The Way to Marry You (KPdAM S2)

The Way to Marry You (KPdAM S2)
Cemburu



Menghiraukan semua wartawan yang menunggu keluarnya Abel, malah mereka disuguhi pemandangan yang sangat menarik. Dimana beredarnya kabar di televisi kalau Abel dekat dan cocok dengan bintang tamu yang bersamanya tadi, tapi sekarang malah mereka melihat Abel digendong oleh seorang pria yang para wartawan ketahui adalah Presdir XLN company.


Setelah masuk kedalam mobil, Acarl langsung mengemudi mobilnya dan membiarkan Abel yang menatapnya dengan tanda tanya namun juga gemas karena perlakuan Acarl padanya. Cukup menggemaskan sekaligus menakutkan menatap wajah Acarl sekarang, tapi yang pas Abel ketahui akan ada omong kosong yang akan Acarl ucapkan padanya nanti.


"Akrab sekali dengan pria tadi." ucap Acarl dengan datar dan tanpa melihat Abel yang menahan tawa disebelahnya.


Berusaha menetralkan ekspresinya, Abel akan memulai aktingnya sekarang. "Dia cukup baik saat syuting tadi, jadi aku merasa nyaman-nyaman saja." jawab Abel sembari membuang pandangannya ke jendela mobil.


Terdengar Acarl menghela napasnya dengan keras, dan disitu Acarl mulai diam sampai mobil tiba di pantai yang sepi namun cukup indah. Mobil berhenti namun belum ada yang keluar dari mobil, rasanya seperti menunggu waktu yang tepat atau ada yang mengganjal yang perlu segera diselesaikan. Dan Acarl berada di kedua opsi itu.


Keduanya masih terdiam didalam mobil dan mengamati matahari yang masih terlihat bersinar terang. Acarl tak mengerti harus bertindak seperti apa, yang pasti dirinya percaya pada Abel tapi sejenak pikirannya tidak rela kalau Abel dekat dengan pria lainnya. Segila itukah dia dengan Abel? Sepertinya iya, karena sejak bertemu Abel hidupnya lebih berwarna dan merasakan hal yang berbeda dari dari dirinya yang dulu.


"Aku tau kalau seharusnya aku percaya sama kamu." ucap Acarl memecah keheningan di dalam mobil.


Abel menoleh menatap Acarl yang masih menatap jauh ke laut lepas. Tatapan kosong Acarl membuat Abel tau bahwa perasaan Acarl padanya benar-benar dalam, tapi saat ini adalah waktu yang tepat bagi Abel untuk memberitahu Acarl bahwa dihatinya juga cuma ada dia. Setidaknya itu yang ingin Abel katakan pada Acarl, namun terpotong karena Acarl yang turun dari mobil meninggalkan Abel sendiri di dalam mobil.


Abel yang melihat Acarl berjalan ke pinggir pantai, akhirnya memutuskan ikut turun dan menyusul Acarl. "Kepercayaan mungkin sulit dipertahankan, tapi percaya pada orang yang dicintai akan membawa arus baik didalam hubungannya. Setidaknya kita harus fokus pada satu hal sekarang, karena aku ingin kamu percaya padaku." ucap Abel saat dirinya tepat dibelakang Acarl.


Acarl mendengarkan Abel dengan saksama, walaupun kakinya belum berhenti melangkah menyusuri tepi pantai yang luas. Tapi mendengar Abel mengatakan itu, Acarl bisa menjamin kalau Abel memang mencintainya lebih dari apapun. Acarl akui dirinya memang bodoh bertindak seperti itu tadi, padahal Abel secinta ini dengannya.


Mengakhiri kebodohannya, Acarl berhenti mendadak yang membuat Abel jadi menabrak punggung Acarl. Acarl mengeluarkan senyumannya dan berbalik mendapati Abel yang mengusap keningnya karena terbentur punggung Acarl tadi. Melihat itu, Acarl langsung menyamakan tingginya dengan Abel dan mengecup kening Abel.


"Wanita didepanku ini benar-benar lebih tangguh dari apapun, sampai bertahan dengan lelaki bodoh yang berdiri didepannya ini." ucap Acarl sebelum akhirnya mendaratkan bibirnya di bibir Abel dengan lembut.


