
Keesokan paginya, Willow kembali lagi ke rumah sakit. Disana masih ada Galy dan Rey serta Damon yang menjaga Dillon. Dillon tampak masih tertidur.
"Selamat pagi, Aunty, Uncle," sapa Willow.
"Sayang, kau sudah datang? Ini masih sangat pagi. Apakah kau sudah makan?" tanya Galy berdiri dari sofa lalu menghampiri Willow.
"Aku sudah makan, Aunty bisa pulang sekarang. Aku akan menjaga Dillon," jawab Willow.
"Ya sayang. Apakah kau tak keberatan dengan pernikahan ini, sayang? Aunty ingin memastikan hal ini sebelum kalian melangkah lebih jauh. Aunty tak ingin kau tak bahagia dengan hal ini," kata Galy mengajak Willow duduk.
Damon dan Rey tampak melihat juga ke arah Willow.
"Jujur, sebenarnya aku sama sekali tak berniat untuk menikah seumur hidupku. Mungkin aku tak akan bermasalah jikapun nanti Dillon akan bosan padaku dan menceraikanku. SUngguh, aku tak bisa memberinya apapun. Aku bahkan takut jika Dillon yang akan kecewa padaku," jawab Willow pelan.
"Dillon tak akan menceraikanmu hanya karena masalah itu. Kini yang jadi pertanyaan adalah dirimu, sayang. Apakah kau sama sekali tak menyukainya? Aku sangat mengenal anakku. Dia menyukaimu dalam waktu yang singkat meskipun kalian belum mengenal terlalu dekat. Aunty harap kau memberinya kesempatan untuk memasuki hidupmu," ucap Galy sembari mengusap punggung tangan Willow.
Willow menatap mata Galy yang memiliki warna mata yang sama dengannya.
"Aku ... Aku tak tahu yang akan terjadi nanti. Aku .." kata Willow dengan kata kata yang mengambang.
"Percayalah ... Kau akan bahagia bersama Dillon. DIa anak yang sangat manis," ucap Galy seperti sedang mempromosikan sang anak.
"Mom ... Dia tak semanis itu," sela Damon.
Dan Rey tertawa mendengar hal itu.
"Aku adalah anak mommy yang paling manis, Dam," kata Dillon yang tiba tiba bersuara dibelakangnya.
Willow lalu melihat ke arah Dillon yang sudah terbangun.
"Baiklah, kami pulang dulu kalau begitu. Apa kau yakin akan menjaga Dillon sendirian, sayang?" tanya Galy.
"Aku akan kembali lagi kesini lagi nanti, Mom. Aku akan kembali ke mansion sebentar menemui Velvet dulu," ucap Damon.
Lalu mereka pun pergi keluar dari rumah sakit. Willow menuju kursi di dekat ranjang Dillon.
"Apakah sakit? Apa kau menahan rasa sakitmu?" tanya Willow yang pertama kalinya di dengar oleh Dillon.
Dan Dillon cukup senang karena Willow sudah bersikap sedikit santai padanya.
"Melihatmu disini menghilangkan rasa sakit di tubuhku," kata Dillon menggombal seperti biasanya.
Willow menatap mata Dillon.
"Aku bertanya serius. Bisakah kau tak bercanda?" kata Willow dengan suara lembutnya seperti biasa.
"Aku serius dan aku tak pernah bercanda," jawab Dillon tersenyum.
"Badanmu bahkan tak bisa bergerak dan kau bilang tak merasakan sakit?" kata Willow.
"2 minggu lagi aku akan bisa bergerak setelah operasi kedua. Dan saat itu lah kita menikah. Jangan mengingkari janjimu, calon istriku," ucap Dillon.
Willow menundukkan wajahnya ketika mendengar ucapan Dillon itu.
"Mengapa kau menyukaiku? Aku bukan wanita yang sempurna. Jangan melihatku dari luar saja dan jangan berekspektasi terlalu tinggi padaku. Aku wanita aneh, Dillon. Kau akan kecewa nantinya karena menikahiku," ucap Willow sendu.
Dillon melihat ke arah Willow dan wajah sendunya membuat Dillon sedih.
"Siapa bilang aku menyukaimu? Aku tidak menyukaimu," jawab Dillon.
Willow melihat Dillon karena ucapannya itu.
"Aku mencintaimu ..." ucap Dillon dengan senyumannya.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA...