The Way to Marry You (KPdAM S2)

The Way to Marry You (KPdAM S2)
Syuting 1



Hari dimana Abel akan melakukan syuting tiba, dan saat itu Abel harus menginap di apartemen Acarl terlebih dahulu. Sebab apa? sebab Abel harus membujuk bayi besarnya lagi dan memastikan Acarl benar-benar mengizinkanku dengan sungguh-sungguh tulus. Sampai akhirnya semua lancar dan Acarl juga yang mengantarkan Abel ke lokasi syuting.


"Sayang sekali kamu ga bisa nonton aku." ucap Abel saat mobil sudah berhenti didepan gedung tempat Abel akan syuting.


Acarl yang mendengar gerutuan Abel langsung meraih tangan wanitanya itu, tentu saja Acarl juga memiliki perasaan yang sama. Bahkan semalam dirinya menanyakan pada sekretaris Cheiz untuk membatalkan meeting hari ini, dan klien yang kali ini benar-benar klien penting yang tidak bisa di tunda lagi.


"Maaf, hari ini meeting nya sama klien penting. Tapi aku pastikan bisa menjemputmu nanti." ucap Acarl menenangkan hati Abel.


Abel yang mendengar Acarl langsung ikut tersenyum dan kembali menatap gedung yang ada didepannya. " Oh iya bagaimana penampilanku? Apa terlihat aneh? Ada lipstik yang tercoret ngga? Atau rambutku acak-acakan atau tidak? Gugup sekali aku!!" geram Abel sembari menanyakan rentetan pertanyaan untuk Acarl.


"Cantik." balas Acarl sembari membenarkan sedikit poni Abel. Abel tersenyum kembali dan mengecup bibir Acarl sekilas sebelum akhirnya mengucapkan salam perpisahan.


"Thank you, dear. See you!" ucap Abel sebelum membuka pintu mobil dan berdiri disebelah mobil Acarl.


Sebelum pergipun Acarl melambaikan tangannya dan dibalas Abel dengan lambaian tangan yang manis dengan penuh senyuman juga. Setelah mobil Acarl terlihat jauh, barulah Abel masuk ke gedung dan dibantu dengan orang yang diutus untuk menjemput kedatangan Abel. Dan pemandangan yang Abel lihat setelah lift berhenti adalah lorong ruangan untuk para bintang tamu berias ataupun istirahat.


"Baiklah nona, anda bisa memakai ruangan ini. Semangat hari pertama, nona!" ucap kru yang mengantar Abel tadi dengan menggunakan bahasa yang sama dengan Abel.


Abel sedikit terpana dengan ruangan make up khusus untuknya ini, tapi Abel sudah berias dari apartemen Acarl. Bahkan untuk baju juga sudah Abel kenakan sekarang, jadi tidak ada yang perlu ia benahi lagi bukan? Mungkin Abel bisa beristirahat sebentar sebelum dipanggil untuk syuting.


Pikiran pertama Abel tertuju pada Acarl yang mungkin saja sudah sampai di kantornya karena gedung ini dan kantor Acarl cukup dekat. Dan benar saja, setelah menanyakan pada Cheiz ternyata benar kalau Acarl sudah datang sekitar dua menit yang lalu.


^^^Sayang...^^^


Ya sayang...


^^^Sudah sampai?^^^


Sudah baru saja


^^^Baguslah, semangat meeting hari ini !!^^^


Kamu juga jangan gugup waktu syuting


Kamu itu cantik !!


^^^Iya sayang aku >3<^^^


Tepat saat pesan Abel dan Acarl selesai, panggilan untuk Abel datang ke lokasi terdengar. Sesampainya di lokasi Abel benar-benar diberi arahan untuk syuting kali ini. Sungguh Abel tak menyangka akan bisa syuting seperti ini, dan saat-saat ini tak pernah menjadi mimpinya sebelum ini.


Selesai dengan briefing, Abel mulai memasuki acara dan MC yang bertugas membacakan apa saja yang Abel lakukan. Abel hanya perlu menyambung setiap kata yang MC berikan menjadi sebuah obrolan yang menarik ditengah dirinya memasak. Memang perdana bagi Abel, tapi banyak yang sudah memuji kinerja Abel. Ditambah aura Abel saat memasak juga keluar, membuat semua orang di lokasi syuting terpana pada Abel.


Selesai sudah syuting Abel hari ini, dan di setiap langkah Abel dirinya disapa dengan baik oleh setiap kru syuting hari ini. Dan saat Abel ingin memasuki ruangan khusus bintang tamu, sutradara dari syuting hari ini memanggil Abel. Abel berbalik dan mendapati sutradara itu sudah berada didekat Abel.


