TRAUMA LET ME TOUCH YOU

TRAUMA LET ME TOUCH YOU
#51



Willow dan Dillon menikmati bulan madunya di Swiss selama seminggu. Willow cukup mengerti akan kesibukan Dillon jadi dia memilih hanya sebentar saja di Swiss.


Kini Dillon sudah kembali ke aktivitas kesehariannya masing masing. Dillon larut dalam kesibukannya mengurus perusahaan dan Willow hanya di penthouse saja.


Willow terkadang menghabiskan waktunya bersama Vena dan Edna. Dia menikmati hal itu meskipun sebenarnya Willow rindu bekerja.


Willow memilih untuk tak meneruskan jabatan Isaac di perusahaannya. Dia menyerahkan semuanya pada Dillon karena dia percaya Dillon akan sangat bisa menanganinya.


Saat ini, Willow sedang menuju psikiaternya. Dia masih rajin berkonsultasi pada Dokter Chloe agar traumanya sembuh dengan sempurna.


Dia tak ingin takut lagi pada Jonah atau apapun yang berhubungan dengan Jonah. Dia benar benar ingin menghilangkan trauma itu sampai sembuh total.


"Halo, Sayang," sapa Chole mencium kedua pipi Willow.


"Halo, Dokter," jawab Willow.


"Kau menikmati bulan madumu, Sayang?" tanya Chloe.


"Hmm ... sangat. Di sana sangat indah," ucap Willow.


"Aku berharap kau selalu bahagia seperti ini. Ini akan mempercepat kesembuhanmu. Dan sekarang kau sudah tak mengkonsumsi obat lagi. Itu suatu peningkatan yang cukup signifikan," kata Chloe.


Selama 2 jam Willow berada di klinik Chloe. Sepulangnya dari sana, Willow langsung makan siang bersama Edna. Kini Edna sedang hamil dan Willow ikut senang mendengar hal itu.


"Kau sedang tidak nafsu makan, Edna?" tanya Willow yang melihat Edna tampak malas memakan makanannya.


"Ya, mungkin ini bawaan bayiku. Aku tak terlalu suka makan dan Francis cukup khawatir dengan hal ini," ucap Edna.


"Kau harus memaksa dirimu untuk makan, Edna. Itu untuk perkembangan bayimu," jawab Willow.


"Ya, aku sangat mengusahakannya," kata Edna.


"Apa sudah ada tanda kehamilan darimu, Will?" tanya Edna.


"Itu akan sangat seru kalau kita semua hamil dalam waktu yang bersamaan," ucap Edna.


"I hope so," kata Willow tersenyum.


Setelah makan siang, Willow mengantar Edna pulang ke mansionnya. Setelah mengantar Edna, Willow langsung menuju supermarket untuk mengisi kulkasnya yang sudah lumayan kosong.


Dia ingin melakukannya sendiri tanpa ditemani lagi oleh Dillon. Kata dokter Chloe, dia harus mencoba hal itu tanpa rasa takut lagi.


Dan Willow yakin dia pasti bisa melakukannya karena semangat sembuhnya sangat tinggi. Ini demi keberlangsungan hidupnya bersama Dillon dan anak anaknya kelak.


Willow mengambil trolley dan mulai berbelanja. Wajahnya tampak berseri karena perasaannya sangat tenang dan santai meskipun banyak pengunjung di supermarket itu.


Setelah puas berbelanja dan menuju parkiran, tiba tiba ada yang membekap hidungnya dengan sapu tangan yang sudah di beri obat bius.


Hal itu langsung membuat Willow pingsan seketika dan pria itu memanggulnya ke sebuah mobil.


"Cepat masukkan dia!!" teriak seorang wanita yang ternyata adalah Hensley.


Lalu laki laki yang menjadi anak buah Hensley itu mengikat tangan Willow agar ketika sadar nanti dia tidak melawan.


"Kau sudah menghancurkan hidupku, Will. Kau pikir aku akan membiarkanmu hidup bahagia begitu saja? Aku tak takut apapun lagi karena kau sudah mengambil semua yang kumiliki. Aku akan memeras daddymy yang sombong itu. Dan suamimu? Aku akan membuatnya menangis darah karena melihat penderitaanmu," gumam Hensley.


Entah ke mana Hensley membawa Willow. Saat ini, dia sudah tiba di sebuah rumah tua yang terletak di pinggiran kota.


Willow di rebahkan di atas lantai dingin dan kotor oleh anak buah Hensley. Hensley menyewa laki laki itu dan menjanjikan akan memberinya banyak uang setelah dia berhasil memeras Isaac.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA...❤❤❤