
Berada di mansion keluarga Xelone, benar-benar hal yang tak pernah terbayangkan bagi Abel. Begitupun dengan membuat rencana seperti ini, Abel merasa bangga dengan dirinya sendiri yang masuk kandang panther demi kelangsungan hidupnya.
Sejak Abel masuk ke kediaman keluarga Xelone, tak terasa hari ini sudah hampir malam. Ya memang benar sih karena Abel kesini saat siang lalu dirinya berkemas dan beristirahat sejenak. Dan juga sedikit Dejavu bagi Abel, karena dulu dirinya sempat dipaksa Acarl menjadi asisten pribadinya dan kini Abel sendiri yang menawarkan dirinya kepada ayah dari Acarl.
Didetik kemudian Abel berjalan keluar dari kamarnya dan langsung menuju ke dapur. Bertukar sapa dengan orang yang bekerja di mansion keluarga Xelone, sembari mencari informasi tentang apa saja yang harus dan tidak boleh dilakukan di keluarga Xelone.
Dan kini Abel mulai menyiapkan makanan yang dapat tuan besar Xelone makan. Dan bersyukurnya Abel selain sekolah memasak, dirinya juga mempelajari mengenai gizi-gizi setiap makanan. Ya setidaknya sekarang Abel bisa menggunakan ilmunya itu untuk situasi saat ini.
Tidak perlu lama-lama menyiapkan makanan untuk tuan besar Xelone, karena yang pasti makanannya berupa sayuran hijau yang sehat, lalu dipadukan dengan protein dengan kadar lemak yang tidak berlebih, juga ada kombinasi rasa yang pas yang membuat makanan ini terlihat enak walaupun hanya sayuran yang dominan.
Pantangan dari penderita jantung yang paling besar pastinya mengonsumsi makanan berlemak berlebih. Jika tidak benar dalam mengolah dan memilih makanan, pastinya akan ada penyumbatan pada pembuluh darah. Makanya baik bagi tuan besar Xelone untuk memakan makanan yang sehat .
Makanan sudah jadi, Abel dengan perasaan gugup membawa makanannya ke meja makan. Disana sudah ada tuan dan nyonya besar Xelone, dan sekarang Abel berjalan menuju tuan besar Xelone untuk menyajikan makanannya.
Rasanya Abel kembali ke sekolah masak. Menghadapi chef-chef yang galak, dan kini Abel menghadapi calon mertuanya. Sama-sama dengan tujuan supaya Abel pantas bola bersanding dengan Acarl. Kalau dianggap bucin, Abel memang juaranya.
"Tuan tenang saja, tidak ada racun atau benda aneh didalam makanan ini." ucap Abel setelah melihat tuan besar Xelone masih memandangi makanan didepannya dengan sedikit curiga.
"Saya juga tidak menaruh guna-guna apapun, saya ingin bermain sportif." lanjut Abel yang kemudian dapat Abel pastikan tuan besar Xelone percaya padanya.
Garpu dan sendok sudah diangkat, sekarang waktunya tuan besar Xelone memasukan makanan itu ke dalam mulutnya dan mengunyah sampai halus lalu ditelan. Dan setiap detiknya, Abel merasa jantungnya berdegup kencang dan berharap semoga tidak ada hal aneh yang jatuh ke makanannya.
Abel yang berdiri disamping tuan besar Xelone, merasakan gesekan kecil di punggung tangannya. Saat melihatnya, matanya langsung mengarah pada wanita yang duduk disebelahnya. Gerakan kecil bibirnya mengatakan agar Abel ikut duduk juga untuk makan bersama. Dan dengan senyumnya, Abel menolak sembari mengangguk pada nyonya besar Xelone.
Beralih lagi pada tuan besar Xelone, Abel yang mengerti tata cara koki bintang lima langsung pamit pada tuan besar Xelone untuk kembali ke dapur. Abel tau jika dirinya terus disana akan membuat siapapun yang makan merasa tak enak hati.
Dan di dapur barulah Abel makan dengan tenang. Ada dirinya dan para koki yang akhirnya makan bersama sembari mengobrol satu sama lain. Saat makanan selesai, Abel mengintip ke ruang makan untuk melihat apakah tuan besar Xelone sudah selesai atau belum. Dan tempat duduk itu sudah kosong, barulah Abel mendekat dan tersenyum melihat piring makanan tuan besar Xelone bersih.
