
Berpacaran, sepertinya kata yang menjadi bunga mekar di hati Acarl. Tapi bukan berarti Abel akan bahagia kalau bunga Acarl mekar, karena pada dasarnya Abel makin pusing sampai Abel membenci wangi bunga sekarang. Bukannya romantis, tapi sekarang sudah saatnya Abel berpikir untuk mengatasi masalah yang datang karena Acarl ini langsung pada tersangkanya!
Kejadian di kedai gelato sudah berlalu, dan selama itu rasanya neraka Abel baru dibuka. Abel si gadis pemberani beralih memiliki phobia dari kejadian aneh yang ia alami kurang lebih tiga hari ini. Dan tersangka utama dari setiap hal yang terjadi ini bukan hal yang perlu di rahasiakan lagi identitasnya, sudah pasti juga tersangkanya adalah Acarl!
Setelah Abel mengatakan agar tahap hubungan mereka naik tingkat menjadi pacar, Acarl benar-benar kehilangan kendali sampai-sampai membuat Abel kesusahan karena....
Day 1
Senyum merekah dari Abel saat terbangun dari tidurnya, menyambut pagi yang cerah yang mungkin biasa saja tapi sangat cerah bagi Abel karena suasana hatinya yang bagus. Ditambah lagi, saat Abel ingin berangkat bekerja dirinya menemukan setangkai mawar yang berjejer menuju tempat dimana banyaknya bunga mawar yang terikat menjadi satu berada. Dengan note manis yang berada di tengah-tengah bunga, menambah senyum manis Abel.
Morning pacar:) have a nice day nafas kehidupanku 🌹
Day 2
Pertama kali merasakan masa berpacaran, Abel benar-benar ingin berekspektasi penuh agar menikmati masa ini dengan sebaik-baiknya. Sampai dirinya membuka pintu dan menemukan jejeran mawar lagi, namun kali ini berwarna pink sedangkan kemarin berwarna merah. Seperti kemarin, note kecil berada di tengah ikatan mawar yang besarnya melebihi tubuhnya.
Kalau kamu mau hitung jumlah mawar ini, itulah jumlah baterai ku saat aku memandangi mu. Benar-benar 100% full tanpa kurang sedikitpun. 🌺
Day 3
Rasanya sekarang Abel ingin menutup matanya saat membuka pintu, karena dugaannya benar pasti akan ada mawar lagi di depan kamarnya. Dan kali ini mawar berwarna putih bercampur orange ada didepannya. Dengan note kecil yang menyempil di tengah-tengah.
Meeting menyebalkan, aku harus menahan diri untuk tidak mendatangimu dulu. Rasanya aku sudah rindu padamu. 🏵️
Dan semua berlanjut sampai pada hari ketujuh sampai membuat Abel sangat-sangat eneg dengan aroma mawar sekarang. Benar-benar Abel berjanji pada dirinya sendiri akan membunuh Acarl yang membuatnya harus menanggung penderitaan terhadap aroma mawar sekarang juga!
...----------------...
Suasana kantor yang damai tanpa ada masalah di hari yang sedikit mendung ini. Benar-benar suasana yang nyaman sekali untuk mengambil bantal dan selimut lalu mensejajarkan tubuh untuk tidur dengan nyaman. Yah begitulah perkiraan semua orang yang berada dalam kantor, yang tak lama kemudian pikiran mereka melayang begitu saja saat suara kaki melangkah seakan ingin meruntuhkan bangunan tempat mereka bekerja.
"Selamat pagi non-" ucap sekretaris Cheiz yang terpotong saat menyapa kedatangan Abel. Tentu saja karena Abel yang menghiraukan semuanya dan nyelonong masuk ke dalam ruangan Acarl.
Brak.....
Suara pintu yang terbanting mengenaskan, membuat dada semua orang yang ada di kantor berdisko. Suasana yang mendung juga, semakin menambah atmosfer dingin yang sempat mempersulit semua orang untuk bertanya-tanya apa yang sedang terjadi.
Begitu juga dengan pria yang berada dalam ruangan, dan ada seorang pria lagi yang sepertinya orang yang bekerja padanya. Dengan isyarat mata, orang yang tidak dikenal Abel itupun langsung pergi setelah mengucapkan salam. Pria didepan laptop yang tak lain adalah Acarl, mengikuti arah datangnya wanita cantiknya.
Pandangan matanya berhenti saat wanitanya itu duduk diatas meja yang ada didepannya. Laptopnya yang berada di atas meja juga harus bergeser dengan mengenaskan agar si wanita bisa duduk dengan nyaman menghadap ke arah Acarl.
