
Dillon sudah mendengar tentang penculikan Willow dan ini benar benar membuatnya murka. Dia berpikir Isaac sudah membereskan masalah Hensley. Tetapi ternyata wanita tua itu tetap membuat ulah.
Kali ini, Dillon akan menangani hal ini sendiri. Dillon memerintahkan semua anak buahnya untuk menelusuri keberadaan Willow secepatnya.
Bahkan Dillon memanfaatkan semua kekuasaannya untuk mencari Willow melalui semua CCTV yang ada di kota itu dan sekitarnya.
"Gunakan orang terbaikmu untuk mencari istriku," ucap Dillon dingin pada pemimpin anak buahnya.
Kabar ini terdengar sampai ke telinga Isaac yang kini ada di luar negeri. Dia bahkan pulang saat itu juga ketika mendengar tentang penculikan Willow.
Isaac tak menyangka bahwa Hensley sampai senekat ini menculik Willow. Dia merasa sangat menyesal karena tak langsung membuat perhitungan pada Hensley kala itu.
Seharusnya Isaac mengasingkannya ke luar negeri sehingga Hensley tak mengganggu Willow lagi. Isaac tahu bahwa yang diinginkan Hensley hanya uang dan dia yakin Hensley tak akan berani menyakiti Willow.
"Mereka sama sekali tak mengangkat teleponnya. Apa kau yakin ini akan berhasil? Aku membayarmu sangat mahal, John. Jangan sampai ini gagal dan berantakan," kata Hensley yang sudah merasa tak yakin dengan hal yang dilakukannya.
"Bibi ... perutku sangat sakit. Bawa aku ke rumah sakit," rintih Willow.
"Diamlah gadis manja!!" bentak Hensley dan masih fokus menelepon Dillon serta Isaac hingga akhirnya dia melampiaskan kekesalannya pada Willow dengan melemparkan ponsel itu ke kepala Willow karena Dillon dan Isaac tak menggubris teleponnya sama sekali.
PRAAKKK...
"Aww ..." teriak Willow karena lemparan itu.
"Sepertinya dia sangat kelaparan, Nyonya. Lihatlah, wajahnya sangat pucat," ucap John.
"Biarkan saja, suami dan ayahnya tak mempedulikannya sepertinya. Jika dia mati, kurasa tak akan masalah," ucap Hensley dengan entengnya.
Hensley memang terbiasa menyiksa Jonah sejak kecil karena kondisi ekonominya yang buruk sejak dulu. Itulah mengapa Jonah menjadi anak yang kejam seperti dirinya. Dia sudah memiliki anak di usia yang tergolong muda. Jonah sebenarnya memiliki kakak. Tetapi sejak bayi, Hensley sudah menaruhnya di panti asuhan.
Bertemu dengan Isaac sangat merubah hidup miskinnya menjadi lebih bermartabat. Tetapi bukannya bersyukur, dia justru suka berfoya foya dan bersikap tak baik pada Willow.
BRAAAKKKK ....
Pintu rumah itu tiba tiba ditabrak oleh sebuah mobil dan membuat Hensley terkejut. Tampak di belakangnya ada 2 mobil lainnya yang menyusul.
Tiba tiba banyak pria berbadan tegap keluar dari mobil itu dan hal itu membuat Hensley serta John ketakutan.
"Kau memilih lawan yang salah, Nyonya," geram Dillon dengan wajah angkernya apalagi ketika melihat Willow tergeletak di atas lantai kotor itu.
"Kali ini kau benar benar akan habis," geram Dillon.
Dan Hensley tampak seperti akan mati karena cekikan tangan Dillon di lehernya itu. Anak buah Dillon sudah menghajar John dengan cukup mudah meskipun John sempat mengeluarkan senjata apinya.
"Dillon ... Perutku sakit," rintih Willow di bawah lantai dan membuat Dillon melepaskan Hensley dengan kasar ke atas lantai.
Dillon langsung berlari menghampiri Willow. Dia menangkup wajah Willow yang pucat.
"Cepat lepaskan ikatannya!!" teriak Dillon pada anak buahnya.
Lalu mereka pun dengan cepat melepas ikatan yang melingkar di tangan dan kaki Willow hingga membuat pergelangan tangan dan kakinya lecet.
"Apa yang dia lakukan padamu?" tanya Dillon yang mengusap usap pipi Willow dan mengangkat tubuh Willow dengan cepat.
"Dia berkali kali menendang perutku," jawab Willow lirih dan menahan kesakitan di perutnya.
"Shhhiiiiitttt ...." umpat Dillon dan segera masuk ke bangku belakang mobil.
"Sekap mereka dan jangan sampai lolos," ucap Dillon pada salah satu anak buahnya.
"Baik, Tuan," jawab pria itu.
"Cepat ke rumah sakit," ucap Dillon pada sang supir.
Dan mereka pun dalam perjalanan ke rumah sakit. Dillon mendekap tubuh Willow yang sedari tadi merintih kesakitan.
"Perutku sangat sakit, Dillon," kata Willow lemas dan sangat pucat.
Lalu Dillon melihat darah di tangannya. Darah itu tercecer dari balik dress Wililow dibagian bokongnya.
"Oh Shiiitt ..." umpat Dillon lagi seakan dia tahu apa yang terjadi.
Dillon menciumi wajah Willow sepanjang perjalanan dan menenangkannya.
"Sorry ... I'm so sorry," kata Dillon menahan kesedihannya agar tetap bisa bersikap tenang di depan Willow
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