TRAUMA LET ME TOUCH YOU

TRAUMA LET ME TOUCH YOU
#24



"Aku tak akan menyentuhmu sampai kau merasa siap untuk ku sentuh," kata Dillon lembut.


"Aku tak akan pernah siap untuk hal itu, maaf," jawab Willow.


Dillon masih menatap Willow dan Willow kembali menundukkan wajahnya.


"Apa kau tak ingin sembuh, Will?" tanya Dillon.


"Aku terlalu takut menghadapi itu. Rasanya sakit sekali ditubuhku. Aku seperti akan mati. Dadaku terasa sangat sesak dan bahkan aku bisa jatuh pingsan lalu terbangun di rumah sakit. Aku pernah mengalami semua hal itu, Dillon. Aku tak ingin mengalaminya lagi," ucap Willon menahan perasaan sakitnya.


Betapa inginnya Dillon memeluk tubuh Willow dan mengusap punggungnya untuk menenangkannya.


"Berjuanglah bersamaku, Will," kata Dillon.


Lalu air mata Willow menetes dan tangannya mengusap air mata yang jatuh di pipinya itu.


"Lihatlah, betapa lemahnya aku Dillon. Aku tak memiliki kelebihan apapun. Kekuranganku sangat banyak dan aku tak akan bisa membahagiakanmu nantinya. Kuharap kau mau membatalkan pernikahan ini. Aku tak baik untukmu," kata Willow dengan suara tercekat berusaha menahan tangisannya.


Dillon baru tahu bahwa Willow serapuh ini. Dia juga baru menyadari bahwa Willow mengalami trauma separah ini akibat dari kekerasan yang dilakukan oleh Jonah dulu.


"Beri kesempatan padaku untuk memasuki hidupmu, Will. Please ..." ucap Dillon.


Dillon menggenggam erat tangannya sendiri karena berusaha keras menahan dirinya untuk tak menyentuh Willow yang sedang rapuh.


"Bagaimana jika aku tak akan pernah sembuh? Kau akan membuang buang waktu berhargamu, Dillon," jawab Willow.


"Aku akan tetap menunggumu," ucap Dillon bersikeras.


"Mengapa kau begitu menyukaiku? Apa hanya karena wajahku dan penampilan fisikku?" tanya Willow.


"Cintamu tak masuk akal, Dillon. Kurasa itu hanya ketertarikan sesaat saja. Kau akan menghadapiku yang berbeda nantinya," ucap Willow.


"Kau belum mengenalku, Will. Aku tak pernah bermain main," jawab Dillon.


"Aku akan tetap menikahimu apapun yang terjadi. Pegang kata kataku. Aku tak akan pernah meninggalkanmu sampai kapanpun," lanjut Dillon.


Willow kembali memandang wajah Dillon yang tampan. Dia melihat keseriusan disana. Willow tak menyangka DIllon akan seserius ini padanya.


Willow tak bisa mengatakan apa apa lagi karena keputusan Dillon sudah sangat bulat. Dia akhirnya mengangguk pasrah dengan apa yang dikatakan Dillon.


"Baiklah, aku pulang dulu," ucap Willow dan beranjak dari kursinya.


"Buka hatimu, Will. Kau tak perlu takut padaku. Aku akan membuatmu mencintaiku," kata Dillon ketika Willow akan membuka pintu kamar Dillon.


Willow berhenti sejenak dan akhirnya keluar dari kamar Dillon. Willow masih belum tahu apa yang dirasakannya pada Dillon saat ini. Dia hanya takut pernikahan mereka justru akan membuat Dillon menderita.


Dillon memandangi kepergian Willow sampai Willow menutup pintunya. Dillon kemudian berdiri dari ranjangnya dan berjalan terpincang ke arah jendela.


Ya, beberapa hari ini Dillon memang sudah bisa berjalan kembali, tetapi dia tak mengatakannya pada Willow bahkan pada keluarganya. Dia ingin Willow tetap disampingnya sampai mereka menikah.


Dillon tak menganggap ini adalah cara yang licik untuk mendapatkan Willow. Karena dia mempunyai rasa cinta yang tulus yang bisa diberikannya pada Willow. Willow bisa jadi tak ingin menikah dengannya jika Dillon sembuh terlalu cepat. Jadi dia akan menyembunyikan hal ini sampai mereka menikah besok lusa.



JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA...