The Way to Marry You (KPdAM S2)

The Way to Marry You (KPdAM S2)
Kesempatan didalam ketampanan



Sinar matahari yang menerobos masuk ke dalam kamar, menghangatkan tubuh dua manusia yang masih bergelut dengan selimut yang sama. Terasa seperti melepas rindu setelah sekian lama berpisah. Dan jangan lupa tangan melingkar yang saling berpelukan, menambah rasa hangat di pagi hari yang cerah.


"Aku harus bangun, restauran harus buka." ujar Abel pelan tapi masih dalam pelukan Acarl. Sedangkan Acarl makin mengencangkan pelukannya seakan enggan melepaskan wanita yang menemani malamnya.


"Bukan hal mudah membawamu kemari," balas Acarl yang terdengar seperti komplain pada Abel yang semakin sibuk dengan pekerjaannya. Walaupun sudah pasti itu hal yang wajar karena Abel pemilik restauran yang sedang booming saat ini.


Abel tersenyum mendengar suara Acarl yang menggemaskan saat bangun tidur, memang Acarl nya tiada kurang dari segi manapun. Lihat saja sekarang, wajah bangun tidur yang tampan terpampang jelas didepan Abel. Sungguh pemandangan yang indah untuk mata hazel Abel yang baru terbuka.


"Acarl, pasti anak-anak mencariku kalau seperti ini!" ujar Abel yang merasa tak enak harus meninggalkan rekan-rekannya untuk keberapa kalinya ini.


Walaupun dirinya pemilik restauran, tapi tetap saja dirinya tidak mau meninggalkan tanggungjawabnya sebagai pemilik yang kompeten. Semua harus sesuai standar, dan harus ada kerja sama antara atasan dan juga rekan kerjanya.


"Kamu memikirkan anak-anak, tapi tidak memikirkan diriku yang semakin hari semakin sulit menemuimu." rengek Acarl yang membuat Abel tak habis pikir dengan jalan pikiran pria didepannya ini. Tingkah bayi Acarl mulai terlihat lagi setelah sekian lama, dan itu hanya ditujukan pada Abel seorang saja tentunya.


"Ish beneran! Aku harus kerja, kemarin aku udah membolos juga." ujar Abel sedikit kesal namun gemas dengan rengekan Acarl yang pastinya tidak bisa diganggu gugat.


Acarl perlahan melepaskan pelukannya, membuka matanya dan menatap wajah Abel dengan seksama. "Nanti malam tidur disini lagi." ujar Acarl yang akhirnya bangun lebih dulu dari tempat tidur dan meninggalkan Abel didalam selimut yang menutupi tubuhnya.


"Dasar bayi besar," gumam Abel seraya melihat pintu kamar mandi yang tertutup dengan Acarl didalamnya.


...****************...


Pagi ini, semangat Abel memuncak. Entah faktor apa, tapi Abel merasakan kalau pagi ini moodnya benar-benar diatas rata-rata. Berbeda dengan kemarin yang membuatnya deg-degan karena harus menyiapkan makan malam untuk orang tua Acarl dan garus berjumpa dengan tuan besar Xelone yang diam saja kepadanya.


"Setidaknya diriku pernah berjuang~" senandung Abel sembari memotongi wortel untuk masakan yang akan ia sajikan hari ini.


"Ehem! Berjuang apa nih?" goda Hera dengan tawa kecil dari gadis itu.


Abel tersenyum menanggapi tawa kecil Hera, dan jangan lupa tangannya yang aktif memukul pundak Hera dengan pelan. "Berjuang untuk masa depan." balas Abel dengan rasa percaya diri tingkat dewa.


"Berjuang mulu, sampai meninggalkan resto seharian penuh ya?" sindir Dani yang langsung mendapatkan lirikan tajam dari Abel yang sedang memegang pisau tajam dan wortel yang ia iris panjang-panjang.


Dani meringis melihat Abel yang memotong wortel seakan memberinya peringatan untuk diam. "Dasar perempuan cap joker! Kenapa tuan Acarl yang tampan itu menyukaimu ya?" tanya alias sindiran Dani untuk Abel.


"Karena Abelku yang cantik dan langka." balas seseorang yang berjalan mendekat pada para chef di restauran yang sekarang menelan ludahnya susah. Apalagi Dani yang mulai cengar-cengir karena ketahuan menggoda Abel dan langsung mendapatkan balasan langsung dari Acarl yang datang ke restauran Abel.


