
Willow mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tubuhnya bergetar dan air matanya sudah jatuh membasahi wajahnya.
Dillon berusaha mengejar Wiilow hingga akhirnya Dillon berada disamping mobil Willow. Dillon menyalakan klaksonnya agar Willow memelankan mobilnya dan berhenti.
Melihat hal itu justru membuat Willow panik dan tak mau berhenti meskipun sebenarnya dia tahu bahwa Dillon tak akan menyakitinya. Hanya saja Willow takut jika Dillon berani menyentuhnya lagi. Willow tak suka hal itu.
Dillon kemudian kembali berada di belakang mobil Willow karena ada truk dari arah yang berlawanan. Hingga di suatu tikungan, Dillon kembali menyalip mobil Willow dan tanpa disangka ada mobil dari arah berlawanan dan tabrakan pun tak terhindarkan lagi.
BRAAAAKKK!!!!...
Motor yang dikendarai Dillon tertabrak mobil dari arah yang berlawanan dan membuat tubuh Damon terpental keatas kemudian mendarat di atas mobil Willow yang ada di sampingnya.
Hal itu membuat Willow kaget bukan main sehingga dia menginjak rem mobilnya dalam dalam dan membuat tubuh Dillon jatuh keras dari mobil Willow ke atas jalanan aspal.
Tangan Willow bergetar hebat dan dia masih shock dengan apa yang barusan saja terjadi di depannya.
Tak ada tanda tanda Dillon berdiri di depan mobil Willow. Willow masih tak bergerak di kursi mobilnya hingga beberapa orang mengetuk kaca mobilnya untuk menyuruhnya keluar.
Willow kemudian tersadar dan membuka pintu mobilnya. Dia segera berlari menuju ke depan mobilnya. Willow menutup mulutnya karena terkejut melihat keadaan Dillon yang bersimbah darah dari kepala hingga kakinya.
Willow terduduk lemas dan air matanya semakin keluar.
"Apa yang sudah kulakukan?" gumam Willow lemas.
"Nona ... Are you okey?" tanya seorang pria di sebelah Willow sembari memegang bahunya.
"DON'T TOUCH ME!!!!" bentak Willow sembari memeluk tubuhnya sendiri.
Willow masih duduk lemas dan melihat keadaan Dillon yang sama sekali tak bergerak. Willow sudah pasrah apa yang akan terjadi nanti. Perasaan bersalah memenuhi dadanya.
Dillon masih tergeletak tak berdaya di atas jalanan aspal yang dingin karena tak ada yang berani menolongnya sebelum petugas medis datang.
Willow memandang wajah Dillon yang tertutup darah merah dan kemudian dia menutup wajahnya sendiri dengan tangannya lalu menangis sejadi jadinya.
Willow bahkan masih belum berani menyentuh Dillon yang keadaannya sudah sangat memprihatinkan itu.
"Tenanglah nona, dia masih bernafas. Berdoalah yang terbaik untuknya." kata seseorang yang memegang denyut nadi Dillon di leher dan tangan Dillon.
Willow tetap tak bisa berlega hati dengan apa yang orang itu katakan.
Dia akan mempertanggungjawabkan semua ini. Ini semua adalah salahnya. Jika saja dia berhenti dan berbicara baik baik pada Dillon mungkin ini tak akan terjadi.
15 menit kemudian, Polisi dan petugas medis pun datang. Mereka membawa Dillon ke rumah sakit. Sedangkan polisi meminta keterangan Willow.
Tetapi Willow tak menjawab apapun dan ingin menyusul Dillon ke rumah sakit. Hingga akhirnya polisi membawa Willow ke rumah sakit karena Dillon dan Willow saling mengenal.
Willow menuju ruang gawat darurat dimana Dillon ditangani oleh dokter. Dia berjalan mondar mandir dan panik di level tertinggi. Wajahnya membengkak karena terlalu banyak menangis.
Willow masih belum bisa dimintai keterangan oleh polisi termasuk pertanyaan tentang keluarga Dillon.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