The Way to Marry You (KPdAM S2)

The Way to Marry You (KPdAM S2)
H-7



Kabar tentang pernikahan Acarl dan Abel terdengar sampai hampir seluruh dunia. Ingat kan kalau Abel adalah koki yang pernah masuk TV? Ya karna itulah pemberitaan ini menjadi besar sampai-sampai penggemar pasangan Acarl-Abel jadi heboh sendiri.


Pernikahan seorang koki cantik dengan CEO tampan. Kira-kira seperti itu headline yang tertera di setiap berita. Sampai membuat kedua mempelai ngeri sendiri untuk keluar rumah atau membuka internet. Mereka sendiri lupa kalau mereka pernah memiliki skandal sampai akhirnya sekarang mereka harus menanggung berita-berita yang sudah menyebar luas.


Lebih tepatnya semua ini berasal dari Acarl. Ceritanya saking bahagianya, tanpa sadar Acarl berjalan ke kantor dengan senyum membuncah karena akhirnya setelah sekian lama dirinya dan Abel akan menikah. Sampai pada titik bahagianya, Acarl mengucapkan pada divisi-divisi bahwa pekerjaan harus berjalan lancar sebelum pernikahannya dimulai.


Dari situlah sekarang Acarl duduk melamun karena mendapatkan ceramah dari Abel karena kecerobohannya. Dari sini Acarl menyadari kalau kebahagiaan berlebihan juga tidak bagus. Padahal Abel menginginkan pernikahan yang sederhana tapi mengusung konsep yang sakral. Kalau sudah begini, pasti wartawan akan berebut informasi nantinya.


"Acarl Xelone! Bagaimana sekarang?" tanya Abel dengan nada tegasnya yang mengintimidasi Acarl.


"Hahaha, aku lupa kita seterkenal itu." jawab Acarl dengan tawa konyolnya.


Cukup membuat Abel jengkel, tapi lucu juga melihat ekspresi Acarl yang kebingungan ia marahi. Tapi jujur saja, Abel sendiri juga sangat bahagia karena penantian yang cukup lama ini membuahkan hasil yang diluar ekspektasi. Semua keluarga menyetujui, dan tak ada musuh lagi dalam lingkungannya.


Hari ini jadwal Abel untuk memeriksa gaunnya. Saat mendengar kabar pernikahan Acarl dan Abel, Clara ikut senang dan akhirnya membuatkan gaun pengantin khusus untuk Abel. Clara teringat saat Abel diculik, dirinya pernah mengatakan akan membuatkan Abel gaun kalau Acarl berhasil menemukan Abel.


"Kak, berhati-hatilah disana. Temukan kakak iparku segera, lalu menikahlah. Disini aku akan merancang gaun untuk kakak ipar." ujar Clara yang ikut mengantarkan Acarl ke bandara. (KPDAM s1)


Dan disinilah Abel, melihat rancangan gaun dari Clara. Benar-benar membuat Abel terlihat seperti bidadari yang cantik. Seakan pernikahan ini adalah keajaiban besar setelah apa yang Abel dan Acarl lalui. Bahkan Clara ingat betul pernah memarahi Abel, memusuhi Abel, dan siapa sangka Abel akan menjadi kakak iparnya.


"Okey kakak ipar! Perlu sedikit dibenahi di bagian pinggang, aku akan membuatnya menjadi sangat cantik!!" ucap Clara membawa gelak tawa antara Abel dan Clara.


"Tolong ya adek iparku!" jawab Abel yang tambah membuat tawa diantara mereka berdua.


Kalau Clara saja sebahagia ini, apalagi dengan Abel. Walaupun sekarang dirinya sedang ngambek dengan Acarl karena kasus itu. Tapi dalam lubuk hatinya yang mendalam, sebenarnya Abel tidak semarah itu. Karena mungkin saja semesta sudah mengaturnya agar pernikahan Abel dan Acarl terabadikan dengan baik.


"Aku mau kita berkumpul dulu sebelum menikah!!" ucap Abel yang langsung diangguki Clara.


"Kalau begitu, lebih baik kita adakan pertemuan dulu!" saran Clara yang langsung mendapat kedipan mata dari Abel.


Falida yang sudah memiliki anak, Clara yang sedang mengandung dan akan melahirkan dalam waktu dekat. Sementara Abel baru akan merintis rumah tangganya. Dari sini Abel bisa bertanya-tanya pada Clara, dan Clara bisa bertanya-tanya pada Falida. Dipikir-pikir lucu juga perpaduan persahabatan mereka ini.


Segera Abel mencari tempat dan mengabari Falida untuk berkumpul bersama. Tanpa para suami pastinya, karena Acarl masih mengira Abel masih dalam mode ngambek dengan Acarl sekarang. Yang sudah pasti, seorang tuan muda Xelone itu sekarang sedang bingung bagaimana meminta maaf pada Abel. Padahal pernikahan mereka tinggal satu Minggu lagi.


