
Setelah makan malam, semua keluarga Robert tampak duduk di balkon lebar yang disana terdapat perapian unggun mini.
Willow menyiapkan banyak cemilan ringan untuk menemani mereka mengobrol. Willow suka jika rumahnya ramai karena dulu dia selau kesepian dirumah.
Bersahabat dengan Velvet, Vena dan Edna cukup membuat hidupnya berwarna. Dan kini dia semakin bersyukur karena diberikan keluarga baru sehangat keluarga Robert.
Setelah menghidangkan makanan dan minuman di meja lebar itu, Willow duduk disamping Dillon. Dillon merangkul bahunya dan Willow otomatis bersandar nyaman di dada Dillon.
Sembari mengobrol, tangan Willow tampak bermain main di atas paha Dillon dan itu membuat Dillon cukup panas dingin.
"Seharusnya kau tak menghidangkan terlalu banyak camilan, Honey," bisik Dillon di telinga Willow.
Willow menoleh ke arah Dillon dengan wajah herannya. Kemudian Dillon berbisik kembali di telinga Willow.
"Mereka akan semakin lama berada di rumah dan tak pulang pulang."
Willow akhirnya mengerti apa yang dikatakan Dillon. Dia tertawa pelan dan tangan Dillon kini tampak melingkar di pinggangnya dan bermain main di atas perutnya.
Willow sampai menahan tangan Dillon agar tak bermain di atas perutnya karena itu membuatnya geli.
Dillon melanjutkan aksinya dengan menciumi bahu Willow dan akhirnya Willow menoleh pada Dillon dan membelalakkan matanya karena masih ada anggota keluarganya mengobrol disana dan Dillon seakan tak peduli dengan hal itu.
"Dad ... Cuaca semakin dingin, sebaiknya mom and dad segera pulang dan beristirahat," ucap Dillon akhirnya.
Thea tertawa kecil mendengar modus sang kakak.
"Mom ... Sepertinya kita diusir oleh kak Dillon," ucap Thea.
Willow mencubit paha Dillon karena mengatakan hal itu.
"Hmm ... baiklah kami akan pulang karena mommy tak mau daddy sakit, yang akan membuat mommy repot nantinya," ucap Galy.
"Sayang ... Aku tak pernah merepotkanmu. Dan aku tak sakit sakitan," ucap Rey tak terima.
"Ya ya ... tapi sekalinya kau sakit, aku sama sekali tak boleh meninggalkanmu dari kamar. Ayo kita pulang, Pak Tua Yang Tampan," kata Galy menarik tangan Rey agar beranjak berdiri.
Thea dan Phoenix tertawa pelan mendengar hal itu karena memang daddy mereka sangat manja pada sang mommy apalagi ketika sedang sakit.
"Oke ... Oke ..." jawab Rey dan beranjak berdiri.
"Besok datanglah ke mansion, sayang," ucap Galy dan mencium pipi Willow.
"Ya, mom ..." jawab Willow tersenyum manis seperti biasanya.
Akhirnya semua keluarga Dillon pun berpamitan pulang. Setelah pintu tertutup, Dillon langsung menggendong Willow menuju kamar.
Dillon tetap ingin bermain lembut karena dia menghadapi Willow yang notabene pernah trauma dengan sentuhan.
TING TONG...
TING TONG ....
"Oh my God ... Apa lagi ini?" kesal Dillon karena kegiatannya selalu terganggu.
Willow menahan dada Dillon dan melepaskan ciumannya.
"Sepertinya ada barang yang tertinggal, Dillon," ucap Willow.
"Hmm, aku akan membukanya," jawab Dillon lemas.
Willow tersenyum geli melihat wajah lesu Dillon karena gangguan ini.
Dillon segera menuju pintu dan melihat Thea.
"Ada apa lagi, Thea?" tanya Dillon sedikit kesal.
"Ponsel daddy tertinggal di sofa, aku disuruh mengambilnya," jawab Thea tersenyum.
"Cepatlah ambil dan jangan kembali lagi," kata Dillon.
"Oke," jawab Thea dan langsung mengambil ponsel Rey yang tertinggal di sofa ruang tengah.
"Baiklah, aku pergi dulu. AKu janji tak akan kembali lagi. Nikmati malammu, Kak," ucap Thea sembari mengerlingkan mata birunya.
Lalu Dillon menutup pintunya dan segera pergi ke kamar. Dillon tak melihat Willow disana dan mencarinya ke walking closet.
Willow terlihat baru memakai lingerienya yang berwarna merah menyala dan tranparan sehingga memperlihatkan tubuhnya yang molek. Dia menoleh pada Dillon yang baru saja datang.
"Kau suka dengan baju ini? Aku membelinya tadi sore," ucap Willow dengan nada polosnya dan tentu saja itu membuat Dillon semakin tak sabar untuk menghajar Willow di ranjang.
"I love it," jawab Dillon dan menghampiri Willow lalu merengkuh pinggangnya kemudian mencium bibir Willow dengan lahap.
Willow bagaikan menyalakan lampu hijau ketika Dillon menciumnya dengan liar kali ini. Dan tangan Dillon sudah berpetualang masuk ke dalam lingerie Willow yang sangat transparan itu.
TBC....😁 NUNGGUIN YAAKK??😆
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAAA....❤❤❤