"Ternyata di negara ku ada chef terkenal seperti ini." ujar sutradara itu membuat Abel melongo. Siapa yang tidak melongo kalau mengetahui ada perantau sepertinya dari negara yang sama.


"Oh astaga, pak sutradara ternyata kita satu negara?" tanya Abel untuk memastikan lagi. Dan anggukan dari sutrada itu membuat Abel yakin bahwa pendengarnya tidak salah.


"Keren sekali kamu syuting tadi." puji sutradara membuat Abel tersipu malu. Biar bagaimanapun ini kali pertama untuknya.


"Terimakasih, " balas Abel karena tidak tau lagi harus membalas seperti apa. Yang jelas hari ini Abel benar-benar bahagia bisa melakukan hal yang diluar dugaannya.


Abel sedikit terkejut, namun tawaran dari pak sutradara benar-benar menggiurkan juga. Maka dari itu, tanpa pikir panjang Abel mengangguk mengiyakan ajakan pak sutradara itu. Dan disitulah Abel menandatangani kontrak dan Abel yakin akan ada yang baik terjadi kalau dirinya berani memulai.


"Baiklah, sampai jumpa dua hari lagi." pamit pak sutradara sebelum dirinya pergi meninggalkan Abel sendiri lagi.


Abel benar-benar tidak habis pikir akan mendapat jadwal syuting lagi. Saking senangnya sampai dirinya tidak sadar ada yang meneleponnya. Dan itu membuat seorang pria yang baru keluar dari ruangan yang menyebalkan baginya menjadi sedikit gelisah, karena setahunya syuting Abel sudah berakhir. Bergegaslah dirinya ke lokasi syuting Abel.


Sedangkan Abel, setelah mendaratkan tubuhnya di sofa empuk itu langsung beralih pada ponselnya yang berdering. Senyuman merekah setelah melihat nama dilayar ponselnya lalu fokus dengan orang yang berada di seberang sana, bahkan sampai dirinya tidak menyadari ada seseorang yang datang dengan napas yang ngos-ngosan karena berlari dari luar sampai diruangan Abel.


"Iya, nanti aku kabarin lagi."


"Dadahh, muahh!!"


Deg...


Jantung lelaki yang tak lain adalah Acarl berhenti sejenak. Dari rasa gelisah karena takut Abel akan menunggunya, sekarang Acarl harus melihat pemandangan yang mungkin saja tidak pernah Acarl bayangkan. Tapi sekarang? Abel malah seperti ini dibelakangnya?


Abel yang menyadari ada orang yang masuk ruangannya langsung menoleh dan tersenyum setelah melihat siapa yang datang. Berbeda dengan Abel yang tersenyum ceria, Acarl terlihat sedih sembari mendekati Abel dengan kaki yang lemas.


"Bunuh aku." ucap Acarl setelah dekat dengan Abel.


"Hah?" tanya Abel berusaha memastikan pendengarannya.


Acarl langsung saja menggenggam tangan Abel dan mengarahkan tangan Abel tepat di lehernya. "Cekik aku sekarang saja, aku tidak sanggup kalau harus melihatmu dengan yang lain." ucap Acarl membuat Abel langsung menarik tangannya kembali dan berdiri dari sofa dan meninggalkan Acarl berjongkok didepan sofa sendiri.


"Memangnya aku mafia pembunuh apa sampai segitunya." gerutu Abel disepanjang jalan menuju parkiran, tentunya dibelakang ada Acarl yang menyusul Abel.


Dan semua berakhir setelah Abel menjelaskan semuanya dan menjelaskan juga bahwa yang ia telepon tadi adalah ibunya. Seketika Acarl merasa bodoh dan siap untuk menerima apapun akan Abel lakukan padanya.


"Maaf," ucap Acarl dengan tulus sampai membuat Abel ingin tertawa tapi ia tahan karena dengan kejadian kali ini sudah memastikan seberapa sayangnya Acarl padanya. Walaupun agak lebay juga sih sikap Acarl padanya, padahal kalau dikantor dia sering dibilang bos yang killer.


Tangan Abel terulur mengusap kepala Acarl. "Ayo beli es krim." ucap Abel dan akhirnya mobil melaju sampai di kedai es krim yang terkenal dan akhirnya tawa kembali muncul di diantara mereka.


.......


.......


.......


.......


.......


...**Hai semua🤗...


...Aku kembali lagi 😚...


...Jangan lupa like, komen dan vote ya 🌼...


...See you next part**:)...