
Tampak didepan mata kepala Abel, pria paruh baya dengan rambut yang mulai didominasi warna putih itu sedang menatap layar laptop dengan wajah berkerutnya. Bagaimana bisa ayah dan anak itu sama-sama tampan? Apa ini yang dimaksud bibit unggul?
Abel mulai mendekati meja dan duduk di kursi yang berhadapan dengan tuan besar Xelone. Ini adalah waktu dimana keputusan tuan besar Xelone akan ia dengar. Apapun yang terjadi, akan lebih baik kalau segera dilakukan saja. Daripada menunda waktu, Abel akan menanggung resiko apabila datangnya lebih cepat.
Tuan besar Xelone yang mengetahui kedatangan Abel, tidak menanggapinya. Abel sungguh mengerti dengan situasi gelisah yang terpampang jelas di raut wajah tuan besar Xelone. Dan setelah kopi milik Abel datang, barulah tuan besar Xelone melihat Abel dengan benar seraya menyerahkan berkas yang dibawanya ke Abel.
Tanpa babibu lagi, Abel langsung melihat isi berkas itu. Betapa terharu Abel melihat garis demi garis melengkung membuat sebuah tanda tangan yang sangat Abel nantikan. Abel menatap tuan besar Xelone yang sedang serius dengan laptopnya, tapi yang Abel sadari wajah dengan penuh uban itu perlahan tidak setegas kemarin lagi.
"Jangan lupakan perjanjian itu." ucap tuan besar Xelone datar namun membuat Abel dengan antusias menganggukkan kepalanya.
"Pasti!! Saya bukan tipe yang suka mengingkari janji." jawab Abel yang kemudian beralih lagi menatap berkas bertandatangan itu. Walaupun artinya Abel akan sedikit menderita, tapi semua demi kebahagiaannya sendiri. Kalau kalian berpikir kenapa hanya Abel yang maju, kalian salah besar karena selama ini Acarl lah yang sering maju untuk menyelamatkan Abel dari apapun. Ini bukan berarti Abel membalas budi, tapi Abel akan egois untuk memiliki penyelamatnya.
...****************...
Seperti apa yang sesuai dengan perjanjiannya, Abel yang sudah sampai rumah langsung memanggil ibunya. Sepertinya Abel akan memberitahukan rahasia besarnya pada ibunya tersayang. Dan sampai di kamar Abel, ibunya terkejut karena melihat sebuah koper terparkir dengan sempurna di samping tempat tidur Abel. Ingin menanyakan, tapi ibunya urungkan karena tau kalau Abel akan menjelaskan dengan sendirinya.
"Abel tau ibu pasti penasaran kenapa ada koperku di sini, tapi yang harus ibu tau kalau aku tidak berniat kabur atau apapun itu. Aku mau mengejar apa yang aku mau, dan ini sudah aku putuskan sejak lama." ucap Abel setelah dirinya dan ibunya duduk di atas tempat tidur Abel.
"Walaupun ibu belum tau apa yang mau kamu perbuat, tapi melihat tekadmu begini apa mungkin ibu bisa melarang mu?" balas ibunya Abel dengan senyum namun juga tatapan curiga.
Perlahan Abel tersenyum dan langsung berhamburan kepelukan ibunya. Abel menceritakan semua rencananya, memang membuat ibunya sempat terkejut dan ingin melarang. Tapi apa daya kalau anaknya ini benar-benar sudah bertekad? Dirinya tau kalau hanya melihat saja semua orang pasti sudah tau dengan Abel yang sangat antusias dan luar biasa bersemangat.
Kini saatnya Abel meminta bantuan ibunya untuk mengatakan pada ayahnya, dan inilah saatnya dimana ibunya harus berperan dalam skenario Abel. Walau dengan berat hati juga, tapi ibunya kini dapat meredakan suasana hati ayahnya. Terbukti ayahnya menatap Abel dengan wajah lembut padanya, sama seperti saat ayahnya melepas dirinya untuk ke mansion Acarl saat itu.