Dan sekarang tiga wanita berkumpul dengan penampilan mereka yang baru. Pembahasan yang benar-benar membuat mereka bertiga melupakan masalah apa yang mereka rasakan hari ini. Melewati banyak hal yang sudah terjadi, pernikahan Abel dan Acarl terasa seperti penutup kisah remaja mereka.


"Melihat dia gila kalau kamu tidak ada, pasti sekarang dia sedang frustasi!" ucap Clara dengan tawa diakhirnya yang menggelegar seraya membayangkan manusia bodoh yang sayangnya menjadi kakaknya.


"Apa Tuan Acarl separah itu?" tanya Falida dengan polosnya membuat Abel dan Clara semakin tertawa lagi.


Abel ikut membayangkan bagaimana wajah Acarl sekarang. Sebenarnya kasihan juga membuat lelaki itu terus merasa bersalah, tapi Abel tidak sanggup untuk melepaskan momen yang menggemaskan ini. Mau gimana lagi, Acarlnya hanya miliknya. Tidak boleh ada yang mengambil Acarlnya.


"Sebenarnya aku juga ngga tega liat dia kayak gitu, tapi dia menggemaskan!!" ujar Abel seraya memperagakan tangannya seolah mencubit pipi karena gemas.


Suasana hening sesaat membuat mereka mengambil napas setelah tertawa menertawakan tingkah Acarl jika tanpa Abel dalam hari-harinya. Suasana kembali ada manusianya saat Clara memulai topik untuk memecah suasana yang tiba-tiba hening.


"Ternyata selama itu ya perjalanan kalian?" tanya Clara pada semesta membuat Abel tersenyum menanggapinya.


"Sejak kapan kau jadi sepayah ini?" tanya Falida dengan entengnya.


"Sejak dunia memaksaku untuk menyatukan banyak hal." jawab Abel.


Pertemuan hari ini selesai, membuat Abel segera pulang ke rumah orangtuanya. Kali ini Abel akan menghabiskan waktu yang banyak dengan orangtuanya. Dan spesialnya hari ini, kakaknya yang selalu sibuk itu akhirnya mengambil cuti sampai pernikahan Abel selesai.


Pertengkaran kecil antara Abel dan Vano menjadi pemandangan sehari-hari Tuan dan Nyonya Guston. Ternyata tidak seburuk itu kalau menjadi keluarga seutuhnya sebelum menikah. Kalau saja keluarganya masih payah seperti dulu, mungkin saja Abel akan membangun kehidupan baru tanpa perasaan mempunyai keluarga sebelumnya.


"Kak! Jangan pernah ambil sayap ayamnya!!" perintah Abel pada kakaknya yang hendak mengambil sayap yang tersisa satu di piring.


"Sistem siapa cepat dia yang dapat itu masih berlaku adikku sayang!" balas Vano tidak mau mengalah pada adiknya.


Kedua orangtuanya sampai geleng-geleng melihat tingkah anak mereka yang ajaib. Sungguh pemandangan yang didambakan semua orang tua di dunia. Jujur saja sedikit tidak adil karena datangnya pemasangan ini hanya dalam waktu yang singkat.


"Jangan ganggu adikmu, Vano! Sebentar lagi dia akan memiliki semua sayap ayam itu sendirian." ucap ayah membuat kakak beradik itu langsung diam.


Abel yang mengerti maksud ayahnya itu, meletakkan garpu yang ia genggam. Tiba-tiba saja Abel merasa ada siratan sedih dari kalimat ayahnya itu. "Jangan begitu, ayah! Abel jadi tidak tenang sekarang." ucap Abel dengan nada sedihnya.


"Abel pasti akan merindukan ayah, ibu sama kakak juga." lanjut Abel membuat ayahnya tersenyum.


"Sayang, putri kita sudah besar sekarang. Sudah waktunya untukmu mengantarkannya ke masa depannya." ucap nyonya Guston kepada Tuan Guston.


Ucapan seorang istri, membuat suami atau Tuan Guston menghela napasnya. Tidak menyangka gadis kecil yang selalu dekat dengannya akan segera menikah. Melepaskan putrinya untuk kesekian kalinya ke orang yang sama. Tapi kali ini, dirinya bukan hanya melepaskan putrinya untuk sementara, tapi selamanya. Sekuat cinta dan kasih yang akan terjalin dalam pernikahan putrinya.


"Berbahagialah." ucap ayah membuat Abel mengangguk dengan pasti.


"Iya, Ayah!"


.......


.......


.......


.......


.......


...Hai semua ☺️...


...Aku kembali...


...Jangan lupa like, komen dan vote ya 🤭...


...See you next part:)...