kata WIllow tertawa pelan dengan tangan memegang erat bahu Dillon. Tak lama kemudian, Dillon pun menyelesaikan hasratnya dan mencium kembali bibir Willow.


"Kau bisa saja membuat bokongku lecet karena batu ini, Honey," ucap Willow memukul bahu Dillon.


Dillon tertawa dan membawa Willow kembali berenang di tengah sungai yang jernih ini. Mereka bermain di sungai sampai hampir gelap. Hingga akhirnya tiba di mansion pas jam makan malam.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA...❤❤❤