Tak berapa lama, ada tangan yang menyentuh punggung tangan Abel. Seketika Abel menoleh dan mendapati wanita paruh baya tersenyum seraya mengacungkan jempolnya. "Hari pertama berhasil ,sayang." ucap nyonya besar Xelone membuat Abel tertawa kecil.
"Abel bakal lakuin yang terbaik!" jawab Abel sembari membalas acungan jempol nyonya besar Xelone dengan melakukan hal yang sama.
Malam yang lumayan menyenangkan bagi Abel. Dan kini dirinya akan bertukar kabar dengan kekasihnya, tapi tentu saja Acarl tidak tau kalau Abel sekarang ada di rumah orang tuanya. Kalau tau secara mendadak seperti ini pasti Acarl akan membuat onar.
"Kerjaan sudah beres ya?"
"Kurang satu dokumen aja."
"Kalau besok ketemu bisa?" tanya Abel pada Acarl. Abel memang berniat akan membicarakan ini dengan Acarl secara langsung.
"Baiklah, besok aku jemput."
"Ngga, kita langsung ketemu aja. Ada yang mau aku kasih tau ke kamu."
"Jangan membuatku penasaran."
"Tidur yang nyenyak."
Panggilan berakhir dan Abel mulai akan mengistirahatkan tubuh dan pikirannya sekarang. Entah apa reaksi Acarl besok, Abel bersedia menghadapinya. Kalaupun dirinya tidak setuju, Abel akan memaksa Acarl untuk setuju.
...----------------...
Keesokan harinya, Abel yang duluan sampai di tempat. Sembari menunggu, Abel juga sudah memesan minuman untuk dirinya sendiri. Mengingat waktunya sedikit, Abel harus ekstra menjelaskan pada Acarl dengan cepat tapi lengkap nanti. Tak lama kemudian, mobil dengan orang yang ada didalamnya sampai.
"Maafkan aku, ada rapat mendadak tadi." ujar Acarl sebelum dirinya duduk di kursi depan Abel.
"Tak apa, aku juga baru sampai." jawab Abel dengan senyumnya.
Mendekatkan kursinya dengan Acarl, kali ini Abel ingin bermanja dengan Acarl, berharap itu bisa mempan untuk melunakkan hatinya. Ya, tau sendiri segimana protektifnya Acarl padanya. Jadi dengan langkah ini, Abel berharap bisa sedikit saja menggoyahkan hatinya.
"Apa ini Abel ku sekarang?" ucap Acarl sembari mengusap lembut kepala Abel. Abel hanya tertawa kecil menanggapi gombalan Acarl.
"Aku mau ngomong sesuatu sama kamu, tapi bisa janji ngga marah kan?" tanya Abel sebagai pembuka topik.
Acarl terlihat mengerutkan keningnya sembari menatap Abel dengan tatapan penuh tanya. Dan Abel langsung mengeluarkan jurusnya dengan puppy eyes yang ia miliki. Acarl tertawa sekarang, menertawakan dirinya sendiri yang sangat lemah pada Abel.
"Hah, kamu membuatku tidak berdaya. Tapi kalau kamu bertanya aku marah atau tidak, aku tidak akan marah selagi permintaan mu bukan yang sampai meninggalkan ku lagi."balas Acarl sedikit membuat Abel bernapas lega.
Bagaimana bisa Abel meninggalkan Acarl, karena justru sekarang ini Abel ingin memperjuangkan hubungannya dengan Acarl. Jika Acarl bertanya apakah Abel bodoh, iya sekarang dirinya bodoh karena Acarl.
"Okey jadi kamu janji ga akan marah. Sebenarnya aku pulang kesini dengan misi, dan aku harap kamu mau mengerti. Belum lama ini aku menemui ayahmu, dan aku mengajukan diri untuk menjadi asisten pribadinya sampai dia benar-benar mau menerima kita berdua."
"APA?!!"
.......
.......
.......
.......
.......
...Hai semua☺️...
...Maafkan aku yang telat up ini ya😭...
...Jangan lupa like, komen dan vote 🌼...
...See you next part:)...