TRAUMA LET ME TOUCH YOU

TRAUMA LET ME TOUCH YOU
#64



Setelah cukup lama berada di cafe, Willow langsung melanjutkan perjalanannya menuju perusahaan Dillon.


Kali ini Willow lebih berhati-hati dan konsentrasi dalam menyetir. Dia tak ingin terjadi sesuatu yang buruk lagi seperti tadi.


Sesampainya di perusahaan, Willow langsung masuk ke lobby. Sedangkan mobilnya di parkirkan oleh petugas security di sana.


Willow yang selalu penuh senyum memang menjadi kesayangan para pegawai Dillon. Willow juga selalu ramah pada karyawan Dillon jika ada yang menyapanya dan mengajaknya berbicara.


Willow langsung menuju lift dan naik ke ruangan Dillon. Sesampainya di sana, Willow sedikit kecewa karena tak menemukan Dillon di dalam ruangannya.


Willow keluar lagi dan bertanya pada beberapa sekretaris Dillon yang ada di depan ruangan Dillon.


"Di mana suamiku?" tanya Willow.


"Tuan sedang keluar bersama relasi bisnisnya dari Korea, Nyonya," ucap pemuda bernama Lance itu.


"Apakah sudah dari tadi?" tanya Willow.


"Baru 15 menit yang lalu, Nyonya," jawab Lance.


"Apakah menurutmu mereka akan pergi lama?" tanya Willow.


"Jadwal Tuan sampai menjelang makan siang, Nyonya," jawab Lance.


"Baiklah kalau begitu. Aku akan meneleponnya nanti. Terima kasih, Lance," ucap Willow.


"Ya, Nyonya," jawab Lance tersenyum dan menunduk hormat.


Willow memutuskan untuk pergi ke perusahaannya terlebih dahulu. Dia menulis pesan pada Dillon dan menyuruhnya langsung ke perusahaannya ketika makan siang nanti.


 


Dillon menerima pesan dari Willow yang menyuruhnya ke perusahaannya pas di jam makan siang nanti. Dillon tak menjawabnya langsung karena dia masih meeting penting bersama relasinya.


Hingga akhirnya jam makan siang tiba dan Dillon langsung menuju perusahaan Willow. Dia langsung naik ke atas ruangan Willow dan masuk ke sana.


Dillon melihat Willow tertidur di kursi sofa ruangannya. Dia sedikit khawatir melihat hal itu karena Willow tak pernah seperti ini sebelumnya.


Dillon menghampiri Willow dan membelai pipi merahnya dengan lembut. Willow membuka mata hijaunya karena belaian itu.


"Honey, kau sakit?" tanya Dillon.


Willow tersenyum melihat kedatangan pria yang sangat dicintainya itu.


"Tidak, aku hanya mengantuk saja dan ingin tidur sebentar," ucap Willow dan beranjak duduk.


"Ayo kita makan siang," kata Dillon mengecup bibir Willow.


Dillon memandang Willow dengan tatapan serius juga karena dia takut terjadi apa-apa pada Willow.


"Katakanlah. Apa ini mengenai dirimu?" tanya Dillon.


Willow mengangguk.


"Katakan ada apa? Ingatlah bahwa aku selalu bersamamu," ucap Dillon mengusap pipi Willow dengan tatapan khawatir.


"Aku tahu itu. Dan kali ini kau harus selalu bersamaku karena aku akan sangat membutuhkanmu," kata Willow yang semakin membuat Dillon khawatir.


Dillon kemudian mencium bibir Willow dan menangkup rahangnya.


"Ada apa, Honey? Kau membuatku takut," ucap Dillon.


"Aku hamil," ucap Willow dengan singkat, padat dan jelas.


Dillon masih terpaku dan mematung karena ucapan Willow itu.


"Katakan sekali lagi," kata Dillon karena ingin memastikan apa yang dikatakan Willow barusan.


"Aku hamil," kata Willow lagi.


Dillon speechless dan seakan tak bisa berkata apapun kecuali memeluk Willow dengan erat.


"Thank you, Honey," bisik Dillon dan mencium pipi Willow.


Willow pun membalas pelukan Dillon.


"Terlalu banyak yang telah kau berikan padaku dan aku hanya bisa membalasnya dengan ini," ucap Willow pelan.


Dillon melepaskan pelukannya dan kembali menangkup pipi Willow.


"Hadiah yang kau berikan ini tidak sebanding dengan yang kuberikan padamu, Honey. Ini adalah hadiah yang amat sangat berharga bagiku dan kita," kata Dillon.


"I love you," ucap Dillon lagi.


Willow tersenyum dan mencium bibir Dillon dengan ciuman lama dan panjang.




JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE KOMEN DAN HADIAH YAA...❤❤❤