
5 tahun kemudian ...
"Mommy, kita jadi berlibur ke Rusia minggu depan, kan?" tanya Daxon.
"Itu tergantung daddy, Dax," jawab Willow sembari menguncir rambut coklat Jeanette Moonset Robert -- sang putri cantiknya.
(Perkiraan dokter ga tepat ya gaeess...trnyata anak kedua Willow cewe..😁) Takdir Willow di tangan otor yaa😆
"Tapi daddy sudah janji, Mom," ucap Daxon lagi.
"Sayang, kau bisa berangkat terlebih dulu bersama uncle Damon jika daddy masih sibuk," jawab Willow yang masih sibuk dengan rambut Jean.
"Apakah uncle Damon akan kemari sebelum ke Rusia?" tanya Daxon lagi.
"Ya, tentu saja. Bukankah ada nenek di sini? Jadi uncle Damon akan kemari dulu bersama keluarganya," jawab Willow.
Daxon mengangguk dan keluar dari kamar Jean.
"Done, Honey," ucap Willow pada Jean.
"Thank you, Mommy," jawab Jean dengan senyum cantiknya.
"Mommy akan berganti baju dulu. Lalu kita akan ke kantor daddy," ucap Willow.
Jean mengangguk dan Willow keluar dari kamar sang putri yang bernuansa serba pink itu.
"Daaaxx ... Bersiaplah, kita akan berangkat ke kantor daddy sebentar lagi," teriak Willow pada Daxon yang tampak bermain bola basket di ruang tengah.
"Ya, Mom," jawab Daxon.
"Sayang, bukankah sudah ada lapangan basket di halaman belakang?" tanya Willow.
"Hanya sebentar saja, Mom," jawab Daxon yang masih mendrible bola basketnya mengelilingi ruangan tengah yang sangat luas itu.
Willow hanya menggelengkan kepalanya dan kemudian masuk ke dalam kamarnya. Dia segera berganti baju karena malam ini dia bersama anak-anak akan makan malam bersama Dillon di restoran atas undangan relasi Dillon.
Dan ini adalah makan malam keluarga karena ada 4 keluarga yang akan makan bersama. Setengah jam kemudian mereka pun berangkat ke kantor Dillon terlebih dahulu sebelum menuju ke restoran.
"Daddyyyyy ..." Teriak Jean dan berlari menghampiri sang daddy lalu memeluknya.
"Halo, Sayang," ucap Dillon dan mencium kedua pipi merah Jean.
"Apa kunciran rambutku cantik, Daddy?" tanya Jean memperlihatkan kunciran rambutnya pada Dillon.
"Tentu saja," jawab Jean.
Daxon juga menghampiri Dillon dan mencium kedua pipi Dillon. Dillon mengacak rambut brown gold sang putra tampannya itu.
"Daddy, aku sudah menyisirnya dengan sangat rapi," protes Daxon.
Dillon tertawa pelan dan semakin mengacak rambut Daxon.
"Kau tetap tampan meskipun rambutmu acak-acakan, Dax," ucap Dillon.
Willow ikut tertawa dan kemudian mengecup bibir Dillon.
"Kau belum selesai?" tanya Willow.
"Sudah, tunggu aku akan membereskannya. Kau sangat cantik, Honey," jawab Dillon sembari menurunkan Jean dari pangkuannya.
"Mommy selalu cantik, Dad," celetuk Jean yang disambut tawa oleh Willow dan Dillon.
Beberapa menit kemudian, mereka berempat pun keluar dari perusahaan dan menuju restoran. Sesampainya di sana keluarga mereka pun langsung saling berbaur.
Willow yang sudah cukup mengenal baik keluarga relasi Dillon tampak mengobrol akrab begitu juga dengan anak-anak mereka yang sudah bermain bersama dan saling bercerita. Dan beberapa anak dari mereka sekolah di satu sekolah yang sama.
"Bisakah kau tak mengikutiku?" kesal Daxon ketika seorang gadis kecil mengikutinya.
"Aku ingin bermain denganmu," ucap Lissa -- salah satu anak dari relasi Dillon.
"Tapi aku tak suka bermain dengan anak gadis. Mereka merepotkan," ketus Daxon.
"Aku tak merepotkan," jawab Rhea Adelard Volkov -- gadis kecil cantik yang berumur sama dengan Jean -- sang adik.
"Royce ... Bisakah kau menyuruhnya pergi?" tanya Daxon pada Royce yang notabene adalah kakak dari Rhea.
"Rhea ... Bermainlah dengan Jean dan anak perempuan yang lain," ucap Royce.
"Tidak, Kak. Aku suka bermain dengan kakak dan Daxon," jawab Rhea keras kepala.
"UUuurrgh ... Whatever," ucap Daxon kesal dan tak peduli.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