The Way to Marry You (KPdAM S2)

The Way to Marry You (KPdAM S2)
Sweet day level up



Dua orang cengo setelah mendengar pernyataan yang tidak pernah terbayangkan diantara sepasang kekasih yang duduk bersebelahan. Yap, Abel benar-benar tidak mengira akan mendengar Agam memanggil bayi perempuan yang lucu sebagai putrinya. Apalagi yang Abel tau, tidak pernah ada kabar bahwa pria yang menolongnya ini memiliki istri.


"Putri?" tanya Abel dengan pandangan yang masih bertanya. Tentu saja sebagai mantan pekerjanya, Abel tak pernah mengira mantan bos nya ini mengatakan hal yang mengejutkan.


Acarl memang sengaja tidak mau mencari informasi lebih detail saat Abel diculik di Italia, karena baginya dari cerita yang Abel luapkan sudah cukup memberinya informasi. Tapi untuk kasus Agam yang berkaitan ini, benar-benar membuat Acarl merasa bersalah karena tidak mencari tau sejak dulu. Tapi dengan begitu, Acarl sedikit bersyukur karena hubungannya dengan Abel ada kemajuan.


"Ehem! Sangat disayangkan anda tidak mengatakan lebih awal kalau putrimu ulang tahun." ucap Acarl mengakhiri aksi terkejut Abel.


"Sebenarnya bukan hanya untuk merayakan ulang tahun putriku, tapi aku ingin hubungan kalian berdua lebih baik setelah mengetahui fakta tentangku." jawab Agam seraya menarik kursi yang bisa ditempati wanita yang sedang menggendong bayi mungil dengan kedua tangannya.


"Dan juga secara langsung aku ingin mengenalkan Eva, istriku." lanjut Agam tanpa memperdulikan Abel yang sejak tadi masih menganga karena terlalu terkejut.


Pada dasarnya Agam memiliki wajah yang masih muda, bahkan bisa dibilang baby face. Siapapun yang melihat Agam, sudah pasti semua akan mengira kalau pria ini masih lajang. Walaupun Abel sama sekali tidak tertarik dengan Agam, tapi tetap saja pria itu menyembunyikan fakta tentang kehidupannya dengan baik.


Tersadar, Abel langsung mengarahkan tatapannya pada bayi mungil lalu berganti pada wanita dengan senyum manis yang diarahkan padanya. Seketika Abel menarik kedua ujung bibirnya dan membentuk lengkungan manis yang membuat dirinya semakin cantik dimata Acarl.


"Hai, aku Abel." sapa Abel pada wanita itu dengan senyuman yang masih berada ditempatnya.


"Senang bertemu dengan mu Abel, aku Eva." balas Eva istri Agam yang terlihat cantik sangat sesuai dengan Agam.


Melihat suasana yang semakin menghangat, acara untuk ulang tahun Calista (anak Agam) dimulai. Semua berjalan dengan baik, sampai rumor antara Abel dan Agam benar-benar hilang dalam bayang-bayang Acarl. Sekarang Acarl bahkan sampai Eva pun sudah merasakan bahwa Abel dan Agam benar hanya sebatas teman.


Jam sudah mulai malam, Acarl dan Abel memutuskan untuk pulang. Dalam perjalanan yang lumayan cukup padat karena mengingat ini adalah akhir pekan, Abel dan Acarl masih saling terdiam mencari hal yang mungkin dapat mereka obrolkan. Dan semua berakhir buntu saja karena keduanya tidak tahu harus mengobrol apa sampai mereka tiba di apartemen Acarl.


"Kenapa ga anterin aku ke tempatku?" tanya Abel saat mobil berhenti sempurna di parkiran apartemen.


Acarl seketika mengeluarkan smirk nya sembari melirik Abel, dalam sekejap Abel merinding karena lirikan mata Acarl yang baru kali ini terlihat berbeda namun bukan yang menyeramkan. Saat melihat Acarl turun, pupil nata Abel masih mengikuti kemana Acarl pergi sampai akhirnya berhenti tepat didepan pintunya.


Acarl dengan senyumannya membukakan pintu mobil dan mengulurkan tangannya agar diraih Abel. Abel yang paham, menerima uluran tangan Acarl dan kini Abel dan Acarl berhadapan langsung. Setelah menutup pintu mobil, dengan sigap Acarl mengangkat tubuh Abel sampai yang memiliki tubuh terkejut.


"Kali ini apa rencana tuan Acarl ini ya?" goda Abel seraya mengaitkan tangannya melingkari leher Acarl.


Sebelum menjawab godaan Abel, sekejap Acarl mengecup bibir Abel yang sangat menggodanya. "Nona ku ini perlu dihukum sekarang karena sudah membuat jiwa tuan ini naik turun." jawab Acarl dengan senyum yang belum lepas dari wajah tampannya.


Kali ini tanpa ada gangguan, Acarl dan Abel berhasil masuk ke apartemen Acarl dengan aman dan selamat. Bukan hal sulit bagi Acarl supaya tidak ada paparazi disekitarnya, karena pada dasarnya apartemen ini miliknya sendiri. Pengawasan untuk privasi Acarl tentunya terjaga dengan baik.


Sesampainya didalam apartemen, Acarl menurunkan Abel di sofa dengan lampu meja di nakas dekat sofa. Lampu coklat yang hanya menyinari sedikit dari ruangan didekatnya. Mata hazel milik Abel, menangkap bayangan Acarl dengan mudah karena hanya mereka berdua yang ada didalam apartemen. Bukan hanya itu, karena pada dasarnya Acarl tidak pergi jauh dari Abel.


Acarl perlahan mendekati Abel dan mengecup kening Abel lalu turun mengecup hidung Abel dan turun lagi sampai kecupannya beralih menjadi ciuman di bibir hangat Abel. Ciuman itu terus larut menyiratkan perasaan keduanya sekarang, benar-benar sangat dalam sampai Abel tak sadar sudah mengalungkan kedua tangannya.


Acarl menjauhkan wajahnya, menatap wajah cantik Abel seraya mengusap lembut bibir Abel dengan jempolnya. Bibirnya terangkat membentuk sebuah senyuman yang manis ditengah cahaya remang dari lampu meja. Keduanya memang sudah dewasa, tapi Acarl akui dirinya tidak bisa berbuat lebih sekarang karena statusnya yang baru saja membaik dengan Abel. Jangan sampai Abel lepas lagi darinya, apalagi kepergian Abel karena kecerobohannya.


"Sebenarnya kamu itu apa Abel? Kenapa bisa aku secandu ini padamu!" ucap Acarl dengan nada geramnya yabg bercampur dengan gemas.


"Entahlah, menurutmu aku itu apa dimatamu?" tanya balik Abel dengan senyuman yang ia angkat.


Sekilas Acarl kembali mengecup bibir Abel dan kemudian dirinya menarik tangan Abel. Dengan perlahan memasangkan sesuatu di pergelangan tangan Abel dengan Abel yang menatap Acarl dengan saksama. Dan tak lama sesuatu dengan indahnya terkait di pergelangan tangan Abel, terasa indah bahkan sampai membuatnya kagum.



"Happy Birthday Abel ku, Thank you for coming into my life and coloring my days. Hopefully at your current age, you will be happier and achieve all your goals. Happy Birthday my love." ucap Acarl diakhiri dengan kecupan dipunggung tangan Abel.


Tak terasa air mata mengalir dari kedua mata Abel, entah mengapa setelah sekian lama melewati hari ulang tahun tanpa Acarl, sekarang Abel benar-benar tidak tau harus berbuat apa sekarang. Lidahnya kelu hanya untuk sekedar mengucapkan terimakasih, hanya air mata itu yang kini mengisi garis pipi Abel.


Mengerti dengan perasaan Abel, Acarl memeluk tubuh wanita yang ia cintai itu. Menepuk dengan halus punggung wanitanya, benar-benar Acarl kini merasakan juga akan rasa cinta yang tulus yang datang bukan karena kesalahan, tapi karena takdir yang bahkan selalu di jalan ini walaupun tiap kali mereka hampir berpisah. Inilah takdir yang sesungguhnya, jika benar menjadi takdir pasti akan kembali dengan tepat dan utuh sesuai dengan jalannya.


.......


.......


.......


.......


.......


...Hai semua ๐Ÿค—...


...Kangen ngga sama Acarl dan Abel๐Ÿ˜˜...


...Jangan lupa like, komen dan vote ya ๐ŸŒผ...


...See you next part:)...