
Dillon tiba di rumah sakit dan langsung membawa Willow ke Unit Gawat Darurat. Willow segera ditangani oleh dokter dan perawat.
Dillon menunggu dengan cemas di luar ruangan. Ketenangannya sudah hilang kini. Rasa khawatir dengan keadaan Willow membuatnya sedikit down.
Tak lama kemudian, Francis dan Edna datang ke rumah sakit.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Edna khawatir.
Dillon hanya bisa menggelengkan kepalanya tanpa mengatakan apapun. Francis menepuk bahu Dillon untuk memberinya kekuatan.
Francis tahu kabar ini dari Damon dan dia ingin Francis mengecek keadaan Willow dan Dillon. Masalahnya Dillon sama sekali tak mengangkat teleponnya sejak tadi.
Setelah beberapa lama, dokter pun keluar dari ruangan.
"Maaf, kami harus mengeluarkan janinnya," ucap dokter pelan dan berhati hati.
Ingin rasanya Dillon mengumpat kasar dan keras pada saat itu. Francis memegangi bahu Dillon agar kuat menerima hal ini.
Edna pun ikut shock mendengar hal ini. Dia segera duduk dan menutup wajahnya karena menangis.
"Dillon ... kuatlah," ucap Francis menenangkan.
"Lakukan yang terbaik, Dokter," jawab Dillon pada dokter.
Lalu dokter itu masuk kembali ke dalam ruangan dan Dillon berusaha menenangkan dirinya agar tak emosi di sana.
Francis menghampiri Edna dan memeluknya. Edna semakin menangis di pelukan Francis.
Dillon mengambil ponselnya dan menelepon anak buahnya.
"Bawa mereka ke Rusia malam ini juga. Uncle Alex akan mengurusnya di sana," kata Dillon dengan suara bernada dingin.
Jika sudah berurusan dengan Alex, maka dipastikan kedua orang itu tak akan selamat. Karena biasanya Alex akan melepas musuhnya di hutan miliknya yang mengerikan di mana di sana berkeliaran binatang buas peliharaan Alex.
2 jam lamanya, Dillon, Edna dan Francis menunggu di depan ruangan.
"Pulanglah Francis ... Edna sedang hamil bukan? Kalian harus menjaga bayi kalian," ucap Dillon pelan.
"Tidak, aku akan menunggu di sini sampai Willow sadar. Aku tak akan bisa tenang sebelum aku bertemu Willow," jawab Edna.
"Tenanglah Dillon. Kami akan tetap di sini," ucap Francis.
Dillon hanya mengangguk dan tak lama kemudian Willow pun keluar dari ruangan itu dengan posisi di atas ranjang yang didorong oleh para perawat. Willow langsung di bawa ke ruang perawatan.
Dillon mendampinginya di sepanjang perjalanan menuju kamar. Begitu juga dengan Edna dan Francis.
Willow masih tak sadarkan diri karena pengaruh obat bius. Perawat sudah mengganti semua bajunya yang kotor dan penuh darah.
Di tangannya terpasang selang infus. Dan kini Dillon mengusap lembut tangan Willow lalu menciumi wajahnya yang sangat pucat.
Baru saja mereka merasakan indahnya cinta dan bahagia di dalam rumah tangga mereka, tetapi sekarang sudah di beri ujian seberat ini. Dillon menundukkan kepalanya dan keningnya menyentuh tangan Willow.
Sekuat kuatnya Dillon, tapi dia juga manusia biasa. Dillon meneteskan setitik air matanya. Francis dan Edna yang ada di belakangnya ikut merasakan sedih yang teramat sangat atas apa yang terjadi pada Willow.
"Jangan katakan hal ini pada Velvet. Itu pesan Damon padaku. Dia tak ingin Velvet terguncang mendengar kabar Willow," kata Dillon pelan dan mengangkat kepalanya.
"Hmm ... kami mengerti," jawab Francis dan menepuk kembali bahu Dillon.
Beberapa jam kemudian, Francis memutuskan untuk pulang karena Edna tak bisa berlama lama di sana meskipun sebenarnya Edna enggan pulang sebelum melihat Willow sadar.
Mereka akan kembali lagi ke rumah sakit keesokan harinya.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA..❤❤❤