
3 tahun kemudian ...
"Di mana Daxon, Honey?" tanya Dillon yang tampak baru datang dari kantor.
Willow yang sedang ada di sofa sambil memakan kue coklat lumernya, menoleh ke arah Dillon.
"Kau sudah datang?" tanya Willow tersenyum dengan gigi yang masih penuh coklat.
Dillon tersenyum melihat hal itu dan menghampiri Willow lalu mencium bibirnya sembari merasakan coklat yang tersisa di bibir Willow.
"Lezat," ucap Dillon.
'Kau mau?" tanya Willow.
"No, Honey. Oh ya di mana Daxon?" tanya Dillon.
"Damon dan Velvet membawanya. Dia ingin bermain dengan para sepupunya," ucap Willow.
"Damon sudah datang dari New York?" tanya Dillon sembari mengusap perut Willow yang sedikit membuncit karena hamil anak keduanya.
"Ya, mommy menyuruh mereka untuk segera datang karena waktu mommy di Amerika hanya sebentar," jawab Willow.
"Apa kau sudah tak mual lagi, Honey?" tanya Dillon.
"Hmm sedikit. Aku tak tahu mengapa kehamilanku yang kedua ini begitu rewel. Maafkan aku kalau merepotkanmu," ucap Willow.
Dillon tertawa kecil dan menciumi wajah Willow.
"I love you, Honey. Kau tak pernah merepotkanku," ucap Dillon.
"Hug me," ucap Willow yang kini sangat menyukai harum tubuh Dillon ketika pulang dari kantor.
"Kau masih menyukai bau keringatku, Honey?" tanya Dillon tersenyum.
"Hmm, kau selalu harum. Aku suka harummu," ucap Willow menciumi leher Dillon.
"Jadi aku tak boleh mandi lagi malam ini?" tanya Dillon.
"Kau sudah makan malam?" tanya Dillon.
"Sudah, aku sudah sangat kelaparan tadi. Jadi maaf aku tak menunggumu," ucap Willow.
"Itu tak masalah, Sayang. Baiklah, aku akan ganti baju dulu." Dillon beranjak dari sofa dan berjalan menuju kamarnya.
Willow menghabiskan sesuap coklatnya yang terakhir lalu langsung menuju ruang makan untuk menyiapkan makan malam Dillon.
Tak lama kemudian, Dillon keluar dari kamarnya dan menuju ke meja makan. Dillon menikmati makan malamnya yang telah disiapkan oleh Willow.
Willow yang sudah makan, akhirnya ikut makan kembali ketika melihat makanan lezat di depannya. Dillon hanya tersenyum melihatnya karena di kehamilan yang kedua ini, Willow memang sangat suka makan.
Setelah makan malam, Dillon dan Willow langsung menuju ke kamar karena sudah jam 9 malam. Dillon tahu apa yang akan dilakukan Willow setelah ini.
Willow akan berdiri di depan cermin besarnya dan memutar-mutar tubuhnya karena merasa dirinya semakin gemuk dari hari ke hari padahal menurut Dillon, Willow sama sekali tak menggemuk.
"Aku menjadi gemuk, ya kan?" tanya Willow mencebik di depan kaca.
"Tidak, Sayang. Kau sama sekali tidak gemuk. Meskipun kau gemuk nanti, aku tetap akan mencintaimu," ucap Dillon mencium pipi Willow.
Dillon mengatakan hal itu hampir setiap hari dan sudah seperti kaset rekaman yang selalu rutin di stel.
"Aku merasa gemuk dan jelek, Honey," ucap Willow yang masih memutar-mutar tubuhnya.
"Oh my ..." Dillon memeluk Willow dari belakang dan menghadap ke cermin juga seperti Willow.
"Look ... Kau sangat cantik dan hanya perutmu saja yang berubah. Aku sangat beruntung memiliki istri secantik dirimu." Dillon mencium puncak kepala Willow dan tangannya mengusap perut Willow yang kehamilannya memasuki minggu ke 16.
"Jangan berpaling dariku, hmm?" Willow menatap mata Dillon dari cermin.
"Of course," jawab Dillon tertawa dan membalikkan tubuh Willow lalu mencium bibirnya dengan mesra.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA..❤❤❤