The Way to Marry You (KPdAM S2)

The Way to Marry You (KPdAM S2)
In the end, you and I are us



Panas matahari benar-benar menembus tulang manusia saat ini. Apalagi sekarang Abel berjalan menelusuri taman kota dengan membawa payung dan tas yang ia bawa. Atau lebih tepatnya sekarang Abel sedang menjelma menjadi seorang asisten yang patuh pada majikan.


"Tuan, meja untuk anda berada di dekat air mancur." ucap Abel sembari terus memegang payung untuk melindungi pria tua yang berada didepannya.


Dan Abel cukup tidak bersyukur karena dirinya salah mengenakan sepatu. Kenapa juga dirinya memakai high heels yang tinggi, padahal sudah jelas dirinya tau kalau hari ini akan ke taman. Ya Abel tidak tau kenapa tuan besar Xelone ingin ke taman hari ini. Tapi yang pasti, rencana Abel selanjutnya harus berhasil.


"Tuan, apakah ada sesuatu yang ingin anda minum?" tanya Abel dengan ramahnya setelah memastikan tuan besar Xelone duduk dengan nyaman.


"Berikan aku teh seperti yang pernah kau bawakan untukku." ucap Tuan Besar Xelone yang langsung membuat otak Abel bekerja mengingat apa yang pernah ia berikan padanya. Dan jawabannya adalah teh chamomile.


"Baiklah, tunggu sebentar ya Tuan." ucap Abel yang setelah itu dirinya mencari letak dimana teh itu berada.


Dan disaat itu juga Abel memberikan tanda pada seseorang yang sejak tadi menunggu simbol darinya dari kejauhan. Setelah itu, seorang pria membawa wanita paruh baya dengan tawa menyelimuti. Bagaimana tidak, setelah sekian lama akhirnya mereka bisa bertemu dan pergi jalan-jalan bersama.


"Ma, Acarl sudah besar. Dan sepertinya Acarl akan serius dengan Abel." ucap Acarl membuat wanita paruh baya itu tersenyum hangat keibuan.


"Itu bagus, mama selalu mendoakan kalian berdua. Apalagi mama sudah mengenal Abel, dia anak yang baik dan pintar. Sebenarnya mama juga tidak tega kalau melihat Abel harus bertindak sampai sejauh ini demi meluluhkan papamu." ucap mama kepada Acarl yang turut merasakan betapa sulitnya perjuangan cintanya.


"Ya, mama benar. Abel adalah wanita yang kuat dan tak terduga. Acarl merasa beruntung mengenal dirinya dan memilikinya." balas Acarl seraya mengingat-ingat momen dimana Abel secara nekat melakukan hal-hal yang itu dan ini demi hubungannya.


Acarl menggiring wanita paruh baya itu ke sebuah tempat yang dimana ada pria tua yang duduk sembari memandangi air mancur yang indah. Ini dia masa-masa menegangkan sesuai dengan rencana Abel. Entah akan berhasil atau tidak, usaha Abel dan Acarl yang terpenting.


"Wah, ada tuan besar Xelone ternyata." ucap Acarl membuat pria tua itu langsung menolehkan kepalanya dan mendapati anak laki-lakinya bersama dengan wanita yang menjadi istrinya.


Fokus tuan besar Xelone langsung pada wanita itu, sementara mama juga langsung menatap tuan besar Xelone seakan ada sebuah memori yang kembali mereka hadirkan secara mendadak seperti de Javu.


Sementara Acarl terkejut saat tangannya ditarik seseorang yang sejak tadi sudah berada di belakang Acarl. Ya, orang itu adalah Abel. Abel memberi isyarat agar Acarl diam, karena momen puncaknya sebentar lagi akan terjadi. Dan sesuai dugaan Abel, sekarang tuan besar Xelone berdiri dengan tatapan yang masih sama ke arah wanita yang ada didepannya.


"Larina." ucap tuan besar Xelone menatap dengan penuh kasih sayang kepada wanita yang dia panggil Larina.


Secara mendadak kedua tangan pria itu langsung meraih tangan wanita didepannya. Air mata mengalir yang entah darimana itu terjadi. Air mata seperti penyesalan, atau air mata penuh kerinduan. Semua seakan tumpah saat tubuhnya kembali bergerak dengan pasti memeluk wanita didepannya.


"Roy, kamu kembali?"


"Maafkan aku, Larina."


Ya tuan dan nyonya besar Xelone secara tidak terduga melakukan hal romantis tanpa memperdulikan bagaimana Acarl dan Abel tersenyum malu karena harus melihat betapa lucu dan menggemaskannya kedua orang yang sudah tua itu. Karena mungkin saja tali yang membatasi mereka berdua sekarang akan hilang.


...****************...


Setelah kencan tidak terduga itu yang sudah sekitar seminggu berlalu, sekarang keluarga Guston dan Keluarga Xelone membuat pertemuan. Baik Abel dan Acarl sama-sama gugup dengan kemungkinan yang mungkin harus mereka terima dengan baik.


"Acarl, cepat katakan apa niatmu." bisik nyonya besar Xelone pada anak laki-lakinya yang masih diam karena ini beda dari meeting dengan klien atau berpidato diantara para direktur.


"Ehem. Baik saya Acarl Xelone. Sudah lama saya mengenal Abelrta Gourich Guston dalam hidup saya. Dia yang mengetahui bagaimana saya tumbuh dari pria dingin menjadi pria yang tidak ingin ditinggalkan wanita seperti dirinya. Untuk itu, disaat ini dan di detik ini saya akan meminta izin kepada tuan Guston. Saya secara khusus ingin menjadikan Abel sebagai teman hidup saya, yang akan saya jaga dan akan saya lindungi seperti separuh nyawa saya." ucap Acarl panjang membuat Abel tak terasa meneteskan air matanya.


Apa hal ini sekarang menjadi mimpi? Jika iya maka cepat bangunkan Abel. Semua orang tersenyum karena akhirnya benang merah yang kaku itu akhirnya sudah hilang meninggalkan kehangatan dari dua keluarga yang berkumpul sekarang.


"Hahaha, ternyata sudah waktunya ayah harus melepaskan Putri ayah satu-satunya. Putri ku memang anak yang tidak takut untuk mencoba segala hal, dan sekarang aku sebagai ayahnya mengizinkan kau Acarl untuk menjaga putriku dengan baik dan lebih baik daripada diriku." ucap tuan Guston membuat kedua keluarga langsung ikut menangis.


Acarl sebagai pria langsung mengeluarkan kotak berbentuk hati dari sakunya. Kalung dengan liontin dua pasang merpati akan terikat di leher Abel dengan indah. Kalung turun temurun dari keluarga Xelone untuk menantu mereka. Momen seperti ini sudah jelas akan cocok untuk Abel dan Acarl berpelukan bukan? Tapi semua itu langsung dicegah kedua orang tua yang membuat Abel dan Acarl tertawa malu.


"Baiklah, sepertinya makanan kita akan tertunda karena harus merangkai acara pernikahan bukan?" tanya ibunya Abel membuka topik yang akhirnya membuat suasana ceria menjadi tambah ceria.


"Benar sekali! Waktunya kita harus menentukannya dengan baik." balas mamanya Acarl yang akhirnya mengudang tawa banyak orang.


Semua sibuk dengan persiapan pernikahan Abel dan Acarl, berbeda dengan Abel dan Acarl yang memilih untuk keluar diam-diam karena mereka ingin mengekspresikan kebahagiaan mereka bersama. Karena setelah sekian lama dan setelah kejadian-kejadian yang menimpa mereka. Akhirnya mereka masih diberi kesempatan untuk bersama dengan restu yang mereka cari-cari.


"Acarl, aku tidak tau bagaimana lagi harus berekspresi. Ini lebih dari bahagia dalam hidupku." ucap Abel membuat Acarl menganggukkan kepalanya berulang kali.


"In the end, you and I are us." ucap Acarl sebagai akhir bahagia yang tercipta.


...Hai semua ☺️...


...Udah lama bangettt~t ya nunggu🥹...


...Akhirnya aku kembali lagi 🙂...


...Jangan lupa like, komen dan vote ya 🤭...


...See you next part:)...