TRAUMA LET ME TOUCH YOU

TRAUMA LET ME TOUCH YOU
#66



Kehamilan Willow sudah memasuki minggu ke 24 dan membuat perutnya sudah terlihat buncit. Willow sering tertidur di segala suasana dan tempat karena kehamilannya itu.


Dillon sudah menyuruhnya untuk berhenti bekerja, tetapi Willow tetap ingin bekerja untuk mengisi waktunya. Meskipun saat ini, rasio berkerja dan tidurnya adalah 40:60.


Dillon tetap rutin menjemputnya ke kantor setiap menjelang sore. Dia menjemputnya lebih awal agar Wilow tak terlalu lama berada di kantor.


Siang itu, Dillon memutuskan untuk menyelesaikan pekerjaannya dan pergi ke perusahaan Willow. Dia ingin makan siang bersama Willow karena sudah lama mereka tak makan siang bersama.


Dillon memasuki ruangan Willow dan melihat Willow sedang fokus bekerja. Kedatangan Dillon membuat Willow menghentikan pekerjaannya.


"Honey ... Ini masih siang. Kenapa kau sudah datang?" tanya Wilow.


"Aku ingin makan siang bersamamu," jawab Dillon dan mencium bibir Willow lalu perut Willow.


"Apa dia bergerak hari ini?" tanya Dillon sambil mengusap perut Willow.


"Hmm, lumayan. Kita makan siang dimana?" tanya Willow.


"Di restoran seberang saja, lalu kita langsung pulang ke mansion setelah selesai," ucap Dillon.


"Baiklah," kata Willow.


Dillon menarik tangan dan punggung Willow untuk membantunya berdiri.


"Thank you," ucap Willow sembari mengecup dagu Dillon.


Lalu merekapun menuju ke restoran di seberang perusahaan Willow. Willow memesan lumayan banyak makanan karena selama hamil, nafsu makan Willow semakin besar.


Tetapi hal itu tidak membuat Willow menggemuk dan hanya terlihat perutnya saja yang membesar.


"Kau yakin akan menghabiskan makanan ini, Sayang?" tanya Dillon.


Willow mengangguk dan mulai memakan makanannya dengan lahap. Di tengah sesi makan siangnya, Willow tampak mengantuk dan menguap berkali-kali.


Willow sudah menghabiskan makanan utamanya dan saat ini dia sedang makan roti coklatnya.


"Honey, kita lanjutkan makan rotinya di rumah saja. Sepertinya kau mengantuk," ucap Dillon.


"Tidak, aku akan menghabiskan roti ini dulu," ucap Willow lemas karena mengantuk dan kenyang.


Dillon hanya melihat Willow saja. Semakin lama, Wiillow memejamkan matanya tetapi dengan mulut yang masih mengunyah.


"Honey, kau akan tersedak jika makan sambil tidur," kata Dillon.


"Aku tidak tidur. Aku hanya memejamkan mataku," jawab Willow lirih dan menggigit rotinya lagi lalu mengunyahnya dengan perlahan tetapi matanya masih terpejam.


"Oh my ..." gumam Dillon antara lucu dan khawatir melihat Willow seperti itu.


"Honey ..." bujuk Dillon lagi.


"Ssshhh ... Aku hanya ingin menghabiskan rotiku ini," jawab Willow sambil mengunyah.


Dillon akhirnya hanya melihatnya saja tanpa bisa berbuat apa-apa. Sampai akhirnya roti yang dipegang Willow habis dan Willow bersender di kursi kemudian tertidur dengan nyamannya.


"Oh God," ucap Dillon.


Dan bisa ditebak bagaimana akhirnya. Dillon menggendong tubuh Willow menuju mobilnya yang diparkir di depan restoran.


Lalu mereka pun pulang ke mansion. Dillon membawa Willow ke kamar dan merebahkannya di ranjang. Kemudian Dillon melepas coat dan sepatu Willow agar Willow lebih nyaman tidurnya.


Dillon tersenyum melihat Willow yang tertidur nyenyak lalu mengecup bibirnya.


Kehamilan Willow memang tak rewel dan tak membuat susah Dillon. Hanya saja, faktor ketiduran itu saja yang dikhawatirkannya.


Itulah sebabnya Dillon tak mengizinkan Willow pergi kemanapun sendirian tanpa pendamping. Dan Dillon yang selalu mendampinginya jika Willow ingin pergi ke suatu tempat.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