
Cahaya matahari menembus masuk melalui celah-celah kaca untuk membangunkan dua orang yang masih bergelut dengan selimut. Tapi disini, satu orang dari mereka berhasil dibangunkan oleh matahari. Terbukti matanya yang semula terpejam langsung terbuka dan melihat ke sekeliling dan akhirnya diam pada satu objek yang indah.
Surai coklat yang panjang, serta hembusan napas yang teratur membuatnya tersenyum dapat menyaksikan langsung pemandangan yang indah ini sendirian. Mungkin dirinya terkesan egois, tapi jujur saja berbagi hal indah ini akan membuat dirinya tidak tenang. Dan kini tangannya yang menjadi bantal perlahan ia tarik pelan-pelan supaya tidak membangunkan perempuan yang ada didepannya.
Setelah merasa dirinya bisa terbebas, dengan langkah pelan keluar dari kamar tidur untuk membersihkan dirinya. Berjalan keluar lagi ke arah dapur untuk membuat sarapan yang akan dimakan disiang hari. Dan tanpa ia sadari, tangan melingkar diperutnya membuat pria itu langsung membalikkan badannya untuk melihat siapa yang memeluk dirinya.
"Aku mau mandi." ucap perempuan yang kini menempelkan kepalanya di dada bidang pria yang ia peluk.
"Iya, mandi aja dulu. Aku siapin sarapan ya?" ucapnya membuat perempuan yang tadinya memeluknya langsung pergi seraya melambaikan tangannya.
Sarapan yang dimakan siang hari ini sudah tersaji di meja makan dengan rapi. Menunggu kedatangan seseorang yang harus memakan makanannya. Dan tak lama kemudian, dari balik pintu datang perempuan yang sudah terlihat jauh lebih. Segar dibandingkan tadi.
"Kamu siapin ini semua?"
"Di Pulau yang hanya ada kita berdua, siapa lagi yang mau siapin?!"
"aaaa suamiku Acarl!!!" ucap Abel yang terharu dengan apa yang Acarl lakukan padanya.
Yap, ini adalah bulan madu mereka. Tepat satu Minggu mereka berada di pulau pribadi Acarl. Karena itu mereka berdua akan merasakan kebebasan saat mereka hanya berdua saja. Dan kegiatan mereka berdua, benar-benar tidak lepas dari kegiatan romantis sepasang pengantin baru.
"Gimana rasanya?" tanya Acarl sembari memandangi Abel yang lahap menyantap makanannya.
"Kali ini kurang seasoning dikit!! Tapi over all bisa dimakan." jawab Abel yang seketika membuat wajah Acarl datar.
Acarl merasa salah bertanya pada seorang chef yang ada dihadapannya tentang masakan yang ia masak hari ini. Sudah pasti kritik dari chef itu ada. Dan Acarl sekejap lupa kalau wanitanya itu adalah seorang chef sekarang, dan dengan entengnya dia meminta review dari seorang chef.
Satu Minggu hanya berdua, hari ini Acarl ingin memberikan kejutan untuk Abel dengan memasak. Karena sebelum-sebelumnya Abel yang menghandle kawasan dapur. Walaupun senang Abel menyukai makanannya, tapi ini belum versi terbaik dari dirinya. Sepertinya Acarl akan mencari cara lain agar Abel terkesan padanya.
"Apa yang ingin kamu lakukan hari ini?" tanya Acarl setelah memastikan suapan terakhir di piring Abel sudah masuk.
"Coba kasih aku rekomendasi." jawab Abel yang seketika membuat senyum jahil Acarl muncul memenuhi wajah tampannya.
"Kalau kamu tanya gitu, aku cuma bisa jawab kalau kita harus terus berada di kamar saja untuk melakukan it-bdjfhsk." jawab Acarl yang akhirnya mulutnya langsung penuh dengan dosis yang masih ada di meja makan. Siapa pelakunya? Sudah pasti Abel.
Abel melirik tajam pada Acarl, karena sudah seminggu ini mereka belum mengeksplor pulau pribadi Acarl karena Acarl yang terus merengek pada Abel agar selalu berdua secara romantis terus. Karena sudah seminggu, Abel berharap ada hal lain yang bisa mereka lakukan! Tak terduga yang punya pulau malah suka mendekam di kamar saja.
