The Way to Marry You (KPdAM S2)

The Way to Marry You (KPdAM S2)
makan bersama



Tantangan pertama, sekarang Abel akan memasakkan untuk keluarga Xelone. Kebetulan waktu sudah hampir malam sejak ia datang tadi. Mengandalkan skill yang ia punya, sudah pasti Abel akan berusaha memikat calon mertuanya dengan masakan yang ia sajikan.


Abel memilih bahan-bahan lembut dan empuk untuk Tuan dan Nyonya Xelone. Sudah pasti Abel harus menghindari kesalahan yang bisa saja ia dapatkan kalau salah memilih bahan.


Mulai dari masakan daging, sayur dan dessert sudah Abel masak dengan tangannya sendiri. Yah, sedikit-sedikit juga dibantu nyonya Xelone juga sih. Dan kini sudah tersaji masakan Abel dengan bermacam warna dan rasa yang sudah Abel masak.


"Aromanya enak!!!!" puji seseorang yang baru datang dan langsung lari ke ruang makan karena mencium aroma nikmat yang dikatakannya.


"Pantesan enak, ada koki yang terkenal disini ternyata!" ujar seorang gadis yang tak lain adalah Clara.


Dua wanita yang berada di ruang makan pun tertawa geli mendengar ucapan menggoda dari Clara yang tiba-tiba masuk ke dalam rumah.


"Dimana suami mu?" tanya nyonya Xelone pada Clara yang dengan cepat mendapatkan gelengan kepala dan bahu yang di angkat tanda tak tahu dari Clara.


"Entahlah, ibu tidak perlu menanyakan orang sepertinya. Dia bahkan tidak pernah menanyakan diriku ada dimana , sekarang saja dia tidak memberiku pesan apapun padahal aku tidak ada dirumah," ujar Clara dengan kesal yang malah membuat Abel dan nyonya Xelone tertawa lagi melihat ekspresi wajah Clara yang sedang kesal.


"Sepertinya aku mencium pertengkaran suami istri nih?" goda Abel semakin membuat Clara mendengus kesal, sedangkan Abel dan nyonya Xelone saling menatap dan tertawa bersama.


Abel mengehentikan tawanya dan kembali fokus dengan makanan yang akan dia hidangkan di meja makan keluarga Xelone. Dan jangan lupa dengan alat makan yang harus ia pastikan kebersihannya, walaupun sudah pasti bersih karena ini ada di rumah keluarga besar Xelone.


"Abel, kamu sudah sangat lelah. Ikutlah makan disini dan menginaplah juga disini." ujar nyonya Xelone membuat hati Abel terenyuh mendengarnya. Bukan ibu kandung, tapi terasa lebih hangat dibandingkan ibu kandungnya sendiri.


Abel menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas penawaran dari nyonya Xelone. Ya, setidaknya dia bisa lebih dekat dengan keluarga ini bukan? Dan itu menjadi selangkah lebih maju untuk mendapatkan restu orang tua yang akan menjadi mertuanya.


Semua sudah berkumpul di ruang makan, dengan tuan besar Xelone yang duduk dengan tubuh tegap walaupun tidak sesuai dengan usianya yang sudah menginjak hampir tujuh puluh tahun. Tak lama setelah semua berkumpul, Acarl yang tau kalau Abel di rumah orangtuanya segera menyusul karena sudah waktunya juga ia pulang dari kantor.


Abel dengan teliti mulai mengambilkan makanan untuk semua orang yang sudah duduk di kursi masing-masing, tentu dibantu Clara yang masih berada di rumah orangtuanya. "Apa segini cukup?" tanya Abel pada Acarl yang tersenyum padanya.


"Masih kurang," jawab Acarl membuat Abel tertawa kecil. Dan semua pemandangan itu tak lepas dari pandangan ibu dan adik perempuan Acarl Xelone. Sementara tuan besar Xelone, memilih cuek walaupun juga mendengar pembicaraan Acarl dan Abel.


Semua sudah mendapatkan makanan masing-masing, dan saatnya mereka makan. Disini, Abel mulai sesekali melirik tuan besar Xelone untuk melihat reaksi yang terjadi pada pria yang sudah memiliki uban di kepalanya.


