
Hari ini Willow akan pergi ke sebuah pesta bersama Dillon. Dia memakai baju yang cukup terbuka yang membuat Dillon berdecak kagum.
Dillon mengecup leher Willow yang baru saja di semprot parfum oleh Willow.
"Honey ... Jangan merusak tatanan rambutku," ucap Willow ketika ciuman Dillon merambat ke belakang telinga Willow.
"Apakah kita sempat bercinta terlebih dulu?" tanya Dillon memeluk Willow dari belakang.
"Honey ... simpan tenagamu itu untuk nanti malam. Sekarang kita harus cepat berangkat. Vena dan Ethan menunggu kita," ucap Willow.
"Tapi aku benar benar ingin melahapmu dulu," kata Dillon yang mulai menyingkap gaun Willow sampai ke pinggangnya.
"Oh MY ... What are you doing? Waktu kita hanya tinggal setengah jam lagi, Honey," ucap Willow.
"Masih sempat. Lagi pula mansion Ethan dekat dari sini bukan?" ucap Dillon tersenyum menggoda dan mengangkat Willow ke atas meja kemudian membuka celana dalammnya.
Dillon yang memang baru keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk saja tadi. Jadi kini dia melepas handuknya dan langsung ke adegan inti.
"Jangan mencium bibirku. Lipstikku sudah sangat sempurna," ucap Willow.
Dillon tertawa pelan dan hanya mencium leher dan dada Willow yang sudah terbuka. Dillon langsung memasukkannya dan mulai bergerak dengan cepat.
"Aaahh ... Honey ... " desah Willow ketika Dillon semakin cepat menggerakkan pinggulnya.
Tangan Willow mencengkeram bahu lebar Dillon dan tangan Dillon menahan bokong serta pinggang Willow agar dia bisa memasukkannya lebih dalam.
Dillon menciumi dada Willow yang penuh dan membuat Willow mendesah. Tangan Willow mulai mengusap dada bidang Dillon dan menempelkan tubuhnya lebih dekat pada Dillon.
Tak berapa lama, Dillon pun melepaskan hasratnya pada Willow dengan perasaan puas. Dia berharap Willow bisa hamil kembali secepatnya.
Tetapi Dillon tak pernah membahas hal ini dengan Willow karena takut Willow akan kepikiran. Jadi dia hanya mengikuti takdir Tuhan saja tentang kehamilan Willow.
"Kita lanjutkan nanti malam, Baby," bisik Dillon.
"Jadi masih ada season kedua?" tanya Willow sembari menurunkan gaunnya yang tersingkap.
"Hmm ... Aku sedang tergila gila padamu. Sudah seminggu kita tak berhubungan, Sayang," jawab Dillon dan menuju kamar mandi kembali.
Willow membenarkan gaunnya dan memillih pergi ke kamar mandi di kamar sebelah agar keduanya sama sama cepat selesai.
"Aku senang melihat kau sudah kembali seperti dulu, Will," ucap Edna memeluk Wilow.
Edna baru saja pulang berlibur dari Paris dan dia cukup lama tak bertemu dengan Willow.
"I miss you, Edna," ucap Willow lalu mengusap lembut perut Edna yang mulai terlihat membuncit.
"Tenanglah ... Kau pasti akan mendapatkannya lagi," ucap Edna ketika Willow mengusap perutnya.
Willow tersenyum dengan wajah yang tak bisa diartikan. Dillon melihat momen itu dari jauh dan dia berharap Willow tak sedih karena mengingat kejadian itu lagi.
Pesta selesai hampir tengah malam. Willow dan Dillon pulang ke mansion pukul setengah 12 malam.
"Apa kita perlu berlibur, Honey?" tanya Dillon mencium tangan Willow dan tangan satunya berada di kemudi setir.
"Kau ingin berlibur?" tanya Willow balik.
"Hmm ... Aku ingin menghabiskan lebih banyak waktu denganmu. Aku merasa terlalu sibuk sebulanan ini," jawab Dillon.
"Meskipun kau sibuk, aku tak pernah kehilangan perhatian darimu," ucap Willow tersenyum.
Dillon tersenyum menanggapinya.
"Kita ke Swiss lagi?" tanya Dillon.
"Hmm ... boleh juga," jawab Willow dengan senyum cantiknya.
"Oke ... Dalam minggu ini kita berangkat," ucap Dillo.
Willow mengangguk kemudian mencium pipi Dillon.
"I love you," kata Willow.
"I love you so much more," jawab Dillon.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA..❤❤❤