"Loh, kok kesini?" tanya Abel yang melihat pria yang sudah ia pastikan berangkat kekantor tapi datang kembali ke restaurannya. Sedangkan yang ditanya malah tersenyum lebar dan tak memperdulikan tatapan semua orang yang mengarah padanya. Maklumlah pria tampan masuk ke restauran yang lumayan ramai dengan karyawan Abel.


"Mau menyelamatkan istriku dari orang iri yang mengurusi hidup kita." jawab Acarl dengan melirik Dani, sedangkan yang lainnya menahan tawa karena ucapan Acarl yang jujur dan apa adanya.


"Yakin?" tanya Abel yang masih fokus dengan sayuran didepannya.


"Sebenarnya aku mau ada jumpa dengan klien disini jam makan siang nanti." jawab Acarl sambil menatap lekat wanita yang selalu mengisi hidupnya sejak hampir tiga tahun ini. Berbeda dengan Abel yang kini menatap binar ke arah Acarl, karena artinya kekasih hatinya itu juga melariskan restaurannya bukan?


"Kenapa nggak bilang ke aku?" tanya Abel namun dengan wajah semangat. Sementara Acarl langsung mengusap pucuk kepala Abel dan tersenyum pada wanita didepannya.


"Karena sekarang aku akan membantumu menyiapkan semuanya." jawab Acarl yang dimana pria itu sekarang masuk kedalam dapur dan mulai mengambil celemek yang ada di dapur itu.


Tentunya bukan hanya karyawan dan Abel yang terkejut, tapi para pembeli juga terkejut karena pria tampan dengan kemeja kantor berdiri di antara chef lainnya. Tatapan terpana dengan penampilan Acarl, mengundang bisik-bisik para wanita yang makan di restauran Abel. Sungguh ini membuat Abel tidak rela tapi harus ia akui kalau Acarl memang setampan itu saat terlihat serius dengan pisau yang ia pegang.


Terlihat sudah banyak sekali para pembeli yang mulai memanggil waiters untuk menulis pesanan mereka. Ya, inilah yang di sebut bisnis dengan menjual ketampanan. Dan yang untung adalah Abelrta Gourich Guston. Sungguh, bisnis restauran ini akan melonjak kalau Acarl ada disini dengan wajah tampannya.


"Wow, yang masak cogan ya? Jadi betah disini lama-lama."


"Besok kesini lagi yuk?!"


"Harus viral ini!"


"Beruntungnya aku hari ini libur, jadi bisa melihat pemandangan ini."


Kurang lebih seperti itulah bisik-bisik yang membuat senyum devil Abel tertarik dan mulai merasakan pentingnya punya pacar tampan untuk membantu usaha yang ia lakukan. Ingat SWOT, dengan Strange ( Kekuatan/ Kelebihan) yang berasal dari pacar sendiri demi bisnis lancar.


Seperti inilah peluang usaha yang bagus!


"Cih, padahal aku juga tampan!" decih Dani yang mulai melihat reaksi para pembeli yang terpana dengan penampilan Acarl yang sedang mengiris daging dengan arahan dari Abel disampingnya.


"Percaya diri sih boleh, tapi jangan terlalu tinggi!" balas Hera yang langsung di tertawa kan orang sekitar yang mendengarnya.


Tanpa memperdulikan tatapan orang lain, Abel sekarang sibuk mengajari Acarl memotong daging sesuai dengan ukuran dan masakan yang akan di masak. Berbeda dengan Acarl yang sekarang serius dengan daging didepannya, seakan dirinya sedang ujian praktek memotong daging dengan benar.


"Kalau megang pisau jangan begitu, nanti mudah tekena tangan!" ujar Abel mengingatkan Acarl dan mengajari pria itu cara benar memegang pisau.


"Sepertinya aku akan resign dari jabatan CEO," balas Acarl membuat keduanya tertawa bersama.


Momen langka yang akhirnya bisa Abel rasakan. Tanpa beban, berduaan dengan Acarl dan bisa tertawa bersama. Bahkan sampai membuat yang melihat iri akan kebersamaan mereka.


.


.


.


.


.


Hola semuanya🤭


Aku kembali nih 🤗


Jangan lupa like, komen dan vote ya 🤭


Dukung wajib 😂


See you next part:)