
Suasana ramai dengan perasaan yang campur aduk, menghiasi ruangan yang dihias dengan banyaknya warna putih memberikan kesan yang sakral namun tetap elegan. Tak ada batasan usia yang berada dalam ruangan itu, semua bergaul dengan baik seakan mendukung acara yang akan digelar hari ini.
Dua keluarga yang bersatu, membawa suasana baru yang membahagiakan. Berbeda dengan kedua mempelai yang merasa gugup karena akan masuk ke altar tidak lama lagi. Apalagi kini Abel dan Acarl tidak bertemu dulu karena teman-temannya yang membuat mereka tidak bertemu. Sudah pasti Abel bersama Clara dan Falida, sedangkan Acarl bersama Eron, Rian dan Vano.
"Mempelai wanita, apa sudah siap menempuh hidup barunya?" goda Clara yang gemas melihat wajah gugup Abel.
"Kali ini kita ngga akan ketawa deh kalau kamu nanti buat salah!" sambung Falida yang diakhir tawa bersama Clara.
Abel yang gugup ditambah kesal karena memiliki teman seperti Clara dan Falida. Harusnya mereka membuat Abel tenang seperti memberi masukan yang positif, tapi mereka malah menggodanya yang membuat Abel tambah gugup lagi kalau dirinya melakukan kesalahan nanti.
"Tenang aja, semua akan berjalan lancar. Aku jamin, kakakku pasti akan membantumu." ucap Clara yang akhirnya menenangkan Abel walaupun sedikit. Karena tidak mungkin dirinya akan bergantung terus pada Acarl di sepanjang acara bukan?
"Bener ya kalian jangan ada yang ketawa nanti!" ancam Abel yang langsung diangguki dua wanita atau lebih tepatnya dua ibu-ibu muda.
Disisi lain, Acarl sedikit bingung dengan apa yang terjadi sekarang. Apa benar dirinya akan menikah hari ini? Bagaimana kalau ini hanya mimpi? Tapi kenapa semua ada di ruangannya kalau ini sekedar mimpi? Dengan tatapan kosong, membuat semua temannya tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Acarl yang diluar prediksi mereka.
"Apa kau yakin akan menikah dengan wajah itu?" tanya Eron atau lebih tepatnya meledek sahabatnya.
"Aku jadi kasian dengan Abel." sambung Rian disusul tawa semua yang berada dalam satu ruangan itu.
Sepersekian detik, akhirnya Acarl tersadar saat suara tawa teman-temannya masuk menusuk gendang telinganya. Ejekan demi ejekan membuat Acarl akhirnya sadar kalau hari ini dirinya akan benar-benar menikah. Terlebih lagi melihat ekspresi kesal dari Vano yang membuat Acarl tambah yakin Abel adalah mempelai wanitanya hari ini.
"Awas kau kalau melukai adikku!" ucap Vano yang langsung ditanggapi dengan senyuman dari Acarl.
"Sepertinya aku akan mati kalau menyakiti Abel." balas Acarl karena semua yang ada diruangan ini pernah menyukai Abel, kecuali Vano yang memang kakaknya.
"Kau yang beruntung dipilih Abel. Tapi dengan begitu, aku juga beruntung memiliki adikmu." ucap Eron yang tau maksud dari perkataan Acarl barusan. Karena memang benar beberapa tahun yang lalu, Abel memberikan kisah kebersamaan antar mereka semua.
"Itu tidak salah. Karena aku yang beristri lebih dulu!" balas Rian yang notabene menikah paling pertama di antara mereka semua.
"Bersyukurlah karena kalian berdua tidak akan menjadi bujang tua seperti dia." ucap Acarl sembari melirik Vano yang notabene paling tua tapi belum menikah-menikah.
Akhirnya seisi ruangan tertawa dengan Acarl yang sekarang tidak gugup lagi. Sebentar lagi dirinya akan menikahi wanita yang ia cintai, sayangi dan selalu ingin ia lindungi. Maka dari itu, Acarl akan serius untuk pernikahannya kali ini dengan wanita yang sama dengan cinta pertamanya.
Dan inilah sekarang, Acarl memasuki altar sendiri dengan sambutan dan teriakan teman-teman dan keluarganya. Semua terlihat bahagia dan terharu dengan Acarl yang berdiri dengan tegap dan tampannya di altar, menunggu mempelai wanita yang akan masuk ditemani ayahnya.
