
Dillon belum melepaskan pelukannya pada tubuh Willow. Dan sepertinya Willow pun enggan melepaskan pelukan Dillon.
"Aku berani menyentuhmu baru sebatas ini. Apakah kau tak keberatan?" tanya Willow.
Dan Dillon tahu maksud dari perkataan Willow itu. Willow belum siap untuk sentuhan yang lebih jauh lagi yaitu hubungan ranjang.
"Hmm ... Aku sangat mengerti hal itu. Aku mengikuti apapun yang membuatnya nyaman," jawab Dillon yang masih mengusap punggung Willow.
Lalu Willow akhirnya melepaskan pelukannya dan mendongakkan kepalanya ke atas menatap wajah Dillon.
Dillon benar benar berusaha kuat untuk tak mencium bibir merah Willow yang tampak sangat menggoda di depannya.
"Mandilah ... Bukankah kau sangat lelah dan ingin beristirahat?" ucap Willow.
"Hmm ..." jawab Dillon sembari mengusap lembut pipi Willow.
Kini dia bisa menyentuh Willow dan itu sudah sangat cukup membuatnya bahagia. Dia sadar bahwa cintanya pada Willow semakin lama semakin besar. Dan dia ingin Willow merasakan kebahagiaan bersamanya.
Lalu Willow menuju ke ranjangnya, sedangkan Dillon masuk ke kamar mandi. Willow tampak menyingkirkan bantal pembatas yang ada di tengah ranjang.
Dia merasa tak memerlukan hal itu lagi dan dia ingin tidur dengan memeluk tubuh Dillon. Itu akan membuatnya lebih nyaman dan terlindungi.
Setengah jam kemudian, Dillon keluar dari kamar mandi dan melihat Willow sudah tertidur nyenyak. Dia melihat bantal pembatas tidru mereka sudah tak ada lagi di bagian tengah ranjang.
"Oh my God ... Ternyata ujianku belum berakhir. Bagaimana jika dia memelukku waktu tidur dan aku tak bisa menahan hasratku?" bisik Dillon pada dirinya sendiri melihat Willow sudah tidur di tengah ranjang.😁
Dillon tak memiliki pilihan lain selain harus menghadapi ujian terberatnya malam ini dan di malam malam selanjutnya.
Dillon naik ke atas ranjang. Karena gerakan itu, membuat Willow membuka matanya dan melihat Dillon yang sudah ada di sebelahnya.
'Oh God ... Semoga saja aku kuat malam ini,' batin Dillon.
Dillon menyadari bahwa Willow tak memakai bra dibalik piyama sutranya karena dada Willow menempel di dada samping Dillon.
Wangi rambut Willow menyeruak ke dalam hidung Dillon.
'Bisa bisa aku tak tidur malam ini,' pikir Dillon lagi dan berusaha memejamkan matanya.
Hampir satu jam berlalu Dillon membuka matanya dengan memeluk Willow dan mengusap usap punggungnya hingga akhirnya Dillon pun tertidur.
Keeseokan paginya, Willow terbangun lebih pagi seperti biasanya. Dia melihat tangan Dillon memeluk tubuhnya dari belakang dan melingkar diperutnya.
Willow tersenyum dan mengusap punggung tangan Dillon yang ada di atas perutnya. Dia bahagia karena akhirnya, traumanya bisa diatasinya bersama Dillon. Meskipun dia belum tahu apakah dia juga sudah tak trauma jika memegang pria selain Dillon dan ayahnya.
Tapi itu tak penting baginya. Yang penting bagi dirinya saat ini adalah dia dan Dillon sudah bisa bersentuhan dan itu membuat rasa cinta Willow pada Dillon semakin nyata.
Willow dengan sangat perlahan membalikkan tubuhnya hingga dia berhadapan dengan Dillon. Dia melihat wajah Dillon yang tertidur.
Willow mengangkat tangannya dan meraba wajah Dillon yang nyenyak tertidur. Hingga akhirnya dia meraba bibir Dillon.
Dulu dia selalu melihat teman temannya melakukan ciuman dengan kekasih mereka. Dan kini, dia juga ingin merasakan hal itu.
Willow mendekatkan wajahnya pada wajah Dillon dan dengan perlahan menyentuhkan bibirnya pada bibir Dillon.
TBC..😆😆
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA...❤❤❤