TRAUMA LET ME TOUCH YOU

TRAUMA LET ME TOUCH YOU
#43



Willow terbangun di pagi harinya karena mendengar suara bel di pintu penthousenya.


"Oh ... Come on ... Siapa yang datang sepagi ini?" ucap Willow dengan suara seraknya khas bangun tidur.


Dillon masih tertidur dengan nyenyaknya hingga membuat Willow tak tega membangunkannya. Willow segera beranjak dari ranjangnya dan menuju kamar mandi.


Setelah dari kamar mandi dia memakai piyamanya dan sedikit menahan rasa tak enak di bagian sensitifnya akibat pertarungan panasnya bersama Dillon tadi malam.


Bel di pintunya masih saja berbunyi meskipun Willow cukup lama tak membuka pintunya. Willow kemudian membuka pintunya dan melihat sang daddy di depannya.


"Daddy? Daddy sudah pulang dari Belanda?" tanya Willow yang kemudian memeluk Isaac.


"Ya sayang ... Daddy sangat merindukanmu. Nanti siang daddy akan langsung pergi lagi ke Dubai. Maka dari itu, daddy menyempatkan untuk menemuimu dulu," jawab Isaac membalas pelukan Willow dan mengusap punggungnya.


"Hmm ... I miss you too, Dad. I love you," ucap Willow.


"Baiklah ... Daddy langsung pergi. Karena daddy harus ke perusahaan dulu sebelum ke Dubai," kata Isaac.


"Jaga kesehatan daddy. Menikahlah, Dad. Sudah saatnya ada seorang wanita di sisi daddy," ucap Willow.


"Cukup memiliki dirimu saja, itu sudah membuat daddy bahagia, sayang. Jaga kesehatanmu dan sampaikan salam untuk Dillon," jawab Isaac.


"Ya, dia masih tidur. Bye, Daddy," ucap Willow.


"Bye, Darling. I love you," pamit Isaac pada sang putri tercintanya.


Melihat Willow bahagia bersama Dillon sangat melegakan hati Isaac. Dia berharap Willow akan selalu bahagia bersama Dillon.


"Love you too, Daddy," jawab Willow dan memandang kepergian Daddynya yang saat ini memang sangat sibuk karena mengalihkan rasa kesepiannya pada pekerjaannya.


Lalu Willow menutup pintunya dan menuju dapur. Dia menyiapkan makan pagi dengan membuat masakan yang simple saja.


Dillon yang baru saja terbangun tak melihat sang istri di sampingnya. Dia beranjak dari ranjang dan menuju kamar mandi. Usai itu, Dillon keluar kamar dan mencari keberadaan Willow.


Dillon menghampiri Willow dan menciumi tengkuk lehernya. Tangannya melingkar di perut rata Willow.


Willow tersenyum dan meletakkan peralatan memasaknya di meja marmer itu. Dia kemudian berbalik dan menghadap Dillon yang masih tak mengenakan bajunya dan hanya memakai celana pendek.


"Kau sudah bangun? Tadi daddy kemari. Daddy titip salam padamu," kata Willow yang kemudian mengecup bibir Dillon.


"Mengapa kau tak membangunkanku?" tanya Dillon yang bibirnya sudah mulai menyusuri leher jenjang Willow.


"Daddy akan langsung pergi lagi hari ini. Jadi tak sempat menemuimu," jawab Willow yang tangannya sudah melingkar di leher Dillon.


"Apakah makan paginya sudah siap?" tanya Dillon yang menjilat cuping telinga Willow dan membuat Willow merinding.


"Sudah ... Aku tinggal menyajikannya saja. Kau tak butuh desert pagi ini?" lirih Willow.


Dillon tertawa pelan dan pandangannya kini terfokus di wajah cantik Willow yang tampak polos tanpa make up.


Dan itu membuatnya terlihat seperti anak remaja karena wajah Willow tergolong tipe baby face.


"Aku ingin desert yang manis darimu," jawab Dillon tersenyum menggoda.


Willow tersenyum dan mulai mencium bibir Dillon. Dia cukup belajar banyak dari adegan panasnya semalam meskipun belum terlalu expert seperti Dillon.


Dillon mengangkat tubuh Willow dan membawanya ke sofa ruang tengah yang posisinya bersebelahan dengan dapur.


Dan terjadilah adegan suami istri yang mungkin kin akan menjadi bagi mereka berdua. Dillon berencana akan pergi berbulan madu bersama Willow ke Maldives. Dia ingin menghabiskan waktu romantisnya disana tanpa terganggu oleh siapapun.


(Adegan pemersatu bangsa skip doloooo ... masih puasa😆😁)


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA...❤❤❤