Tak lama, pintu terbuka menampilkan mempelai wanita yang bergandengan dengan ayahnya. Berjalan menuju altar, semua terpesona dengan kecantikan Abel hari ini. Apalagi Acarl yang tidak berkedip melihat betapa cantiknya sosok yang akan menjadi istrinya dalam hitungan menit. Sedangkan Abel, berjalan dengan pelan memandang Acarl yang tersenyum kearahnya.
"Ayah percayakan putriku Abelrta Gourich Guston padamu Acarl Xelone. Sayangi putriku." ucap tuan Guston pada Acarl seraya meletakkan tangan Abel pada Acarl dengan lembut.
"Pasti, Ayah!" jawab Acarl dengan pasti.
Upacara pernikahan dimulai, dengan kedua mempelai saling berhadapan dan mengutarakan janji pernikahan mereka. Penuh rasa haru di setiap bait-bait janji yang mereka ucapkan. Setelah bertahun-tahun, akhirnya yang ada dihadapan mereka masing-masing lah yang menjadi pasangan hidupnya.
"Kedua mempelai bisa saling berciuman untuk mengesahkan bahwa kalian adalah suami dan istri dihadapan Tuhan."
Diantara sorakan semua orang, membuat Acarl dan Abel sedikit malu. Acarl tidak bisa lagi menyembunyikan betapa dirinya sangat mencintai Abel, dengan cepat Acarl langsung menempelkan bibirnya ke bibir Abel dan mengecupnya dengan hangat. Sama dengan Acarl, Abel sekarang juga ingin mengatakan betapa dirinya bahagia hari ini.
Saat menerima tamu-tamu, tiba-tiba saja tatapan Abel menangkap sosok wanita yang amat ia rindukan. Saat wanita itu berjalan mendekat, Abel langsung tersenyum walaupun dalam hatinya terharu karena kedatangannya.
"Sera! Tu vieni?" (Sera! Kamu datang?) tanya Abel yang tidak menyangka Sera temannya dari Italia akan datang di hari yang membahagiakannya ini.
"Aku pasti datang." jawab Sera dengan bahasa yang sama dengan Abel.
"Wow! Kamu..."
"Aku banyak belajar untuk hari ini." jawab Sera membuat Abel tak kuasa ingin memeluk Sera dengan erat.
"Selamat atas pernikahanmu."
"Terimakasih, Sera!" balas Abel seraya memeluk Sera dengan hangat.
Kini yang lebih mengejutkan lagi, mantan bos Abel juga datang. Agam dengan anak dan istrinya, menghampiri Acarl dan Abel dan memberikan selamat. Tentu saja itu menjadi sorotan publik karena koki seterkenal Agam datang bersama istri dan anaknya yang belum pernah di publikasikan.
"Selamat atas pernikahan kalian berdua!" ucap istri Agam disusul suaminya yang berjabat tangan lebih dulu dengan kedua mempelai.
"Terimakasih." balas Abel dan Acarl bersamaan.
Tak menyangka saja, ternyata se menyenangkan ini kalau memiliki banyak teman saat menikah. Semua datang menyambut kehidupan yang akan Abel dan Acarl mulai. Mungkin Tuhan membuat Abel dan Acarl menunda pernikahan karena mereka harus memenuhi syarat sosialnya. Dan ternyata inilah hasilnya kalau Abel dan Acarl bersabar.
"Istriku, apa kamu siap untuk malam ini?" goda Acarl dengan bisikan mautnya.
"Waaaa, sepertinya malam ini aku mau tidur cepat." balas Abel membuat Acarl memasang wajah dinginnya yang sudah lama tidak diperlihatkan pada Abel.
Dan inilah alasan kenapa Abel menyukai Acarl, hiburan baginya adalah menggoda Acarl. Sepertinya Abel akan menunda memiliki anak, karena bayi besarnya ini pasti akan terus menempel padanya kurang lebih satu tahun full. Semua seakan sudah tergambar dalam pikiran Abel, karena dirinya sudah terlalu mengenal Acarl.
.......
.......
.......
.......
.......
...Hai semua ☺️...
...Aku kembali lagi 🥰...
...Jangan lupa like komen dan vote ya 🤭...
...See you next part:)...