
Dillon dan Willow tiba di sebuah hotel dimana meeting Dillon akan dilakukan disana. Mobil mereka berhenti di depan lobby dan mereka pun turun dari mobil lalu masuk ke dalam lobby hotel
Mereka berlima berjalan menuju tempat dimana meeting akan diadakan. Petugas hotel mengantarkan mereka menuju ruangan rapat.
Willow melepas pegangan tangannya di lengan Dillon dan duduk di kursi paling ujung. Dia tak ingin mengganggu meeting ini, jadi dia lebih memilih duduk di tempat terjauh meskipun Dillon sebenarnya tak keberatan jika Willow duduk di sampingnya.
Beberapa menit kemudian datang seorang wanita dengan satu asistennya. Wanita itu tampak modis dan terlihat seperti wanita karir yang memiliki jabatan yang tinggi.
Willow melihat wanita itu menyapa Dillon dengan mencium kedua pipinya. Dan ada sedikit rasa cemburu di hatinya.
Wanita itu sebenarnya adalah adik tiri Francis. Dia dan Dillon cukup mengenal lumayan lama dan hubungan mereka lumayan dekat apalagi mereka sedang terlibat bisnis bersama.
"Halo Dillon ... lama tak bertemu. Kau sudah sembuh total?" tanya wanita itu.
"Ya, aku sudah lumayan sehat, Linda. Bagaimana kabarmu?" tanya Dillon dengan senyum ramahnya seperti biasa.
"Aku sangat baik. Dan aku senang akhirnya aku bisa meeting bersama denganmu," ucap Linda.
Dan Linda melihat ke arah Willow. Dia mengenal Willow karena dia pernah melihat Willow di pesta pernikahan Francis dan Edna. Tetapi tidak dengan Willow yang tak mengenal Linda.
"Dia istriku ... Willow," kata Dillon dan Linda tersenyum pada Willow.
"Halo nyonya ... senang bertemu denganmu," ucap Linda dan disambut dengan senyuman Willow.
Dillon dan Linda serta para asisten mereka melanjutkan meetingnya. Willow hanya sibuk melihat ponselnya sembari mencuri pandang ke arah Dillon dan Linda yang tampak lumayan akrab meskipun mereka dalam suasana formal.
Willow mendadak cemburu melihat hal itu. Meskipun dia tahu bahwa Linda sudah menikah ketika dia melihat cincin kawin Linda di jari manisnya.
Willow tak pernah berpacaran selama hidupnya. Dan hanya Dillon lah pria yang satu satunya bisa mendapatkan hatinya. Jadi melihat hal ini membuat Willow tak suka karena dia merasa perhatian Dillon bukan hanya kepadanya lagi.
Willow kemudian beranjak berdiri dengan pelan dan keluar. Dia memberi tanda pada Dillon bahwa dia ingin ke toilet dan Dillon hanya mengangguk.
Willow menuju ke toilet dan menatap wajahnya di cermin. Toilet sangat sepi dan hanya ada Willow saja didalamnya.
"Apakah mentalku bermasalah? Aku merasa sangat cemburu jika melihatnya berinteraksi dengan wanita lain. Aku bahkan belum menyentuhnya dan sudah seposesif ini padanya," Willow bermonolog dengan suara sangat lirih.
Willow mengeluarkan obat di dalam tasnya dan memandangnya lama. Lalu dia membuangnya ke tempat sampah yang ada di dalam toilet.
Willow menghembuskan keras nafasnya. Entah mengapa moodnya kembali berantakan dan dia tak suka dengan hal itu.
Kemudian Willow keluar dari toilet dan melangkah gontai menuju lobby hotel. Dia memutuskan untuk menunggu Dillon di sana saja agar tak perlu melihat interaksi antara Dillon dan Linda meskipun sebenarnya itu adalah interaksi yang biasa saja.
Dan Willow menyadari bahwa dirinyalah yang terlalu berlebihan memandang hal itu. Maka dari itu, Willow memilih menunggu di lobby saja.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA...❤❤❤