TRAUMA LET ME TOUCH YOU

TRAUMA LET ME TOUCH YOU
#76



Siang itu, Willow tampak datang ke sebuah klinik kandungan. Ya, Willow ingin program hamil lagi karena sudah 2 bulan dia melepas alat kontrasepsinya tetapi belum hamil juga.


"Kandungan anda baik-baik saja dan sangat sehat, Nyonya. Nanti aku akan meresepkan vitamin penyubur saja. Tetapi nanti berat badan anda akan sedikit naik," ucap dokter itu setelah memeriksa Willow.


"Aku tak masalah dengan hal itu. Aku ingin segera hamil," jawab Willow.


"Baiklah. Kandungan anda sangat sehat. Mungkin dalam waktu dekat ini anda akan segera hamil. Lakukan sesuatu yang intens dengan suami anda. Anda bisa berbulan madu kembali, mungkin," ucap dokter itu tersenyum.


"Begitukah? Kurasa itu ide yang bagus," jawab Willow.


"Ya, anda bisa mencobanya," ucap sang dokter.


Setelah cukup lama berkonsultasi dengan dokter, Willow pun langsung menuju kantor Dillon. Willow mengendarai mobilnya sendiri.


Sesampainya di perusahaan Dillon, Willow tak langsung turun. Dia mengirim pesan pada Galy -- mertua tercintanya untuk datang ke California.


Willow mengungkapkan keinginannya untuk berbulan madu kembali bersama Dillon. Tak lama kemudian, Galy pun menelepon Willow.


"Halo, Sayang," sapa Galy.


"Mom ... Apakah mommy tak keberatan dengan hal itu?" tanya Willow.


"Tentu saja tak masalah, Sayang. Mommy akan ke sana dan menjaga anak-anak, lagi pula mommy sudah lama tak bertemu cucu-cucu mommy," jawab Galy.


"Maaf jika merepotkan mommy," ucap Willow.


"No ... Of course not. Besok lusa, mommy akan berangkat ke sana," kata Galy.


"Thank you, Mom. I love you," ucap Willow.


"I love you too, Honey. Bye," jawab Galy dan menutup teleponnya.


Willow tersenyum dan kemudian menaruh ponselnya ke dalam tasnya kembali. Setelah itu, Willow membuka pintu mobilnya dan segera masuk menuju ruangan Dillon.


Willow jalan menyusuri lobby dan tersenyum pada karyawan yang menyapanya. Hingga akhirnya Willow masuk ke dalam lift khusus yang langsung menuju ke ruangan Dillon.


Willow membuka pintu ruangan Dillon dan melihat Dillon yang masih fokus bekerja.


"Hai, Honey," ucap Willow yang membuat Dillon menoleh ke arah Willow yang baru saja datang.


"Apa ada sesuatu yang penting hingga membuatmu kemari, Sayang?" tanya Dillon yang kini beranjak dari kursinya kemudian menghampiri Willow, yang juga berjalan menghampirinya.


"Apa kau menginginkan sesuatu?" tanya Dillon.


Willow mengangguk.


"Katakan apa yang kau inginkan," tanya Dillon sembari memeluk pinggang Willow.


"Aku ingin berbulan madu bersamamu," jawab Willow.


Mata Dillon menyipit sembari tersenyum memandang wajah cantik Willow.


"Kau ingin berbulan madu?" tanya Dillon.


Willow mengangguk antusias.


"Aku ingin hamil secepatnya dan kita harus banyak menghabiskan waktu bersama lebih banyak," ucap Willow.


"Kita sering melakukannya, Sayang. Mungkin memang belum saatnya," balas Dillon.


"Kau tak setuju?" tanya Willow yang sedikit kecewa dengan tanggapan Dillon.


"Tentu saja aku setuju, Honey. Aku akan mengatur jadwalnya besok. Kau ingin kemana?" tanya Dillon mengecup hidung Willow.


Willow kembali tersenyum mendengar jawaban Dillon.


"Aku ingin ke Milan," jawab Willow.


"Baiklah, aku akan mengaturnya. Berapa lama kau ingin di sana?" tanya Dillon lagi.


"Seminggu saja karena aku tak mau merepotkan mommy terlalu lama. Mommy akan kemari besok lusa untuk menjaga anak-anak," jawab Willow.


"Oke, aku akan memenuhi keinginan istri tercintaku ini," kata Dillon dan sekali lagi mengecup bibir Willow.


"Thank you ... Kau memang yang terbaik," jawab Willow dan memeluk tubuh Dillon serta mengecup lehernya.




JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA...❤❤❤