
Raut wajah pria yang Abel sayangi itu benar-benar berubah drastis setelah mendengar cerita dari Abel. Terlihat sendu, lemas dan seperti raut muka bersalah. Disitu Abel merasa harus mengeluarkan jurus keibuannya.
"Nih kenapa bibirnya gitu? Matanya juga, kok tajem banget!" goda Abel sembari mengikuti langkah Acarl yang entah akan kemana pria itu terus melangkahkan kakinya sekarang.
Setelah Acarl menelfon sekretaris Cheiz untuk membawa mobilnya, Acarl berjalan meninggalkan coffee shop tanpa ekspresi sama sekali. Bukan datar namun lebih pada sendu campur dengan marah. Entahlah bagaimana Abel bisa membaca ekspresi pria didekatnya ini.
"Iya-iya aku ngaku salah karena ngga izin kamu dulu." ucap Abel yang seketika dapat menghentikan langkah Acarl yang awalnya terus melangkah tanpa henti.
Abel yang berada dibelakang Acarl secara otomatis menabrak punggung lebar itu dan berhenti seperti yang dilakukan Acarl. Namun tiba-tiba Abel merasakan atmosfer dingin yang menyeruak ke dalam tulang-tulangnya.
"Ohh, sudah tau salah?" sarkas Acarl dengan wajah datarnya pada Abel.
Ekspresi Acarl benar-benar sama seperti saat pertama kali Abel melihatnya. Mata tajam Acarl menatap menembus ke arah mata Abel. Beruntung Abel pernah merasakan ditatap seperti itu, jadi sekarang Abel rasanya sudah kebal.
"I-iya aku tau aku salah. Tapi aku punya tujuan dan aku bermaksud...."
"Masuk ke kandang harimau ga selamanya bisa selamat kan? Kalau kamu mau memperjelas hubungan kita, ayo kita nikah lari!! Atau kalau tidak kita nikah sekarang juga aku pasti bisa. Apapun itu demi kamu." ucap Acarl tanpa menghiraukan tatapan orang-orang yang sedang berlalu lalang.
Di trotoar jalan, Abel dan Acarl benar-benar seperti suami istri yang sedang bertengkar. Bukan hanya itu fokusnya sekarang, karena wajah Acarl dan Abel sekarang ini sudah terekspos kemana-mana jadi tidak heran kalau banyak yang mengenalinya.
"Aku tau, tapi aku juga mau berusaha. Kamu selama ini yang selalu melindungiku, aku juga mau menjadi milikmu. Dan aku sadar kalau selama ini aku terlalu acuh karena hanya dengan kita berdua saja sudah cukup, tapi sekarang aku hanya mau memperjelas hubungan kita dengan cara yang adil dan sesuai alurnya." jawab Abel panjang lebar.
Jujur dalam hati Abel bukan ingin meremehkan Acarl. Dirinya tau Acarl pasti bisa melakukan apapun apalagi itu hal yang menyangkut dirinya, tapi Abel juga tidak ingin kalau dirinya hanya harus menonton saja. Abel ingin dirinya juga terlibat dalam proses memperjelas hubungan ini.
"Lalu caramu sekarang ini? Apakah jaminan akan berhasilnya tinggi? Apa-apaan kamu sampai merelakan restauran yang kamu dirikan dari nol itu?" marah Acarl yang merasa bahwa Abel benar-benar bodoh kali ini.
Merasa kalau suara Acarl akan semakin meninggi, Abel tanpa perlu pikir panjang lagi langsung menyeret Acarl ke halte bis yang tak jauh dari mereka berdebat. Dan kebetulan sekali ada bis yang datang, sehingga Abel dan Acarl bisa segera naik.
Didalam bis keduanya diam sampai akhirnya tujuan Abel sudah didepan mata. Pantai yang tenang tanpa ada gangguan, karena pantai yang Abel datangi dengan Acarl kali ini adalah pantai yang tidak memiliki daya tarik sama sekali. Tapi yang Abel cari sekarang adalah tempat sepi yang bisa meredam suara Acarl yang menggelegar.
