
Pusat kota yang ramai kembali menjadi pemandangan Abel setelah kembali dari rumah impian. Ya, Abel menyebutnya rumah impian karena memang rumah itu sangat ia impikan sejak kecil. Entah bagaimana Acarl mengetahuinya, tapi yang pasti rumah itu benar-benar indah. Apalagi dirinya bisa melihat Acarl yang mengangkat kayu-kayu sampai berkeringat agar bisa menyalakan api unggun dimalam hari yang banyak bintang.
"Frère Abel ? Y a-t-il quelque chose de drôle ?" (Kakak Abel? Apa ada yang lucu?) tanya salah satu karyawan Abel saat melihat Abel yang tersenyum dengan menopang kepalanya dengan kedua tangannya.
Abel yang merasa terpanggil langsung tersadar dan menggeleng tanda tidak ada apa-apa. Benar-benar bodoh Abel rasa, bisa-bisanya dia masih memikirkan Acarl padahal sedang bekerja seperti ini. Entahlah, didalam pikiran Abel hanya ada Acarl seorang sekarang.
Hari-hari Abel selanjutnya akan disibukkan dengan acara tv memasak. Yap, Abel mendapatkan tawaran untuk mengisi acara memasak di salah satu stasiun televisi ternama di Perancis. Biarpun begitu, malah sekarang yang ia pikirkan hanya Acarl. Padahal dalam hati Abel dirinya benar-benar merasa deg-degan karena ini kali pertama dirinya akan muncul di layar televisi.
Drrttttttt Drrttttt......
Suara ponsel bergetar menandakan telepon masuk untuk Abel. Tertera nama Acarl, membuat Abel kembali tersipu. Tanpa pikir panjang lagi, Abel mengangkat telepon dari Acarl.
"Halo?"
"Apa kamu sibuk siang ini?" tanya Acarl to the point.
"Tidak sesibuk itu." jawab Abel sembari mengingat-ingat kegiatan apa yang akan ia lakukan setelah ini. Dan ternyata nihil.
"Baiklah, bersiaplah aku akan mengajakmu kesuatu tempat." ucap Acarl dengan lembut.
"Baiklah," balas Abel dengan senyuman menghiasi wajahnya.
Telepon terputus dan segeralah Abel mencari orang yang ia percaya di restoran untuk menghandle semuanya. Setelah selesai dengan itu, Abel langsung bergegas naik dan mengganti pakaiannya. Dan sepertinya kali ini Abel akan memilih untuk memakai pakaian yang simple namun sedikit berias karena akan jalan dengan Acarl.
"Okey parfait (Perfect)" ucap Abel seraya melihat hasil karyanya didepan cermin.
Kencan dengan Acarl tentunya harus ekstra cantik dong ya. Jangan sampai Abel dikira pembantu Acarl karena dirinya yang tidak berdandan cantik. Apalagi ini di Perancis kota fashion, makanya Abel harus ekstra cantik untuk Acarl.
Turun dan disambut seorang pangeran, beuh rasanya seperti dunia fantasi Abel meningkat. Bagaimana tidak pangeran, Acarl saja tipe lelaki yang bisa keren tapi juga bisa gagah dan berwibawa. Ditambah lagi dengan senyumannya yang ikut menyambut kedatangan Abel.
"Udah dateng dari tadi?" tanya Abel sembari meraih tangan Acarl yang terulur untuknya lebih dulu.
"Baru saja sampai, rencana mau nyamperin kamu tapi kamunya udah turun duluan." jawab Acarl membuat Abel tertawa kecil.
Mobil melaju menuju ke suatu tempat yang Abel sendiri belum tau akan kemana. Hanya saja dirinya percaya Acarl akan membawanya kesuatu tempat yang tak pernah Abel duga lagi, terbukti disepanjang jalan Acarl menggenggam tangan Abel dengan lembut sembari fokus menyetir. Walaupun tanpa perbincangan didalam mobil itu, percayalah sebenarnya Acarl dan Abel sedang memikirkan hal yang sama seakan mereka terhubung secara naluriah.
Sampailah mobil berhenti di sebuah tempat yang benar senali tidak pernah Abel duga. Sebuah tempat dengan baju, dress dan aksesoris yang anggun bisa didapatkan. Memasuki tempat itu, mereka benar disambut dengan sopan, secara sesama tempat bisnis pasti mengenal Acarl Xelone yang memimpin perusahaan yang berkembang juga di Perancis.
