
Didalam restauran yang sedang ramai pengunjung, Abel benar-benar tidak fokus sama sekali dengan pekerjaannya sekarang. Memotong sayuran, menumis bumbu, sampai akan menyajikan pada pelanggan juga tidak fokus.
Dan akhirnya Abel ditegur rekan kerjanya untuk segera mengambil jam istirahat terlebih dahulu sebelum dirinya menghancurkan seluruh isi dapur. Abel tak mengelak sama sekali, karena memang benar saat ini pikirannya sangat kacau.
Kemarin setelah kejadian itu, Abel langsung kabur dan lari meninggalkan Acarl sendiri di tepi jalan sambil mematung menatapnya yang berlari dengan kencang. Momen memalukan sekaligus momen bahagia bagi Abel, mendengar suara Acarl sampai dirinya di peluk oleh Acarl. Rasa selama dirinya tidak bertemu itu membuat Abel merasakan kembali momen-momen indah bersama Acarl.
"Huft! Abel!! Kenapa pria itu lagi sih?! Kan kita sudah sepakat untuk saling tak mengenal satu sama lain!" gumam Abel seraya mengetuk-ngetuk kepalanya dengan bolpoin.
"Tapi aneh juga melihatnya tidak terkejut bertemu denganku? Apa jangan-jangan dia memata-matai ku?" prasangka Abel yang semakin kemana-mana walaupun prasangka nya itu benar, karena Acarl memang memata-matai nya selama ini.
"Apa juga itu tunangan? Dengar darimana lagi dia? Punya cowo aja engga, apalagi tunangan!" kesal Abel saat terlintas suatu perkataan Acarl yang membuatnya sangat kesal, geram, dan gemas dengan pria itu.
"Ya sudahlah, anggap saja yang kemarin itu karena memang jalan takdir buat kita bertemu daripada aku mati konyol ditengah jalan!" putus Abel yang akhirnya memilih untuk berpikir kalau pertemuan kemarin bukanlah faktor kesengajaan dari seorang Acarl Xelone.
Setelah dipikir-pikir, ada baiknya juga hari ini Abel beristirahat lebih awal. Karena dirinya bisa melakukan panggilan video bersama keluarganya atau teman-temannya. Segera Abel mencari ponselnya dan menekan nomor yang akan menghubungkannya dengan orang-orang yang ia sayangi.
"Halo?" sapa seorang wanita paruh baya di seberang sana.
"Ibu, aku kangen!!" balas Abel setelah senyum manis ibunya menyapa dengan sangat indah untuk Abel.
"Ibu juga kangen loh sama putri ibu ini!" jawab nyonya Guston dengan senyum manis dan lesung pipi yang masih terlihat di kulitnya yang kian menua.
Lama sekali Abel menghabiskan waktu istirahat yang panjang ini bersama ibu dan ayahnya via video call. Sampai akhirnya waktu istirahat selesai yang membuat Abel bisa kembali bekerja seperti biasanya. Semua pikiran tentang sosok pria itu sudah menghilang dari benak Abel, namun tak lama kemudian pikiran itu kembali muncul tat kala netra nya menangkap sosok bertubuh tegap berada didepan restauran nya.
Pupil mata Abel terus mengikuti arah gerakan pria yang menghabiskan seisi pikirannya, sampai matanya membola saat pria yang ia lihat semakin mendekat kearahnya.
"Bonjour Chef Abel, je suis venu en tant que client. Mais j'espère bénéficier d'un traitement spécial de la part du chef en personne." (Halo Chef Abel, saya datang sebagai pelanggan. Tapi saya berharap dapat perlakuan khusus dari chef nya secara langsung.) ujar pria itu yang tak lain dan tak bukan adalah Acarl.
Napas Abel tercekat saat mata mereka bertemu dan sungguh hal yang diluar dugaan Abel kalau Acarl akan datang ke restauran nya. Mengalihkan pandangannya, Abel memutus kontak mata dengan Acarl terlebih dahulu dan berpura-pura sedang fokus dengan makanan yang sudah siap didepannya.
"J'entends beaucoup parler de vous, et cela me donne envie de vous rencontrer et de goûter votre cuisine."(Saya banyak mendengar tentang anda, dan itu membuat saya ingin bertemu dengan anda dan mencicipi masakan anda.) ujar Acarl walaupun tau dirinya sedang diabaikan wanita cantik didepannya.
Abel tak menjawab lagi seraya berharap agar Acarl mengerti dan pergi dari hadapannya sekarang. Walaupun dirinya tau seberapa keras kepalanya Acarl yang tidak mungkin akan pergi dengan sendirinya.