"Aku tau ayah akan super khawatir padaku. Tapi ayah tau kan kalau aku terus bersemangat dan menjaga diriku dengan baik demi ayah? Kali ini aku pergi dengan tekadku ayah, tanpa terpaksa." ucap Abel membuat ayahnya tak habis pikir dapat menganggukkan kepalanya dengan pasti.
Dan ya, ini saatnya Abel beraksi memasuki mansion nan megah milik keluarga Xelone. Apa? Keluarga Xelone? Yap!! Inilah saatnya Abel akan berada di keluarga Xelone dan menyesuaikan kontrak diantara dirinya dan juga tuan besar Xelone. Sebagai koki yang akan menunjukkan talentanya, selama tiga bulan ini Abel akan menunjukan kelayakannya.
flashback on
Abel yang terdiam bersandar di tempat tidurnya, memikirkan apakah semua hal sekarang sudah selesai? Dan sudah jelas kalau masalah utamanya adalah dirinya dan Acarl. Kalau sebatas berpacaran, semua orang pasti bisa saja. Tapi untuk menikah, bukan semua orang bisa melakukan dengan orang yang mereka cintai.
"Haruskah ada pancingan agar dapat menikah? Atau memilih nikah lari aja sama Acarl?" gumam Abel.
Dalam bayangannya, sudah pasti Acarl mau kalau diajak nikah lari, tapi bagaimana dengan image pria itu didepan karirnya? Acarl sudah banyak mengalami kesulitan karenanya, apa ini saatnya Abel yang bertindak duluan? Kalau Acarl selalu bisa menariknya kembali, kenapa dirinya tidak bisa?
"Let's do it!" smirk Abel keluar.
Flashback off
Dan sekarang dirinya benar-benar didalam rumah keluarga Xelone dengan koper yang berada disebelah kirinya. Pintu terbuka menampilkan wanita paruh baya yang senang dengan kedatangan Abel. Seketika wanita itu memeluk Abel dan tentu saja Abel langsung membalas pelukan hangat itu.
"Kamu benar-benar bertindak nekat ya!" ucap wanita itu pada Abel yang masih dalam pelukannya.
"Tindakan saya kan agar bisa menjadi menantu anda. Atau saya yang ingin anda menjadi mertua saya." balas Abel dengan diakhiri tawa kecil darinya.
Pelukan itu selesai dengan senyuman keduanya. Baik Abel maupun nyonya besar Xelone, ini bukanlah tindakan yang mudah. Tapi Abel berusaha agar bisa menjadi air yang akan menetasi batu yang keras agar perlahan bosa berlubang. Yah setidaknya Abel sudah tau medan perangnya, untuk strategi akan Abel ikuti sesuai alurnya. Untuk berhasil dan tidaknya, eits!! harus berhasil dong!
Abel yang mendapatkan tempat tidurnya, kini membersihkan dirinya terlebih dulu sebelum bersiap menjalankan rencananya. Ini rasanya seperti simulasi menantu baru, Abel akan di tes untuk kecocokan dirinya sebagai menantu. Memang benar kalau dirinya perlu di tes terlebih dulu, karena pasangan yang akan bersanding dengannya adalah Acarl Xelone yang notabene suami idaman semua orang.
"Okey tenang Abel, ayahnya juga tampan seperti anaknya. Setidaknya tinggal membayangkan saja dirinya seperti anaknya saja!" gumam Abel sebelum keluar dari kamarnya.
Malam ini Abel harus memasak makanan yang sehat untuk calon mertuanya. Tentu saja dengan penuh kasih sayang Abel akan membuat makanannya. Sesuai perjanjian, Abel harus menepatinya bukan? Dan inilah Abel, di tempat kekuasaannya ! Dapur!!
.......
.......
.......
.......
...Hai semua 🤗...
...Kangen ngga?...
...Jangan lupa like komen dan vote ya 🌼...
...See you next part:)...