
Setelah berkuda, Willow tak langsung masuk. Dia duduk di taman sendirian sembari melihat langit petang yang mulai meredupkan sinarnya.
Entah apa yang dipikirkan Willow. Dia ingin sendiri seperti ini dulu. Dillon melihat hal itu dari atas balkon dan melipat tangan di dadanya.
Dia merasa Willow mulai tertutup lagi padanya dan dia tak suka dengan hal itu. Dillon akan membicarakan hal ini dengan perlahan pada Willow.
Setengah langit gelap, Willow akhirnya masuk ke dalam mansion dan menuju ke dalam kamar. Dia ingin membersihkan tubuhnya dulu sebelum makan malam.
Willow tak melihat Dillon di dalam kamar. Jadi Willow memutuskan untuk langsung mandi saja.
Setelah mandi, Willow keluar dari kamar dan masih tak menemukan Dillon di ruang makan.
"Bibi ... Dimana suamiku?" tanya Willow pada pelayan yang sedang menyiapkan makan malam di meja makan.
"Tuan sedang ada di ruangan bilyard, Nyonya," jawab pelayan.
"Hmm, terima kasih," ucap Willow.
Lalu Willow pun ke ruang bilyard yang ada di dekat kolam renang samping. Dia melihat Dillon bermain bilyard sendirian.
"Honey, sudah waktunya makan malam," ucap Willow.
Dillon menoleh pada Willow dan menaruh sticknya. Dia kemudian menghampiri Willow dan mencium bibirnya.
"Kau sudah puas berkuda?" tanya Dillon lirih dan mengusap lembut pipi Willow.
Willow hanya mengangguk saja,
"Ayo kita makan. Aku benar benar lapar," ujar Willow.
Lalu mereka berdua pun makan malam bersama. Dillon bersikap biasa saja pada Willow dan tak ingin menanyakan tentang pil kontrasepsi itu dulu padanya.
Setelah makan malam, mereka mengobrol ringan di balkon kamar. Sekali lagi, Dillon belum ingin membahas masalah ini dengan Willow.
"Ayo kita masuk, udara sudah mulai dingin," ucap Dillon.
"Hmm," jawab Willow singkat.
Mereka pun masuk ke dalam kamar dan Dillon menutup pintu balkonnya
Kini mereka sudah ada di atas ranjang sambil berpelukan. Willow yang sudah sangat mengantuk langsung tertidur ketika Dillon mengusap-usap punggungnya dengan lembut.
Dillon tetap mengusap-usap punggung Willow meskipun Willow sudah tertidur pulas. Begitu dalamnya cinta Dillon pada Willow, hingga dia tak ingin sedikit pun menyakiti Willow termasuk dengan lisannya.
Hingga akhirnya Dillon ikut tertidur bersama Willow. Mereka masih dalam posisi berpelukan untuk mendapatkan kehangatan masing masing.
Keesokan paginya, Willow terbangun sangat pagi. Matanya membuka perlahan dan melihat wajah Dillon yang menghadap pada dirinya.
Willow memandangi wajah tenang sang suami yang masih tertidur lelap. Willow mengusap pipi Dillon yang mulai berjambang tipis. Willow belum mencukurnya hari ini karena biasanya Willow yang melakukan hal itu.
Willow menyadari bahwa kini dirinya sangat mencintai Dililon. Dia ingin membahagiakan Dillon setidaknya sekali ini saja. Karena selama ini, Dillon memberikan seluruh hidupnya untuk kebahagiaan Willow.
Willow memutuskan untuk tak meminum pil kontrasepsinya lagi dan berusaha melawan ketakutannya itu
Dillon terbangun karena hal itu. Dia tersenyum melihat Willow yang menciumi bibirnya. Kemudian Dillon membalas ciuman Willow dengan lembut.
"I love you," ucap Willow dengan berbisik.
"I love you too," jawab Dillon lirih dan mereka kembali berciuman.
Willow mengubah posisinya di atas tubuh Dillon kemudian membuka bajunya dengan cepat lalu menciumi dada Dillon dengan penuh gairaah.
Dillon tertawa pelan melihat Willow yang sangat menggebu-gebu dalam percintaan kali ini.
"Honey ... you're so hot," lirih Dillon.
"I love you so much," jawab Willow dan mencium bibir Dillon lagi tanpa ampun.
Dillon mengubah posisinya menjadi di atas Willow dan segera membuka celananya. Dan tak memakan waktu lama, Dillon pun mulai memasukkannya dan menggerakkan tubuhnya di atas tubuh Willow.
Tangan mereka saling bertautan dan mata mereka saling bertatapan. Willow semakin merasakan cintanya yang mendalam pada Dillon.
"Jangan pernah meninggalkanku," bisik Willow.
"Never ever," ucap Dillon dan mencium bibir sexy Willow kembali.
Dillon masih menahan tangan Willon dengan tangannya dan menciumi dadanya yang penuh. Willow mendesah keras ketika mulut Dillon semakin melahap dadanya dengan penuh gairahh.
"Aaahhh ... Dillon ..." desahh Willow.
Kemudian Dillon mengangkat tubuh Willow dan memberi kesempatan pada Willow untuk bergerak di atasnya.
Willow menggerakkan tubuhnya seperti sedang menunggang kuda. Pelan tapi pasti. Tangannya bertumbu di atas perut six pack Dillon dan semakin lama gerakannya semakin liar.
Dillon memegangi pinggang ramping Willow dan pahanya.
"Lebih cepat, Baby," desah Dillon dan Willow menggerakkannya semakin cepat.
Dillon langsung membalik tubuh Willow karena akan mengeluarkan amunisi terakhirnya. Kini posisi Willow menungging dan Dillon bergerak cepat untuk menuntaskan kegiatan ini.
Tangan Willow bertautan erat dengan tangan Dillon di atas kepalanya. Mereka akhirnya sama mencapai puncaknya bersama-sama.
Dillon mencium kepala Willow dan membalik kembali tubuhnya.
"Kurasa aku tak perlu jogging lagi hari ini. Aku sudah berolah raga pagi dengan istri nakalku ini," ucap Dillon dan mengecup bibir Willow.
Kemudian Willow pun memeluk erat tubuh Dillon dan menciumi bahu lebarnya.
"Aku sangat mencintaimu, sungguh. Aku sangat sangat mencintaimu," ucap Willow.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