Tanpa disadari banyak pasang mata yang melihat keduanya, dan banyak juga bisik-bisik yang terdengar. Kebanyakan dari para pria yang menjadi pelanggan hari ini, dan pria-pria itu menyebut dirinya sebagai fans berat chef Abel. Entah sejak kapan berdirinya, tapi wajah cantik dan keahlian memasak yang dimiliki Abel mulai banyak diketahui orang-orang.
Sementara Abel yang sudah tidak tahan dengan tatapan para pria itu, memilih untuk menurunkan egonya dan mengahadapi Acarl yang masih berada didepannya.
"Désolé monsieur, je suis vraiment occupé aujourd'hui. Donc désolé je ne peux pas répondre à votre demande." (Maaf pak, saya sangat sibuk hari ini. Jadi maaf saya tidak bisa menjawab permintaan Anda.) ujar Abel dengan tatapan ramah sebagai orang yang bertanggung jawab disini.
Acarl yang melihat senyum paksa Abel, tak tahan menahan tawanya. Benar-benar Abel belum berubah, masih menjadi gadis menggemaskan seperti yang Acarl kenal selama ini. Tapi sangat disayangkan, sekarang dirinya tak bisa mencubit ataupun mencium gadis didepannya ini.
"Kalau begitu, bukankah ada hutang yang perlu anda bayar pada saya, Nona?" tanya Acarl yang beralih menggunakan bahasa dari negara asalnya.
Abel tampak mengerenyit sejenak sebelum akhirnya kembali tersenyum. "Wah, saya benar-benar tidak menyangka kalau anda berasal dari negara yang sama dengan saya. Tapi maafkan saya tuan, kapan saya berhutang pada anda?" balas Abel tak mau kalah.
Inikan sifat aslimu Acarl Xelone? ~batin Abel.
Dan akhirnya sebelum reputasi Abel hancur dihadapan para pelanggan, Abel memilih untuk ikut dengan Acarl. Walaupun benar-benar Abel malas untuk meladeni permainan Acarl yang sangat kekanakan.
Tapi belum juga Abel tersadar dari lamunannya, dirinya sudah diangkat ala bridal style dengan pelaku yang tak lain adalah Acarl. Tentu saja Abel terkejut karena Acarl yang tiba-tiba menggendongnya, apalagi pria itu malah membawanya ke dalam mobil dengan orang didalamnya yang sangat Abel kenal. Cheiz.
"HEI! TURUNKAN AKU! APA KAU TAU KALAU AKU BISA BERTERIAK!!" pekik Abel yang tak di pedulikan Acarl.
Sampai mobil melaju meninggalkan area restauran, tak ada yang bisa Abel lakukan sekarang. Karena sangat percuma jika ia berontak atau yang lainnya.
Selama perjalan juga Abel memilih diam sembari mengingat-ingat jalan yang ia lalui. Siapa tau si Acarl itu akan membuangnya di tepi jalan karena marah padanya karena kejadian masa lalu.
Yah sekarang Abel berakhir di gendongan seorang Acarl lagi, hanya diam karena sangat sangat percuma untuknya lari sekarang. Dan disinilah dirinya sekarang, dihadapan tiga orang pria dengan jas kantor yang rapih.
"Nona Abelrta Gourich Guston, ingatlah sekarang anda berada di pihak B. Dan dipihak A sekarang ada Tuan Acarl Xelone yang duduk dihadapan anda." ujar seorang pria yang belum Abel kenal tapi wajahnya tak asing.
"Terserah." balas Abel dengan tak acuhnya.
"Baik saya mulai. Kemarin tepatnya tanggal Dua puluh tiga bulan April, pihak A yaitu Acarl Xelone sudah menjadi warga baik dengan menyelamatkan pihak B yaitu Abelrta Gourich Guston. Disini, saya sebagai pengacara pihak A diminta untuk memberikan surat ini yang menyatakan bahwa pihak B berhutang pada pihak A yang sudah menyelamatkan nyawa anda. " ujar si pengacara yang tentu saja membuat Abel terkejut. Hutang?
"HEI! Saya tidak meminta dia untuk menyelamatkan saya!" ujar Abel yang tak terima tiba-tiba itu dianggap sebagai hutang.
"Bila anda tidak setuju maka akan ada konsekuensinya sendiri."
"Gila!"
.
.
.
.
.
Hola semua 🤗
I'm back 🌼
Don't forget to like, komen dan vote ya 🤭
Dukung wajib 😂
See you next part:)