"Setidaknya ada pencapaian dihidupku, bisa mengubah pria dingin menjadi selemah ini padaku." ucap Abel disela ciumannya.


Keduanya tertawa sebelum akhirnya mengakhiri momen romantis itu dan selanjutnya mengamati matahari terbenam yang menjadi saksi cinta mereka berdua.



Matahari benar-benar sudah tenggelam, membawa hawa dingin yang membuat Abel dan Acarl saling menghangatkan satu sama lainnya. Bahkan cerita hari ini dipenuhi dengan Abel yang merasa senang dengan acara syutingnya. Bahkan Abel juga menceritakan mengenai siapa bintang tamu hari ini. Sampai akhirnya Acarl tertawa mengingat kebodohannya yang cemburu melihat Abel bersama pria lain.


"Ini kali pertama aku mencintai seseorang selain ibu dan adikku, ternyata berbeda porsi yang harus aku berikan padamu dan keluarga ku." ucap Acarl sembari mengusap lembut surai lembut Abel.


"Aku tidak butuh porsi yang lebih dari cinta mu, cukup kamu di sampingku dan mendukung ku itu sudah lebih dari cukup." balas Abel semakin membawa hawa hangat di antara keduanya.


"Aku sempat berpikir mengajakmu nikah lari sekarang juga, setidakrela itu aku berbagi dengan dunia kalau yang harus aku bagi itu kamu." ucap Acarl sembari sesekali mengecup kening Abel. Abel tertawa dengan pernyataan Acarl, terlebih Acarl mengucapkannya dengan nada datar seakan bersungguh-sungguh.


Abel mengerenyitkan keningnya sejenak dan berpikir apakah ini saatnya dirinya sebagai perempuan bertindak lebih dulu? Sesaat Abel mempersiapkan dirinya sebelum mengucapkan kata yang akan membuat terkejut setiap pria yang mendengarnya. Tapi Abel sedikit takut, atau lebih tepatnya Abel takut jika ekspektasi nya tidak berjalan lancar.


"Wajahmu memerah! Kamu sakit?" tanya Acarl membuat langsung menggeleng namun kalah dengan tatapan Acarl yang sangat cemas padanya.


"Sepertinya angin semakin dingin, ayo kembali dulu!" ajak Acarl yang akhirnya menggagalkan rencana Abel. Biarpun begitu Abel sedikit bersyukur karena pada dasarnya ini tadi belum ada persiapan apa-apa.


Acarl mengemudikan mobilnya dengan serius tanpa mengobrol sepatah katapun pada Abel. Sementara Abel hanya pasrah saja kalau harus diam seperti ini, karena jantungnya masih berdegup kencang memikirkan tindakan tanpa rencana dan persiapannya tadi.


Sesampainya di apartemen Acarl, Abel langsung digiring Acarl untuk mandi dan segera beristirahat. Sementara Acarl, menyiapkan beberapa bahan masakan yang ia bisa masak untuk Abel. Dalam pikiran Acarl, ini salahnya yang malam-malam membawa Abel ke pantai dan dengan perut kosong. Sedangkan Abel, entahlah setidaknya ini bukti perhatian Acarl.


Selesai mandi dan berganti baju, Abel turun dan mendapati pria tampan di meja makan sembari menata piring dan gelas di meja makan. Melihat kedatangan Abel, Acarl langsung menghampiri Abel dan menggendongnya lalu mendudukkan Abel di kursi.


"Hah, bisa-bisanya aku membawamu ke pantai malam-malam." gerutu Acarl sembari mengambil mangkok berisi sup yang akan nyaman diterima perut Abel.


"Apa-apaan ini, aku bahkan tidak sakit Acarl. Tadi aku..."


"Makan dulu habis itu kita bicara lagi." sela Acarl cepat sembari memperlihatkan tangannya yang sudah berisi sendok dengan bubur didalamnya.


Sampai akhirnya keduanya memutuskan untuk tidur, Abel tidak jadi memberitahukan pada Acarl mengenai pemikirannya yang sempat terlintas di kepalanya tadi. Yah, Abel akan menanti waktu yang tepat dengan rasa yang tepat pula.


.......


.......


.......


.......


.......


...Hay semua 🤗...


...Aku kembali 🤭...


...Jangan lupa like, komen dan vote ya 🌼...


...See you next part:)...