
Dua hari sejak tuan Xelone terkena jantung, Abel seakan menghilang dari hidup Acarl. Bahkan Acarl sudan mencari Abel dari restaurannya, rumahnya, dan juga tempat-tempat yang Acarl yakini wanita itu berada. Tapi semua nihil seperti Abel tidak ada dalam hidupnya.
Sekarang tuan Xelone sudah sadar dan beristirahat dirumah untuk memulihkan kondisinya. Dan itu membuat Acarl baru ingat pada wanita yang ikut bersamanya saat mendapat berita tumbangnya tuan Xelone, tapi wanita itu menghilang saat Acarl sudah merasa mendingan dalam kondisi yang membuat ibu dan adiknya menangis.
Hanya pesan yang ditinggalkan Abel melalui Eron yang menjadi terakhir kalinya pria itu tau keberadaan Abel. Restauran wanita itu masih buka, namun hanya para pekerjanya yang ada disana. Ingatan tentang diculiknya Abel dulu kembali berputar. Dan itu menjadi bom untuk Acarl merasa tidak tenang sekarang.
"Tuan Presdir, ada Tuan Ariens ingin bertemu dengan anda." ujar Cheiz yang berada diluar ruangan Acarl.
Tanpa menunggu jawaban dari Acarl, Eron langsung nyelonong masuk dan mendapati Acarl terdiam di kursinya dengan tatapan kosong. "Kalau begini pasti akan ada berita lagi. Judulnya, Presdir XLN company depresi karena ditinggal sang kekasih." ujar Eron berusaha mengalihkan perhatian Acarl.
"Apa kau mau mati sekarang?!" sungut Acarl pada Eron yang kini duduk didepannya.
"Apa kau belum menemukannya?" tanya Eron membuat Acarl berdecih. Sudah tau kalau dia galau begini masih juga bertanya apa Abel sudah ditemukan atau belum, sungguh lucu manusia satu ini.
Eron menghela napasnya, menatap kaca yang menampilkan susunan gedung-gedung tinggi didepannya. "Kurasa kau perlu tau alasan dia pergi dulu, baru kau mencarinya." ujar Eron membuat Acarl menatap pria didepannya lekat.
Acarl yang dalam suasana geram, dirinya bangkit dan langsung menarik kerah Eron. Menatap mata pria yang menjadi adik iparnya itu dengan api yang menyulut. "Kau sebenarnya tau kan dimana Abel?" tanya Acarl dengan wajah marahnya.
Eron yang mendapat perlakuan seperti itu dari Acarl, hanya diam dan menunjukkan smirk nya. Dan tentu saja itu menambah kemarahan pada Acarl, dan membuat Acarl mendorong tubuh Eron sampai pria itu tersungkur di lantai tanpa manusiawi.
"Kau sudah bersama adikku, kenapa kau masih mengurus aku dan Abel?!" tanya Acarl pada Eron.
"Karena kau pria yang tidak peka. Apa kau tau perasaan wanita yang kau anggap kekasihmu itu? Seharusnya kau tau alasan dia pergi kalau kau benar-benar menyayanginya." balas Eron semakin membuat Acarl menggila. Terbukti sekarang Acarl langsung terdiam setelah mendengar ucapan Eron.
"Sebaiknya kah cari tau alasannya, karena itu yang lebih penting daripada kau mencari orangnya yang belum tentu akan menerimamu yang belum peka terhadapnya." ujar Eron sebelum pria itu keluar dari ruangan Acarl, meninggalkan Acarl sendiri dalam pikiran yang rumit.
......................
Hembusan angin pantai yang menerpa wajah, membuat kibaran dari rambut seorang wanita itu terlihat indah. Laut biru hang luas, sungguh pemandangan yang bisa mendeskripsikan perasaannya sekarang. Bahwa masalahnya belum terselesaikan dengan baik seperti lautan ini yang terbentang entah berapa jauh sampai ia bisa menemukan pulau lagi yang bisa ia huni.
"Sangat disayangkan tanganku belum menyentuh panci selama dua hari ini." gumam wanita itu yang tak lain adalah Abel.
"Lama-lama disini panas juga ya? Seharusnya aku pilih gunung saja daripada pantai."
