The Way to Marry You (KPdAM S2)

The Way to Marry You (KPdAM S2)
Suatu ketika



Hari-hari berikutnya Abel berpikir untuk mengunjungi kedua orangtuanya. Acarl yang dulunya mengakuisisi perusahaan di Perancis sebagai dalih agar bisa berjumpa Abel, akhirnya ikut Abel ke negara asalnya. Pastinya ada perdebatan sebelum mereka pergi, karena walaupun Acarl tidak berharap penuh pada perusahaan di Perancis tapi karena namanya yang melambung membuat perusahaannya sedikit sibuk. Cheiz sebagai sekretaris yang merangkak menjadi asisten pribadi Acarl lah yang kewalahan sendiri kalau sampai Acarl pergi, dengan begitu mau tidak mau Cheiz meminta pertolongan dari Abel yang pastinya bisa menjinakkan Acarl.


Dan disinilah mereka di ruang kerja Acarl, Abel duduk di sofa sembari menikmati teh dengan pemandangan susunan kota yang terlihat dari kantor Acarl. Sedangkan Acarl sendiri mengurus dokumen-dokumen pentingnya dengan Cheiz yang menangis haru karena terbebas dari siksaan pekerjaan. Memang hanya Abel yang bisa menjinakkan atasannya.


Di ruangan itu memang hanya terdengar suara kertas yang dibolak-balik, dan juga suara gesekan cangkir dengan alas cangkir. Ya, Abel yang biasanya mengganggu Acarl untuk saat ini dirinya memilih untuk diam sejenak dan tidak mengganggu Acarl. Mengingat sekretaris Cheiz yang memintanya dengan tulus, dan Abel juga tau seberapa beratnya pundak sekretaris Cheiz menghadapi Acarl yang keras kepala.


"Apa kamu mau diam terus seperti itu?" pertanyaan tiba-tiba dari Acarl yang tentunya ditujukan pada Abel.


Abel yang sedang menyeruput teh, kemudian menjauhkan cangkirnya dari wajahnya. "Aku sekarang sedang mendalami peran sebagai pengawas tau?!" balas Abel membuat Acarl menahan tawanya.


Tidak ada percakapan lagi, karena Acarl harus segera fokus dengan pekerjaan yang bisa saja ada kesalahan kalau dirinya tidak fokus mengerjakan. Cheiz yang sejak awal berdiri di sisi kiri Acarl, langsung menghela nafas lega karena tumpukan dokumen Acarl kini mulai menipis. Setidaknya beban kali ini sudah terselesaikan, kalau Acarl mau ke negaranya sekarang sudah Cheiz perbolehkan.


Sekitar 30 menit kemudian, Acarl sudah selesai mengerjakan tugas negeranya. Tapi bukannya mendapat sambutan, kini Acarl malah disuguhi pemandangan Abel yang tertidur dengan wajah mengarah ke jendela besar dengan pemandangan susunan kota Perancis.


Kalau tiba-tiba ada helikopter lewat, pasti mereka berhenti dulu karena ada bidadari cantik disini. ~batin Acarl.


Perlahan Acarl mengangkat tubuh Abel dan dibawanya ke dalam ruangan khusus yang ada di kantor Acarl. Ini kali kedua Abel masuk ke ruang istirahat Acarl, yang pertama karena Abel yang tiba-tiba pingsan, dan kali ini karena Abel ketiduran. Biarpun begitu, tiket masuk ke ruangan Acarl hanya Acarl dan Abel yang memilikinya


Acarl memandangi wajah tenang Abel dengan saksama. Mengingat gadis kecil dengan seragam SMA yang dulu masih menunduk saat berhadapan dengannya. Bisa dibilang bodoh untuk Acarl yang dulunya sempat memanfaatkan adanya Abel di antara konflik dirinya dan ayahnya, tapi kalau tidak begitu sudah pasti dirinya tidak akan berjumpa dengan Abel.


Perlahan Acarl ikut membaringkan kepalanya disebelah Abel, dengan mata yang masih lekat pada Abel tentunya. Hanya dengan begini saja hidupnya sudah damai bahagia, apalagi kalau setiap hari bisa melakukan kegiatan ini pasti akan membuat Acarl menjadi manusia paling bahagia, sehat rohani jasmani dan tentunya cukup sempurna karena ada Abel di hidupnya.