"Aku tak ingin kalau sampai kamu menghancurkan reputasimu demi aku." ucap Abel seraya menatap pantai yang luas dengan hamparan pasir hitam namun bibir pantai yang kurang bersih.
"Bagaimana denganmu?" tanya Acarl sedikit judes.
Abel menghela napasnya, padahal Abel pikir tidak akan serumit ini menjelaskan pada Acarl. Abel benar-benar tidak menyangka kalau Acarl akan secemas ini mendengar Abel yang ingin memperjuangkan hubungan antara dirinya dan Acarl.
"Karena aku yakin kalau kita bisa bersama. Sudah berapa kali kita berpisah, dan selalu aku kembali padamu. Makanya aku yakin mengambil tindakan ini akan membuat hubungan kita semakin erat lagi. Untuk urusan restauran, kalaupun aku gagal tidak mungkin kamu akan diam saja bukan?" ucap Abel panjang lebar dengan pertanyaan diakhirnya.
Acarl yang awalnya belum bisa memadamkan api marahnya kini perlahan mulai mengecilkan api dalam dirinya. Melihat kekasihnya yang berjuang, Acarl mengerti bahwa Abel tidak menganggap remeh hubungannya. Dalam hati Acarl tersenyum, namun Acarl tetap ingin memarahi kekasihnya itu agar dirinya paham jika semua tak harus dipendam sendiri.
Cupppp......
Acarl yang sudah tidak tahan lagi mendengar ocehan Abel yang lucu, langsung saja memberikan kecupan manis di bibir kekasihnya itu. Rasanya jantung Acarl mau copot saat mendengar Abel berkata seperti itu. Mana mungkin Acarl menolak di culik wanita dalam rengkuhannya ini, kekasihnya yang lucu, cantik, pintar, semuanya pokoknya.
Bahkan bukan hanya dirinya saja. Semua orang yang diculik Abel pasti malah menyerahkan diri karena diculik wanita cantik seperti Abel. Abelrta Gourich Guston, berhasil kembali menaklukan hati Acarl Xelone. Menjalin hubungan dengan Abel bertahun-tahun ini, kata bosan tidak pernah terucap dari Acarl.
"Apa ini tandanya udah ngga marah lagi?" tanya Abel manja pada Acarl.
"Kapan aku bisa marah padamu?"balas Acarl dengan tawanya yang sudah tidak bisa ia tahan lagi.
Sekarang Abel bisa bernapas lega karena satu masalah sudah beres, tinggal masalah selama dirinya berada di kediaman keluarga Xelone yang belum selesai. Jika itu selesai, Abel akan menambahkan masalah lagi, sehingga Abel dapat menyerahkan masalah pada Acarl untuk selanjutnya.
"Kalau begitu aku harus pulang sekarang, tugasku harus diselesaikan kan? Supaya aku bisa menculikmu dengan tenang." ucap Abel membuat Acarl kembali tertawa sembari membayangkan dirinya yang di gendong Abel seperti menggendong karung beras.
"Baiklah, jadi sekarang aku tinggal menunggu sampai kamu menculikku kan? Aku tidak akan lari kemana-mana, jadi kamu tenang saja." jawab Acarl seraya mencubit kecil pucuk hidung Abel.
Keduanya beradu tawa selama perjalanan mengantarkan Abel ke rumah keluarga Xelone. Yap , kini mobil sudah berada di genggaman Acarl. Berterima kasih pada sekretaris Cheiz yang baik hati mau membantu Acarl yang seperti anak kecil selama bersama Abel.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
...Hai semua ☺️...
...Jangan lupa like, komen dan vote 🌼...
...Maaf ya kalau jarang up😭...
...See you next part:)...