TRAUMA LET ME TOUCH YOU

TRAUMA LET ME TOUCH YOU
#30



Willow kembali ke penthousenya, setelah makan malam bersama Edna. Dia menelepon Dillon untuk menanyakan apakah Dillon sudah ada di penthouse atau belum.


Tetapi Dillon sama sekali tak mengangkat teleponnya. Willow berpikir mungkin Dillon sedang sibuk. Tetapi ini adalah hari pertamanya dia pergi ke perusahaan, jadi bukankah seharusnya Dillon tak langsung memforsir tubuhnya untuk bekerja terlalu lama? Itulah yang ada di pikiran Willow.


Sesampainya di Penthouse, Willow menerima pesan dari Dillon bahwa dirinya tak pulang hari ini karena akan menginap di kantornya. Pekerjaan Dillon sangat menumpuk jadi dia memutuskan untuk menginap di kantornya.


Di ruangan kantor Dillon ada sebuah kamar yang cukup mewah. Biasanya sering digunakannya untuk beristirahat bahkan menginap disana jika dia harus lembur sampai pagi.


Willow yang membaca pesan dari Dillon itu tampak mencebik. Dia sudah terbiasa menjalani malam malamnya bersama Dillon. Dan malam ini dia akan tidur sendirian. Itu membuatnya sedikit merasa kesepian.


Willow langsung mengganti bajunya dan naik ke ranjang. Dia mengusap usap ranjang kosong Dillon. Biasanya Dillon akan menghadap ke arahnya dan menceritakan banyak hal padanya termasuk tentang keluarga dan teman temannya.


"Apa aku mulai mencintainya?" tanya Willow pada dirinya sendiri.


Lama Willow termenung membayangkan tentang Dillon. Dia merasa yakin bahwa dia sudah mencintai Dillon dan dia ingin mencoba mengatasi trauma ini dengan Dillon. Besok Willow akan bertemu dengan dokternya terlebih dulu untuk berkonsultasi.


Akhirnya Willow pun tertidur dalam kegalauannya. Dia mencoba meyakinkan dalam dirinya bahwa dia akan lebih berusaha mengobati traumanya demi keberlangsungan hubungannya dengan Dillon.


Dillon sudah terlalu baik dan sabar padanya. Dia ingin memberikan sesuatu yang terbaik pada Dillon.


Keesokan harinya, Willow pergi ke psikiaternya. Dia ingin berkonsultasi tentang perkembangan mentalnya saat ini yang menurutnya sudah jauh lebih membaik.


"Halo sayang, kau terlihat berbeda dan wajahmu sangat bersinar. Aku senang melihatnya," ucap dokter Chloe.


"Terima kasih dokter. AKu memang merasa sedikit membaik dan aku sudah tak meminum obat obatanku lagi," jawab Willow yang duduk santai di sofa bersama Dokter Chloe.


"Apakah ini karena pernikahanmu? Tuan Isaac yang memberi tahuku tentang pernikahanmu. Aku ikut senang mendengarnya," ucap Chloe tersenyum.


"Hmm ... Kurasa aku telah mencintainya. Tapi aku ingin meyakinkan hal ini pada dokter terlebih dulu. Aku takut jika aku menyentuhnya nanti, penyakitku akan kembali datang," ucap Willow.


"Semua tergantung dirimu, Will. Kau yang mengendalikan tubuhmu. Jika kau yakin, maka bisa dipastikan kau tak akan mendapatkan serangan panik lagi karena tubuh dan pikiranmu rileks dan bekerja secara sinkron," jawab Chloe.


"Ya ... Aku ingin melakukan hal ini. Aku ingin traumaku benar benar hilang sehingga aku bisa hidup normal lagi seperti dulu," ucap Willow.


"Jangan gugup, Will. Aku percaya kau bisa mengatasi hal ini. Kau pasti bisa melakukannya," kata Chloe memberikan semangat dan menggenggam tangannya yang dingin.


Karena sudah menjelang siang, Willow memutuskan untuk pergi ke kantor Dillon. Dia ingin makan siang bersama Dillon.


Wajah Willow tampak bersinar. Dia memasuki lobby perusahaan Dillon dan bertanya pada security dimana letak ruangan Dillon.


Setelah diberitahu oleh security, Willow langsung menuju ke lift.


TING...


Pintu lift terbuka dan Willow melihat Dillon di depannya.



"Honey? Kau kemari?" tanya Dillon keluar dari lift dan menghampiri Willow.


Willow mengangguk dan tersenyum. Dillon tampak didampingi 3 orang pegawai dibelakangnya.


"Aku ingin makan siang bersamamu," kata Willow dengan senyum sumringahnya.


Dillon tampak bingung menjawab karena dia akan meeting bersama relasinya sebentar lagi. Dan Willow melihat hal itu.


"Apa kau masih sibuk?" tanya Willow seakan mengerti apa yang dipikirkan oleh Dillon.


"Aku akan ada meeting sebentar lagi. Kau ikut saja denganku, setelah itu kita makan siang besama," jawab Dillon akhirnya.


"Tidak, Dillon. Kurasa aku akan pulang saja. Aku tak mau mengganggu pekerjaanmu. Kita bisa makan malam bersama nanti," ucap Willow yang tersenyum meskipun ada rasa kecewa di hatinya.


"No honey. Aku juga ingin makan siang bersamamu. Ayo ..." kata Dillon dan mengulurkan tangannya pada Willow.


Willow kemudian tersenyum kembali dan memegang lengan Dillon yang tertutup oleh jasnya. Para staf pegawai Dillon di belakangnya tampak tersenyum melihat pemandangan itu. Ini pertama kalinya mereka melihat istri sang bos yang menurut mereka sangat cantik.



JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA...❤❤❤