"Kenapa kamu mengajakku kesini?" tanya Abel pada Acarl tentunya dengan senyum menghiasi wajah cantiknya.
Acarl tersenyum dan mencubit pucuk hidung Abel menandakan dirinya gemas dengan Abelnya yang cantik ini. "Bagaimana aku bisa tenang saja setelah mendengar kamu akan tampil di TV nanti." ucap Acarl membuat Abel tertawa kecil.
Tanpa apapun lagi yang perlu dibahas, Acarl menggiring Abel menemui manajer butik dan menanyakan beberapa stel pakaian yang formal namun nyaman digunakan untuk memasak nanti. Dan Abel diberikan beberapa pilihan yang bisa Abel coba lebih dulu. Dan disitulah Abel dan Acarl berpisah sebentar dengan Acarl duduk di depan ruang ganti, menunggu wanitanya yang mungkin beberapa detik lagi akan keluar.
"Cette robe convient parfaitement à votre style." (Pakaian itu cocok sekali dengan style anda.) puji manajer butik yang juga terpana melihat penampilan Abel.
Acarl yang awalnya terdiam langsung berdiri dan memeluk Abel dengan lembut, bahkan pegawai butik ikut terkejut sampai akhirnya mereka meninggalkan Abel dan Acarl berdua. Yah, saat ini kondisinya Abel dan Acarl benar-benar menjadi pusat perhatian pelanggan butik lainnya.
"Ga bisa, kalau kamu secantik ini bisa jadi banyak orang di TV akan melirikmu terus meliputmu terus. Ga bisa, aku ga bisa kalau harus berbagi pemandangan indah ini dengan yang lain." ucap Acarl membuat Abel tak percaya akan mendengar pernyataan seperti itu. Bahkan yang paling mengejutkan, pakaian yang Abel kenakan sekarang bukan yang seksi atau semacamnya, melainkan hanya baju semi formal dengan style yang simpel.
"Acarl, semua orang sedang melihat kita sekarang." ucap Abel membuat Acarl mau tak mau harus melepaskan pelukannya.
Terlihat wajah sendu Acarl terpancar disana, dan yang lebih menarik lagi karena Acarl yang masih menggenggam erat tangan Abel. Padahal Abel tidak kemana-mana ataupun diculik orang.
"Baiklah, apa aku harus pakai baju yang lebih simple lagi? Atau kita cari kaos saja?" tanya Abel seraya memberi saran agar Acarl bisa tersenyum lagi.
Tapi respon yang Acarl berikan membuat Abel semakin gemas dengan bayi besarnya ini. Gelengan kepala yang kencang membuat Acarl terlihat seperti anak kecil yang tidak ingin ditinggalkan ibunya. Sungguh pemandangan yang menggelikan bukan? Tapi tidak bagi Abel karena menurutnya Acarlnya sudah kembali seperti biasa.
"Baiklah-baiklah, aku akan berhati-hati besok. Aku akan bilang bahwa tidak ada yang boleh melirikku, karena pawangku sangat menyayangiku sampai-sampai tidak ingin memperlihatkan aku ke orang lain." ujar Abel membujuk Acarl agar kembali tersenyum dan ya usahanya berhasil, karena Acarl tersenyum sembari mengecup kecil bibir pink Abel.
"Aku tau kamu bukan tipe yang akan berpaling dariku." ucap Acarl membuat Abel tertawa.
"Hanya orang bodoh yang mau melepaskan seorang Acarl Xelone si pengusaha sukses." balas Abel dengan suara yang kecil tepat didepan wajah Acarl.
Akhirnya drama kecil Abel dan Acarl terhenti karena Abel dan juga Acarl memutuskan untuk memilih baju itu saja. Dan selanjutnya Acarl mengajak Abel berkencan di kedai roti yang terkenal di Perancis, menghabiskan waktu bersama menghilangkan penat mereka di hari yang aktif bekerja. Berbagi cerita hari ini sampai menertawakan kebodohan mereka dari cerita yang mereka rangkai.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
...Hai semuanya 🤗...
...Aku kembali lagi kan 🥰...
...Jangan lupa like, komen dan vote ya 🌼...
...See you next part:)...