Tak lama, mata dengan bulu mata lentik nan indah itu terbuka. Dua pasang mata itu kini saling bertatapan, walaupun bibir terdiam tapi mereka seolah mengobrol melalui mata. Abel yang sudah benar-benar bangun, mengangkat tangannya dan meletakkan telapak tangannya di pipi Acarl. Mengusap halus pipi Acarl, Abel tersenyum mendapati hal pertama yang ia lihat saat bangun tidur adalah Acarl.


Jam yang terus berputar, membuat Acarl dan Abel mengakhiri sesi tatap-tatapan ini. Pastinya yang pertama Acarl lakukan untuk Abel adalah menawari makanan yang ingin Abel makan untuk malam hari nanti. Dan pilihannya ada di apartemen Acarl, atau lebih tepatnya hari ini Abel ingin memasakkan Acarl makan malam.


"Kenapa tadi nggak bangunin aku aja?" tanya Abel saat dirinya sudah berdua saja di mobil dengan Acarl.


"Lalu melewatkan kesempatan menatap wajah cantikmu?" jawab Acarl sembari tersenyum.


Bahasan yang random menyelimuti perjalanan keduanya menuju apartemen Acarl. Dan sampai di apartemen Acarl, Abel langsung bergegas mengecek kulkas dan mengamati ada bahan apa saja yang Acarl punya. Setelah melihat isi kulkas Acarl, Abel menyadari adanya bahan masakan yang baru di dalam kulkas Acarl. Seketika Abel tersenyum karena sudah tau kalau saat perjalanan kesini ada yang sibuk keluar masuk apartemen Acarl untuk mengisi kulkas Acarl. Sekretaris Cheiz aku bangga padamu.~batin Abel tertawa.


"Bahan masakan ada, tinggal kamu mau makan apa?" tanya Abel seolah tidak tau kalau kulkas baru saja diisi sekretaris Cheiz.


"Apapun yang kamu masak pasti aku makan." jawab Acarl seraya mengusap lembut kepala Abel.


Abel mencari ide sembari menuju lemari dapur untuk mengambil apron. Dan pilihan makan malam kali ini, Abel memilih Chinese food. Beef vegetable stir-fry makanan yang berisi sayuran dan daging sapi dengan bumbu yang legit dan terlihat menggiurkan.



Sementara Acarl yang belum mengganti pakaiannya, duduk menatap Abel yang fokus dengan bahan-bahan yang terlihat lebih indah daripada dirinya. Tak tahan hanya dengan menatap, Acarl beralih berjalan ke arah Abel dan mendusel dileher Abel.



Sedikit terganggu tapi Abel biarkan karena momen ini jarang ia temui lagi. Nafas Acarl yang teratur membuat hati Abel terasa damai. Lusa adalah jadwal dimana dirinya akan ke negara asalnya, dan kemungkinan besar Abel akan tidur di rumah orang tuanya. Ya kalau dulu dirinya tidur di mansion Acarl, tapi kali ini dirinya benar-benar merindukan kedua orang tuanya.


"Abelrta Gourich Guston, can you always be with me forever?" tanya Acarl dengan nada beratnya. Abel memutar kepalanya sehingga kini matanya benar-benar menatap Acarl dengan jelas.


"How about you? Can you be with me forever?" tanya balik Abel yang langsung dihadiahi kecupan hangat tepat dibibirnya.


"Sure." balas Acarl dengan pasti dan tersenyum manis.


Tak terasa masakan Abel kini sudah matang dan membuat Abel maupun Acarl segera memakannya. Menceritakan hal-hal lucu, bertukar pendapat, merencanakan sesuatu yang entah kapan akan terwujud, suatu hal yang mengiringi makan malam kali ini memang hangat dan membuat Abel merasa akan bertekad mewujudkan masa depannya berdua dengan Acarl. Memiliki anak dengan Acarl, satu rumah dengan Acarl, tidur berdua dengan Acarl, mengantarkan anak ke sekolah dengan Acarl, dan hal utama yang perlu dilakukan pertama kali adalah Menikah dengan Acarl.


.......


.......


.......


.......


.......


...Hai semua 🤗...


...Aku kembali, eh Abel dan Acarl kembali 🤭...


...Jangan lupa like, komen dan vote ya 🌼...


...See you next part:)...