The Way to Marry You (KPdAM S2)

The Way to Marry You (KPdAM S2)
Bertemu



Sejak awal menginjakkan kaki di Perancis, Abel benar-benar sudah disibukan dengan banyak hal yang harus ia pelajari. Tapi hari ini, Abel akhirnya merasakan libur walau hanya sehari. Dan kini wanita itu memilih untuk berjalan-jalan disekitar taman kota yang tak jauh dari restauran nya.


Hawa yang berbeda dari negaranya, lumayan membuat Abel merasa segar. Berbeda dengan kota di negaranya, disini semua masih terasa asing baginya. Dari gedung, pepohonan, dan juga orang-orang yang melintas. Sangat berbeda!


"Boleh juga kalau setiap pagi aku kesini." gumam Abel seraya menikmati suasana damai walau diperkotaan ini.


Di bangku taman, Abel duduk untuk beristirahat sejenak. Menutup matanya dan menengadahkan kepalanya, Abel mencoba menikmati segala hal yang ada disekitarnya. Aroma bunga yang baru mekar, udara sejuk, aroma manis dari makanan-makanan yang ada disini.



Tuileries Garden merupakan taman umum yang berada di antara Louvre dan Place de la Concorde. Sudah pasti kali ini Abel bertemu banyak penduduk asli dari negara ini, dan sudah pasti Abel bisa melihat keindahan kolam juga.


Tapi semua keindahan itu seakan menghilang, saat Abel berdiri dan hendak melangkahkan kembali kaki-kakinya. Pemandangan yang benar-benar membuatnya flashback terjadi. Taman, luar negri, dan orang yang mengisi hampir seluruh hatinya.


Acarl, nama yang sudah jarang disebut kini berada tepat di hadapan Abel. Seorang pria yang memiliki kisah bersama Abel, seorang pria yang benar-benar ada dalam kehidupan Abel, seorang pria yang entah sejak kapan mulai mengabur dari pikiran Abel.


"Bonjour Mademoiselle" (Halo nona,) ujar Acarl dengan senyumnya yang sudah sangat familiar bagi Abel.


 


Di sebuah kedai kopi yang tak jauh dari taman kota, Abel dan Acarl duduk berhadapan dengan suasana sunyi tentunya. Tak ada dari mereka yang membuka suara lebih dulu sejak mereka sampai di kedai.


Abel dengan capuccino, dan Acarl dengan americano.



Dan jangan lupa menu sarapan ala Perancis yang mendunia. Croissant.



Karena makanan sudah sampai, minuman sudah sampai, tapi topik pembicaraan yang tak kunjung ada. Jadi, Abel memilih saja untuk segera menyantap makanannya tanpa melihat Acarl yang masih menatap Abel.


Sebenarnya mereka juga tidak mengobrol apapun sejak bertemu tadi, karena Abel segera mendahului Acarl dan pergi ke kedai ini. Sedangkan Acarl langsung saja membuntuti Abel dan ikut memesan juga duduk di hadapan Abel.


"Bagaimana kabarmu?" tanya Acarl memulai pembicaraan.


Hening, Abel tak menjawab apalagi menoleh pada Acarl. Dan Acarl memaklumi semua itu, karena Abel pernah bilang bukan? Kalau dirinya dan Abel harus seperti orang tak kenal satu sama lain. Dan Abel masih memegang perkataannya, tapi Acarl tak sanggup untuk melakukan itu. Karena Abel adalah seseorang yang istimewa di hatinya.


"Ehem, saya dengar anda sudah memiliki tunangan?" tanya Acarl lagi tapi tetap sama, karena Abel masih diam tak merespon apapun yang Acarl katakan. Walaupun dalam hatinya Abel ingin berteriak sekencang-kencangnya.


"Tunangan? Siapa lagi coba yang kasih info kayak gini!" batin Abel menjerit.


"Anda memang benar, mungkin ada yang lebih baik dari saya sampai anda sekarang bisa bertunangan dengannya." lanjut Acarl yang makin membuat Abel geram. Ingin rasanya Abel untuk mencakar wajah Acarl sekarang.


Acarl yang melihat Abel tak merespon apapun, akhirnya memilih untuk memakan makanannya yang sama dengan Abel. Dalam diamnya, Acarl merasa bahwa memang benar kalau Abel sudah bertunangan. Yah sudah pasti ia membenarkan itu karena Abel tak menjawab sama sekali.


"Apa tunangan anda tidak ikut kemari?" tanya Acarl membuat Abel sudah tak tahan lagi untuk membanting piringnya sekarang. Beruntung Abel paham situasi dan kondisi, jadi piring didepannya tak melayang dengan mengenaskan seperti apa yang ia inginkan.