Dengan langkah malasnya, Abel berjalan entah kemana. Yang terpenting sekarang Abel harus makan, karena sejak kemarin ia belum menyantap apapun selain minum air putih. Bukan sengaja Abel tidak makan, tapi dirinya yang lupa kalau dirinya belum makan. Dan sekarang Abel sudah ingat kalau dirinya belum menyantap apapun karena perutnya yang mulai berbunyi terus.
"Bubur seafood sepertinya enak," gumam Abel setelah dirinya membaca papan rumah makan didepannya.
Sungguh Abel menyesal kenapa dirinya harus memilih pantai daripada mall dan pegunungan yang sejuk. Mana dia tidak membawa baju ganti untuk disini berlama-lama. Terpaksa dia harus membeli baju seadaanya karena tempat ini juga jauh dari mall yang terdapat baju-baju yang modern.
"Siang, mau pesan apa?" tanya seorang ibu-ibu yang sepertinya adalah penjual bubur seafood ini.
"Bubur seafood nya masih ada kan, bu?" tanya Abel antusias. Yah, bagaimana tidak antusias saat pertama masuk Abel sudah disuguhi betapa ramainya rumah makan ini.
Ibu penjual itu tersenyum pada Abel. "Masih nona, saya akan bawakan. Silahkan nona memilih tempat duduk dulu." ujar ibu penjual dengan ramah, membuat Abel sangat iri sekali dengan anaknya.
Abel memilih duduk dipinggir yang langsung menampilkan pemandangan lautan yang ia lihat tadi. Benar-benar suasana pantai yang indah dan Colourful. Banyak wisatawan juga yang berkunjung, tapi rasanya seperti sepi saat Abel berdiri dipinggir pantai tadi.
Makanan sudah tersaji dihadapan Abel, dengan lahap Abel memakannya tanpa sisa karena memang perutnya sudah lapar akut. Selesai makan, Abel kembali berjalan sembari memakai earphone yang tersambung dengan ponselnya.
~🎶 Lara Hati - La Luna~
Rasa takut kehilanganmu
Kini menjelma menjadi nyata
Ku tak bisa menghindar
Seperti sekarang rasanya Abel harus yakin pada keputusannya. Dirinya tidak seharusnya berada diposisi ini, karena banyak masalah yang terjadi sejak ia bersama Acarl.
Kata maaf tak bisa menebus
Atas satu khilafku padamu
Kau merasa dikhianati
Kau putuskan untuk pergi
Rasanya Abel sangat bersalah pada Acarl karena kedatangannya di kehidupannya. Abel yakin kalau sekarang Acarl akan kecewa padanya, dan Abel sudah siap jika Acarl memutuskan untuk pergi.
Kucoba tersenyum saat kau pergi
Meski lara hati
Menangis melepasmu
Andaikan kau tau
Betapa aku masih mencintamu
Sudah cukup rasanya Abel seperti ini. Walaupun benar-benar sakit yang harus ia rasa, yang terpenting hidupnya dan Acarl harus berjalan sesuai dengan ritme nya. Bukan memaksakan hidup seperti ini dan membuat yang lain terluka karenanya.
Tanpa terasa buliran bening menetes dari mata Abel. Lagu yang tak sengaja ia putar, sangat menggambarkan pilihannya sekarang. Benar, sekarang dia pergi untuk membuat Acarl kecewa padanya dan membuat Acarl yakin untuk meninggalkannya.
Biarkan Abel masih mencintai Acarl, tapi kehidupannya dengan Acarl harus tetap berjalan. Sudah cukup orang lain yang tak menyukainya dengan Acarl tersiksa, sekarang Abel ingin semua berjalan seakan dirinya tidak pernah berjumpa dengan Acarl.
Benar, sekarang ia harus kembali dan membicarakan ini dengan Acarl. Dirinya dan Acarl tidak bisa santai berdiam diri seperti ini. Ia sudah harus bangkit dan menjalankan hidupnya, begitu juga dengan Acarl. Jangan sampai hubungan mereka kembali menambahkan korban, jika dunia tidak setuju maka sudah yang terbaik mereka tidak bersatu.
Dengan menguatkan hatinya, Abel bersungguh-sungguh akan memilih jalan ini demi kebahagiannya dan juga kebahagiaan Acarl. Dan ini saatnya ia bertemu Acarl.
.
.
.
.
.
Halo semua ðŸ˜
Gimana buat part ini?
Aku harap kalian suka😊
Jangan lupa like, komen dan vote ya ðŸ¤
Dukung wajib 😂
See you next part:)