"Wah, Abel benar-benar sudah tidak bisa diragukan lagi. Makanan ini mudah sekali dicerna ibu yang sudah tua ini." ujar nyonya Xelone dengan wajah sumringahnya.


"Sepertinya aku mau buka lowongan pekerjaan untuk koki di rumahku." canda Clara membuat Abel ikut tertawa.


"Yah, tapi aku mau mengontaknya seumur hidup denganku."balas Acarl yang tak mau kalah dengan adiknya. Dengan cibiran dari Clara, sudah terlihat bahwa gadis itu kesal dengan jawaban kakaknya yang menyebalkan.


"Sudah-sudah, kalian ini sudah besar masih saja bertengkar." marah nyonya Xelone disambut senyum manis dari Abel.


Dalam pertengkaran itu tadi, tuan besar Xelone masih memakan makanannya dan habis lebih dulu dibandingkan yang lain. Dan tuan besar Xelone langsung meninggalkan ruang makan tanpa pamit dan sebagainya. Tapi senyum Abel terpancar saat piring yang digunakan tuan besar Xelone licin tanpa sisa sedikit pun, yang artinya masakannya diterima dengan baik oleh tuan besar Xelone.


--------------------------


"Apa kamu yakin tidak jadi menginap?" tanya nyonya Xelone pada Abel yang berada didepan pintu mansion keluarga Xelone.


Nyonya Xelone tertawa melihat Abel yang menyindir putranya. "Ya, memang menjaga kucing itu sangat susah. Apalagi kalau sudah menempel seperti itu, pasti sangat susah untuk dilepas." ujar nyonya Xelone yang kemudian disambut tawa dari Abel.


Abel dan Acarl berada dalam satu mobil yang sudah pasti hanya mereka berdua didalamnya. Abel tak pernah berhenti tersenyum sejak dirinya keluar dari mansion keluarga Xelone, dan senyum itu tak pernah lepas dari pandangan Acarl yang berada disampingnya.


"Kerja bagus nyonya muda Xelone, sepertinya jari anda sudah siap untuk diselipkan cincin yang mengikat kita berdua." ujar Acarl menggoda Abel yang memandang luar dengan senyumnya.


"Maaf tuan muda, tapi nyonya muda ini mau menghukum anda terlebih dahulu sebelum melakukan itu." ujar Abel dengan senyum paksanya.


Sementara Acarl tertawa dan mendaratkan tangannya di punggung tangan Abel lalu mengusapnya dengan lembut. "Ya, hukum saja tuan muda ini. Ini malam yang indah bukan untuk memberi hukumannya nyonya muda?" goda Acarl lagi membuat kedua pipi Abel langsung mengeluarkan semburat merah yang menyala.


"A-apaan sih! Bu-bukan hukuman seperti itu ya!!" kesal Abel karena Acarl berhasil lagi menggoda dirinya. Yah, mungkin memang sudah basic Acarl dalam menggodanya.


Tak terasa mobil sudah memasuki mansion Acarl. Dengan cepat, Acarl turun dan langsung beralih ke tempat Abel, mengangkat tubuh gadis itu dan membawanya masuk kedalam mansion.


"Tuan muda mau menerima hukuman hari ini nyonya muda " ujar Acarl membuat Abel langsung mencubit pinggang pria itu dengan kencang karena malu.


Yah memang sudah tidak bisa dihindari lagi, karena pintu kamar Acarl sudah terbuka dan langsung dimasuki oleh Acarl yang membawa serta Abel digendongannya.


"Mau mandi dulu?" tanya Acarl yang langsung diangguki oleh Abel.


Bukannya menurunkan Abel, malah sekarang Acarl ikut masuk kedalam kamar mandi dan menurunkan Abel di bathtub dengan perlahan. "Nyonya muda, izinkanlah tuan muda melayani anda malam ini." ujar Acarl sembari mengecup punggung tangan Abel sebelum akhirnya pria itu memulai aksinya yang mampu membuat Abel tidak bisa berontak lagi.


.


.


.


.


.


Hai hai semua😂


Aku kembali dengan membawa cerita ini🌚


Maaf sudah menghilang tanpa kabar 🥺


Jangan lupa like, komen dan vote ya 🤭


Dukung wajib 😂


See you next part:)