
Willow dan Dillon hari ini hanya akan berkeliling kota sambil berbelanja kebutuhan sehari hari mereka.
Meskipun lahir dari keluarga kaya, tetapi Willow lebih suka berbelanja sendiri dan tak pernah mengandalkan pelayannya untuk urusan ini.
Hari ini perasaan Willow benar benar bahagia dan dia berada dalam mood terbaiknya. Hingga ponsel Dillon berbunyi ketika mereka sedang menikmati makan siangnya yang baru dilakukan menjelang sore.
Dillon tampak serius berbicara dengan seseorang di seberang telepon. Beberapa menit kemudian, Dillon pun menutup teleponnya.
"Siapa?" tanya Willow.
"Asistenku," jawab Dillon.
"Apa kau harus ke perusahaan?' tanya Willow.
Dillon mengangguk dan melanjutkan makannya.
"Apa aku boleh ikut?" tanya Willow sembari mengunyah desertnya.
Dillon menoleh pada Willow dan mengangguk.
"Aku akan sedikit lama. Apa kau tak bosan menunggu?" tanya Dillon.
"Tidak. Mungkin aku akan tidur saja nanti. Aku sangat mengantuk," jawab Willow tersenyum.
"Baiklah," jawab Dillon yang juga tersenyum.
Usai makan, Dillon dan Willow langsung pergi ke perusahaan Dillon. Setibanya di perusahaan, Dillon langsung menyiapkan berkas berkas dokumen pentingnya untuk dibawanya ke ruangan meeting.
Willow membuka sepatu sneakersnya dan menaruhnya di pojok ruangan. Kemudian dia membuka coatnya dan meletakkannya di sandaran kursi sofa yang ada di ruangan Dillon.
Willow mengikat rambutnya tinggi tinggi dan berjalan menghampiri Dillon yang ternyata sudah memandanginya sejak tadi.
"Dimana asistenmu?" tanya Willow dan duduk di meja sembari menghadap ke arah Dillon.
"Mereka sudah menunggu disana," jawab Dillon.
Kaki Willow bergantungan di atas meja yang cukup tinggi dan besar itu.
Karena memakai dress pendek, membuat 80 persen pahanya terlihat karena dressnya tersingkap cukup tinggi.
Dillon tahu akibatnya jika mencium bibir Willow saat ini. Dia pasti akan tergoda untuk melakukan hal yang lebih. Tapi jika dia tak melakukannya, dia akan kepikiran sepanjang meeting berlangsung.
Willow melingkarkan tangannya ke leher Dillon dan mulai mendekatkan tubuhnya pada Dillon. Tangan Dillon menarik pinggang Willow agar posisi duduknya lebih mendekat pada Dillon.
Dillon tersenyum lalu mencium bibir Willow dengan lembut dan perlahan seperti biasanya. Willow menikmati ciuman itu dan membuatnya semakin menempelkan dadanya pada Dillon.
Dillon yang sudah terpancing, memegang paha Willow dan mengusapnya lembut. Willow semakin mendekatkan tubuh bagian bawahnya pada Dillon yang masih dalam posisi berdiri.
Dillon mengangkat paha Willow hingga kaki Willow melingkar di pinggul Dillon. Ciuman mereka semakin lama semakin dalam.
Alarm di kepala Dillon belum berbunyi jadi tentu saja dia masih menikmati adegan pemanasan yang slow ini.
Hingga akhirnya suara ketukan membuat mereka tersadar bahwa mereka sedang berada di ruangan kantor Dillon. Ya, untuk kedua kalinya kegiatan panas ini terganggu oarena berada di waktu dan tempat yang kurang tepat😁
Dillon kembali mengumpat didalam hatinya karena kesal dengan gairahnya yang sudah memuncak tetapi harus dihentikan karena ketukan dipintu ruangannya.
Willow melepaskan ciumannya dan mengusap bibir Dillon yang penuh dengan lipstiknya.
"Aku suka ciumanmu. Kita akan lanjutkan nanti," bisik Willow.
Dillon tertawa kecil mendengar ucapan Willow yang terkesan polos itu.
Lalu Dillon mengecup bibir Willow dan mengambil berkas dokumenya kemudian keluar dari ruangannya karena asistennya sudah menunggu di depan pintu.
Willow tersenyum dan turun dari meja. Dia menuju kamar pribadi Dillon yang pintunya ada di pojok ruangan dekat balkon.
Dia langsung menuju ranjang dan merebahkan tubuhnya disana. Lalu Willow membuka ponselnya dan melihat referensi tentang adegan percintaan yang ada di internet.🤫
Dia hanya ingin persiapan saja sebelum dirinya melakukan hal itu dengan Dillon untuk yang pertama kalinya. Dan Willow sangat antusias menunggu hal itu.
(HAYOOOOO NUNGGUIN UNBOXING YAA???)😆🤣
TBC....😁
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA....❤❤❤