Sementara Acarl yang di lirik, langsung memberikan cengiran khasnya. Sudah pasti dirinya tau kalau Abel saat ini sedang marah pada dirinya. Di dalam vila yang berada ditepi pantai, Acarl melihat Abel yang keluar melihat pemandangan pantai dengan pasir putih melintang berhamburan dipandangnya. Ditambah pantai biru kehijauan yang terlihat lebih menyegarkan daripada biru laut.
"Sejak kapan kamu punya vila ini?" tanya Abel setelah dirinya mendengar langkah kaki yang mendekat kearahnya.
"Entahlah, mungkin sejak aku menyatakan mencintaimu. Saat itu aku menyiapkan apa saja yang diperlukan untuk pernikahan kita sampai bulan madu ini." jawab Acarl yang kini sudah berada dibelakang Abel dan memeluk pinggang ramping milik Abel.
"Apa kamu segitu yakinnya akan menikah denganku?" tanya Abel lagi dengan senyum yang merekah.
Acarl mengecup pundak Abel dengan sayang. "Sangat yakin." jawabnya membuat Abel tau arti dari kata sabar yang akan membuahkan hasil yang maksimal.
Beberapa rintangan mungkin sudah tidak terhitung lagi telah mereka lalui. Kini saatnya rintangan mulai menjauh karena Abel dan Acarl berhasil mencapai impian mereka yang telah lama mereka inginkan. Menikah dengan seseorang yang menurut hati mereka layak untuk dibukakan pintu. Acarl dan Abel, kisah cinta dengan penuh kesabaran dan usaha untuk menuju pernikahan yang dinanti-nanti.
"Hidup sehat dan bahagia bersama-sama." jawab Acarl diakhiri dengan kecupan manis di bibir Abel.
"Bagaimana kalau kita tambahkan list lagi?" tanya Abel tanpa elakan dari Acarl.
"Aku mau memiliki keluarga yang bahagia, dan kita menua bersama-sama." ucap Abel dengan menyebutkan keinginannya dengan serius. Sedikit topik ringan yang perlu mereka bahas agar tercipta suasana bulan madu.
"Memiliki anak 12." tambah Acarl yang tidak lama kemudian merasakan sakit di keningnya karena ulah Abel yang menyentil dahinya dengan sangat keras.
Acarl tertawa melihat bibir Abel yang mulai mengerucut karena ucapan Acarl. "Mau kamu apakan anak sebanyak itu?" tanya Abel dengan wajah bertanya yang sangat besar.
"Kemungkinan akan aku buat mereka latihan dansa. Supaya mereka menemukan pulau ajaib dari gambar bunga-bunga di lantai." jawab Acarl langsung membuat Abel tertawa terbahak-bahak. Siapa sangka Acarl akan menjawabnya dengan jawaban yang tidak masuk akal.
"Hahahaha.. Memang ini ceria Barbie 12 dancing princesses?" kata Abel membuat Acarl ikut tersenyum melihat istrinya tertawa karenanya.
"Mau coba satu dulu?" goda Acarl dengan membisikan kalimat itu tepat ditelinga Abel.
Seketika rona merah menyelimuti kedua pipi Abel seperti blush on tebal berwarna merah pink dan orange yang bercampur. Sampai saatnya tiba, tubuh Abel melayang dan seketika tangannya melingkar dileher Acarl dengan eratnya karena takut jatuh.
Langkah Acarl langsung cepat ke arah ruang santai. Dengan perlahan bibir ia tempelkan di bibir Abel dengan lembut. Tak hanya itu, kini Acarl mendudukkan Abel di meja tanpa melepas ciuman yang sejak tadi terjadi diantara mereka. Sepasang suami istri baru yang masih dipenuhi aura kebahagiaan sebagai pengantin baru.
"Acarl aku-cupppp"
"Jangan berbicara untuk sekarang. Karena misi pertama kita adalah membuat keluarga." ucap Acarl setelah melepaskan bibirnya.
Dan hal-hal yang ada dipikiran pembaca akan terjadi untuk memenuhi tujuan pertama setelah ditambahkan wishlist mereka berdua.
.......
.......
.......
.......
.......
...Hai semua ☺️...
...Aku kembali lagi 🥰...
...Jangan lupa like komen dan vote ya 🤭...
...See you next part:)...