TRAUMA LET ME TOUCH YOU

TRAUMA LET ME TOUCH YOU
#55



Willow baru tersadar ketika sudah menjelang pagi. Dillon yang selalu ada di sisinya, tampak mengusap usap tangan Willow.


Willow mengalihkan pandangannya dari Dillon. Air matanya mulai keluar mengingat kejadian kemarin di mana dokter mengatakan sesuatu yang membuatnya hancur.


Willow mencoba merelakan kepergian calon bayinya, tetapi itu adalah sesuatu yang sangat berat baginya.


Dillon tak mengatakan apapun dan kemudian naik ke ranjang lalu memeluk tubuh Willow. Willow mulai terisak dan tubuhnya bergetar.


"Maaf ... ini semua salahku," kata Dillon pelan.


Willow tak mengatakan apapun dan tetapi menangis pelan. Hal itu membuat Dillon semakin tersayat hatinya. Dia tahu bahwa hal ini pasti sangat mengguncang Willow.


Bagaimana tidak? Mereka bahkan tak tahu bahwa Willow sedang hamil dan harus kehilangan janin yang baru saja berkembang di dalam rahim Willow.


Lama mereka terdiam dan Wiilow akhirnya tertidur kembali karena lelah menangis. Tak lama kemudian, Francis dan Edna datang. Begitu juga dengan Vena dan Ethan.


"Dillon, pulang lah dulu. Kami akan menjaga Willow di sini," ucap Vena.


"Tidak, aku tak bisa meninggalkannya ... Dia masih terlalu rapuh," ucap Dillon dengan wajah lelahnya.


Jam 8 pagi, Willow terbangun kembali dan Dillon menyuapi Willow makan pagi. Willow banyak terdiam dan bahkan tak menggubris kedatangan Vena dan Edna.


Pandangannya menerawang. Ya, Willow memang berada di saat saat terapuhnya. Karena dia kehilangan sesuatu yang sangat berharga di dalam dirinya.


Setelah makan pagi pun, Willow tidur kembali dan membalikkan tubuhnya agar tak terlihat ke arah teman temannya bahkan Dillon sekalipun.


Sore harinya, Willow sudah bisa pulang dari rumah sakit. Dillon langsung membawanya ke kamar dan Willow kembali tidur.


Dillon membiarkan hal itu karena amat sangat mengerti dengan apa yang sudah dilalui Willow. Dia hanya menguatkan dan menenangkan Willow di sisinya.


Dillon selalu memberi supportnya pada Willow sampai sebulan berlalu. Willow sudah lebih baik saat ini. Sebulan ini mereka memutuskan untuk tinggal di mansion.


Keluarga besar Dillon tampak datang dan ikut menemani Willow di masa masa sulitnya ini. Tiap hari, Galy dan Thea selau mengajaknya mengobrol dan melakukan banyak kegiatan agar Willow lupa dengan kejadian itu.


Dillon bersyukur karena Willow tak sampai trauma karena hal ini. Dia takut keterpurukan Willow membuat mentalnya menjadi buruk kembali.


2 bulan berlalu ...


Willow sudah kembali normal. Pendampingan Dillon membuat Willow semakin kuat menjalaninya. Willow bahkan sudah tak trauma lagi akan sentuhan pria. Menurut dokter Chloe, Willow sudah sembuh dengan total.


Willow sangat senang akan hal ini. Dia bisa menikmati hari harinya dengan perasaan tenang dan lega. Dan sekali lagi itu karena Dillon. Willow bersyukur bahwa dia memiliki suami seperti Dillon.


Tapi ada satu hal yang disembunyikan Willow. Willow takut untuk hamil kembali. Rasa itu begitu menyiksa di hati Willow sampai akhirnya dia memutuskan meminum pil kontrasepsi untuk mencegah kehamilannya.


Willow belum siap untuk memiliki anak dalam waktu dekat ini. Dia hanya ingin menundanya saja sampai dia siap untuk hamil kembali.


"Halo, Honey," sapa Dillon yang baru saja datang kerja.


Dillon menghampiri Willow yang sedang menyiapkan makan malam di meja.


"Kau sudah pulang?" kata Willow dan Dillon mencium bibirnya.


"Gantilah baju lalu kita makan malam bersama," ucap Willow sambil mengecup leher Dillon.


"Hmm ... I love you," kata Dillon


"I love you too," jawab Willow tersenyum yang membuat hati Dillon bahagia.


Senyum Willow adalah kebahagiaan bagi Dillon. Dia berharap Willow selalu baik baik saja dan bahagia bersamanya.


Tak berapa lama, merekapun makan malam bersama. Willow dan Dillon juga mengobrol ringan dan membicarakan kegiatan Willow hari ini.




JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA..❤❤❤