
Pagi itu, Willow terbangun karena ciuman dari Dillon. Dia membuka matanya dan melihat sang suami sudah berpakaian rapi.
"Kau berangkat pagi?" tanya Willow.
"Ya, Ada rekan bisnisku dari Korea. Jadi aku harus berangkat labih pagi. Bye, Honey," pamit Dillon dan mencium kembali bibir Willow.
"Hmm, bye. I love you," ucap Willow lirih.
"I love you too," jawab Dillon dan keluar dari kamar.
Setelah Dillon pergi, Willow langsung beranjak dari ranjangnya dan menuju kamar mandi karena akan bersiap-siap akan pergi ke kantor juga.
Willow merasa sedikit pusing dan mengambil obat di lemari kecil kamar mandi yang ada di atas wastafel. Sesaat dia melihat ke arah kalender bulanannya yang selalu di catatnya di sana.
Willow tetiba menutup mulutnya seraya mengingat sesuatu yang dilupakannya selama ini. Lalu Willow segera keluar dari kamar mandi dan berganti baju kemudian pergi keluar dari mansion.
Willow segera menuju apotik yang berada sekitar 1 km saja dari mansionnya. Tak lama, Willow pun kembali ke mansionnya.
Saking terburu burunya, Willow sampai menabrak pelayan di taman.
"Uups, sorry, Bibi," ucap Willow dan langsung berlari menuju kamarnya.
Willow langsung menuju kamar dan masuk ke kamar mandi. Dia membuka bungkusan kecil yang tadi dibelinya di apotik.
Willow menghembuskan nafasnya dan menenangkan dirinya sebelum memakai alat itu. Ya, Willow baru saja membeli testpack di apotik.
Dia tak menyadari bahwa dirinya belum datang bulan selama 2 bulan lamanya. Willow berharap apa yang dipikirkannya menjadi kenyataan.
Setelah melalui bebarapa tahapan, akhirnya Willow pun melihat hasilnya. Bibirnya menyunggingkan senyum lebarnya yang cantik.
"Thanks God. Terima kasih memberiku kesempatan kembali," lirih Willow dan menitikkan air matanya.
Willow memandang wajah cantiknya di cermin yang ada di hadapannya dan mengusap air matanya yang menitik tadi.
Willow segera mandi dan rencananya akan ke perusahaan Dillon untuk mengabarkan hal ini. Dia ingin mengatakan hal ini secara langsung pada Dillon.
Setelah siap, Willow memutuskan untuk makan pagi terlebih dahulu. Dia ingin memberi calon bayinya gizi yang sehat dan sempurna.
Para pelayan yang melihatnya pun ikut senang meskipun mereka belum tahu apa yang membuat Willow bahagia dan selalu tersenyum seperti itu.
Setelah menyelesaikan makan paginya, Willow tak membuang-buang waktunya. Dia langsung pergi ke perusahaan Dillon dengan menyetir mobilnya sendiri seperti biasa.
Perasaan senangnya membuat Willow sedikit tak fokus. Dia hampir saja menabrak seorang penyebrang jalan ketika lampu merah.
CIIITTTTT ....
Willow menginjak rem mobilnya dalam-dalam dan memegang perutnya yang tertekan sabuk pengaman.
"Oh my God ... Sorry, Baby. Sorry ... Mommy hampir saja mencelakakanmu lagi," kata Willow sedikit shock dan mengusap perutnya.
Lalu Willow meminggirkan mobilnya dan membuka jendela mobilnya untuk meminta maaf pada pejalan kaki yang hampir saja di tabraknnya.
"Anda tidak apa-apa?" tanya Willow dari balik jendela mobil.
"Ya, aku tidak apa-apa, Nona. Lain kali berhati-hatilah," jawab pria paruh baya itu.
"Aku benar-benar minta maaf," ucap Willow.
"It's okey. Anda terlihat pucat. Are you oke, Nona?" tanya pria itu.
"Ah ya, aku baik-baik saja," jawab Willow.
"Sebaiknya anda beristirahat dulu sebelum melanjutkan perjalanan anda. Di sana ada sebuah cafe," ucap pria itu karena takut terjadi sesuatu dengan Willow.
"Ya, terima kasih, Tuan. Aku akan minum coklat hangat di sana. Sekali lagi, maafkan aku," kata Willow sekali lagi minta maaf.
"Nevermind. Permisi, Nona," ucap pria itu yg kemudian pergi.
Willow mengangguk dan memakirkan mobilnya di dekat cafe itu. Lalu dia turun dari mobil menuju cafe itu untuk menenangkan dirinya yang masih shock karena kejadian tadi.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA..💢❤❤❤