"Sa-sayang, ada sofa disana. Jangan duduk disitu, keras." ucap Acarl mendadak gagap saat matanya menatap raut wajah yang sedang marah padanya.
Tak ada jawaban, Acarl benar-benar bingung sendiri harus berbuat apa sekarang. Ini kali pertama untuknya melihat wanitanya berubah menjadi singa atau apalah sebutan untuknya sekarang. Dan kebingungan Acarl bertambah saat wanitanya turun dan langsung memojokkan dirinya diantara tembok dan tubuh wanitanya itu.
"Sayang, apa kamu sudah makan dengan benar akhir-akhir ini?" tanya wanitanya yang tak lain adalah Abel. Abel menatap Acarl dengan senyumannya yang dimana malah membuat Acarl ikut tersenyum miris akan nasibnya yang sudah ia tebak dari raut wajah Abel.
"Huh, apa aku terlalu mempesona hari ini? Kenapa wajahmu tegang sekali?" lanjut Abel semakin membuat Acarl kesulitan menelan ludah. Benar-benar diluar dugaan, karena Abel yang terlihat seperti wanita lemah lembut ternyata ada sisi yang menakutkan.
"Sa-sayang apa aku berbuat s-salah hari ini?" tanya Acarl membuat raut wajah Abel langsung berubah sedih dan akhirnya Acarl bisa bernapas lega karena Abel sudah mundur beberapa langkah dari dirinya.
"Bagaimana mungkin Acarl Xelone berbuat salah padaku? Bahkan akhir-akhir ini aku sangat bahagiaaaa sekali. Sampai-sampai aku merindukanmu dan datang kesini!" ucap Abel dengan raut wajah sedihnya dan Acarl mencoba memahami arti dari apa yang Abel katakan. Dan menurut kamus para perempuan pasti artinya sangat berbeda dari apa yang diucapkan.
Kalimat pertama pasti artinya aku berbuat salah pada Abel, dan kalimat kedua dia sangat kesal padaku akhir-akhir ini. Lalu kalimat ketiga saking kesalnya dia datang padaku hari ini! Itu artinya dia sedang marah padaku sekarang! Tapi inti dari itu, apa yang membuat dia marah padaku? ~ batin Acarl yang berpikir mencari jawaban dari apa yang terjadi sekarang ini.
Dan benar saja, tetap saja zonk kalau Acarl mencari jawabannya. Benar-benar perasaan perempuan itu sulit ditebak, dan yang bisa Acarl lakukan sekarang hanyalah...
"Sayang, hukum aku sekarang!" ucap Acarl sambil tertunduk tak berani menatap Abel. Apa ini yang namanya suami takut istri tapi belum menikah?
"Huh, akhirnya paham juga!" balas Abel yang lalu duduk di sofa memijat keningnya yang masih merasa pusing dan juga perutnya mual. Benar-benar efek bunga itu sangat menguras tenaganya.
Acarl yang masih berdiri tertunduk akhirnya mengangkat kepalanya dan menatap Abel yang sedang memijat keningnya. Dengan perhatian penuh, Acarl memanggil Cheiz untuk mengambilkan teh hangat. Ya pada akhirnya Acarl langsung mendekati Abel.
"Apa kamu sakit kepala?" tanya Acarl yang tidak mendapatkan jawaban apapun dari Abel.
Teh datang dan segera Acarl mengambilnya dan berniat memberikannya pada Abel. Tapi....
Tiba-tiba Abel berlari ke kamar mandi dan yup, membuang segala unek-unek yang ada di perutnya. Sudah pasti Acarl langsung cemas dan menghampiri Abel, lalu memijat tengkuknya berharap bisa sedikit membantu Abel.
Dengan sigap Cheiz sebagai orang yang berada di tempat kejadian juga langsung bergegas memanggil dokter pribadi Acarl. Sementara Acarl berusaha menenangkan Abel sebisanya, sampai akhirnya Abel berhenti dan bersandar pada dada bidang Acarl. Badannya benar-benar merasa lemas sekarang, dan dengan penuh perhatian Acarl membopong Abel ke ruangan istirahatnya.
.
.
.
.
.
Hai semuanya 😭
Maafkan aku yang baru muncul setelah sekian lamanya😭
Tentu saja aku rindu sama kalian😭
Tapi memasuki status maba membuat author mau tidak mau harus berkutat dengan tugas:)
Terimakasih buat semuanya yang masih menunggu:)
Love u all❤️
See you next part:)