"Maaf tuan, sepertinya informan anda benar-benar gaji buta! Tunangan? Saya belum ada rencana seperti itu! Apalagi memiliki hubungan dengan orang lain. Maaf sepertinya anda salah orang kalau anda masih menganggap saya memiliki tunangan. Terimakasih!" balas Abel yang kemudian berdiri meninggalkan Acarl yang masih mematung ditempat setelah mendengar kata-kata mutiara dari seorang Abelrta Gourich Guston.


"Belum tunangan? Itu artinya?" batin Acarl tersenyum.


Dengan hati yang sangat bungah, Acarl menyusul Abel dan dengan senang hati mengikuti Abel dari belakang. Setelah mengetahui Abel berada di Perancis, dan kebetulan sekali dirinya sedang bertugas di Perancis jadi inilah yang dinamakan jodoh bukan? Acarl langsung mencari keberadaan Abel, dan hari ini bukanlah kebetulan tapi Acarl sudah merencanakannya.


Berjalan sesuai dengan irama Abel, Acarl sangat tahu kalau sosok wanita didepannya ini sangatlah menyukai taman yang penuh bunga. Seperti dua tahun terakhir yang penuh dengan kebahagiaan dirinya dan Abel di taman penuh bunga.


Dari belakang, Acarl melihat sosok wanita yang belum berbeda sama sekali sejak terakhir kali ia melihatnya. Dan itu membuat Acarl merasa bahwa rindunya selama ini, terobati hari ini.


"Apa anda tidak sibuk sampai mengikuti saya terus?" tanya Abel tanpa menoleh kebelakang dan tanpa menghentikan langkahnya.


"Hari ini saya libur, dan hari ini hari yang indah untuk menikmati taman bunga." jawab Acarl dengan senyumannya yang merasa lucu pada Abel yang menanyainya tanpa menoleh padanya.


"Baiklah, nikmati saja taman kota ini. Sebentar lagi sudah keluar dari taman kota, dan saya harap anda tidak mengikuti saya lagi." ujar Abel dengan nada dingin namun mampu membuat Acarl gemas. Rasanya seperti saat Acarl diperlakukan dingin saat Abel sedang datang tamu, dan Acarl sudah terbiasa dengan ini.


"Wah! Sudah lama sekali saya tidak berkeliling di Perancis. Sepertinya saya akan berjalan-jalan sampai luar taman kota." balas Acarl yang tak dipedulikan Abel.


"Dasar Acarl bodoh! Bagaimana mungkin aku bisa membencimu kalau sifat konyolmu masih sama saja! Padahal susah payah aku mau melupakan mu!" batin Abel yang entahlah harus menanggapinya seperti apa.


Taman kota sudah lewat, dan jalan raya mulai terlihat ramai didepan Abel. Memang ini hari libur, jadi tentu saja kalau jalanan ramai. Yah, tapi semua masib tertata rapih walaupun ramai jalanan dipenuhi pejalan kaki dan mobil.


Abel masih dalam pikirannya, berjalan dengan tatapan kosong. Sungguh Abel ingin sekali memeluk Acarl saat ini, tapi ia sudah memutuskan untuk meninggalkan Acarl karena dirinya dan Acarl bukanlah pasangan yang sebenarnya.


Saat kakinya terus melangkah, Abel tak sadar bahwa kakinya sudah menginjak aspal yang artinya....


TIN TIN TIN......


Greb!!!


"Regardez la façon dont madame!" (Lihat jalannya nona!) marah seorang pengemudi yang hampir menabrak Abel yang tiba-tiba akan menyebrang jalanan yang ramai.


Kalau saja...


"Apa anda tidak apa-apa?" tanya Acarl seraya memeluk Abel yang menatapnya.


Benar, sekarang posisinya Abel berada dalam pelukan Acarl karena Acarl lah yang menyelamatkan Abel dari tabrakan yang hampir saja terjadi. Dan Abel akui, bahwa Acarl tambah kurus walaupun wajah tampannya masih ada.


"Terimakasih."


"Berhati-hatilah, hidupmu lebih berharga daripada aspal disana!"


"Dan jangan sakit." lanjut Acarl membuat hati Abel menghangat. Ini Acarl yang ia kenal, suaranya yang lembut dan menenangkan. Abel akui, ia rindu!


.


.


.


.


.


Halo hai 😘


Aku comeback 🤭


Jangan lupa like, komen dan vote ya 🤭


Dukung wajib 😂


See you next part:)