
Bandara seakan gempar saat ini. Bagaimana tidak gempar, kalau sekarang kawalan bodyguard yang mengamankan dua orang yang sedang trending melintasi mereka? Dan benar saja, karena hari ini Abel dan Acarl akhirnya bisa ke negara asalnya. Acarl dan Abel berjalan beriringan dengan Acarl yang merangkul Abel seakan mengamankan gadisnya itu.
Seketika banyak yang mengarahkan ponsel untuk memotret momen Acarl dan Abel, dan dalam semenit semua berita muncul dengan Abel dan Acarl yang menjadi highlight. Bahkan tak sedikit yang mengomentari bahwa Abel dan Acarl adalah pasangan yang cocok, dan semua itu mengikis issue kalau Acarl adalah pengusaha muda yang dingin.
Setelah masuk ke ruang tunggu, barulah Abel dan Acarl bisa bernapas lega. Tapi ingat kalau sekarang ini Abel sedang bersama Acarl, jadi paling tidak mereka tidak akan menunggu di ruang tunggu. Tentu saja jet pribadi Acarl lah yang mereka gunakan sekarang, jadi tentunya mereka bisa langsung masuk ke dalam jet. Sembari menunggu bagiannya terbang, Abel membersihkan dirinya terlebih dulu sebelum memasuki ruangannya.
Tidak perlu diragukan lagi fasilitas yang Acarl miliki di jet pribadi nya. Sangat dipastikan kalau akan nyaman digunakan Abel dalam perjalanan yang lumayan jauh. Dapur, ruang tidur, ruang bersantai, dan lain-lain lagi yang ada di dalam jet pribadi Acarl. Tapi tentu saja tempat favorit Abel adalah kamarnya, karena Abel adalah tipe yang suka menikmati perjalanan dengan tidur.
Cukup puas bukan kalau melakukan perjalanan dengan jet pribadi Acarl? Makanya selama apapun jarak yang ditempuh, Abel akan nyaman-nyaman saja. Dan kini dirinya benar-benar sudah selesai membersihkan diri, dan tak lama kemudian jet pribadi Acarl akhirnya lepas landas. Tidak perlu dipertanyakan lagi apa yang sedang Acarl lakukan sekarang, karena sudah pasti Acarl akan terus berada di samping Abel.
"Kenapa tidak ke mansion?" tanya Acarl membuka obrolan.
"Yang aku rindukan itu ayah sama ibu ku." jawab Abel seraya mengecup pipi Acarl.
"Tapi aku harap kamu bisa datang ke rumah. Aku mau memperkenalkan calon menantu ayah dan ibuku." lanjut Abel yang langsung membuat Acarl tersipu.
Abel sangat yakin kalau keluarganya akan menerima Acarl, walaupun dulu ibunya sempat tidak suka pada Acarl. Tapi karena ini pilihan Abel, pasti orang tuanya akan mengerti. Apalagi kakaknya yang satu itu bukannya segera menikah malah asik menikmati hidupnya sendiri. Kan jadi Abel yang kena pertanyaan "kapan menikah?"
Perjalanan kali ini menempuh delapan jam, tapi selama perjalanan semua tidak merasa bosan karena sudah pasti Abel selalu diperlakukan baik oleh Acarl. Dari makan, ingin tidur atau tidak, bagaimana dengan camilan, yah semua Acarl akan turuti untuk Abel.
Tak menyangka bahwa bandara negara asalnya mulai terlihat, pulau yang cukup besar tempat Abel dan Acarl besar. Bayang-bayang Abel akan menikmati liburan kali ini benar-benar sangat menyenangkan, ditambah Abel memiliki rencana besar yang akan ia hadapi di negara ini. Rencana yang bisa jadi akan membawa suatu keuntungan untuk Abel, dan itu harus Abel yang menghadapi.
Senyum Abel langsung merekah saat netranya menangkap dua orang yang amat dia rindukan. Seorang lelaki yang masih gagah menggandeng tangan wanita yang masih cantik diusia yang tak muda lagi. Siapa lagi kalau bukan kedua orang tua Abel. Seketika kaki Abel berlari menghampiri orang yang ia sayangi, meninggalkan Acarl dibelakang yang menarik koper Abel.
"Kenapa kalian jemput?" tanya Abel masih berada di pelukan keduanya.
"Ayahmu khawatir terus ga bisa nunggu kamu di rumah aja." jawab ibu Abel dengan lembut sembari mengusap lembut surai Abel.
Datanglah Acarl yang membuat sesi berpelukan itu selesai. Acarl tersenyum dan bersalaman dengan kedua orang tua Abel. Dan the moments of truth Ibu Abel yang dulunya menatapnya sinis, sekarang tatapan lembut khas ibu dengan senyuman itu muncul menatap Acarl.
"Nah ini yang membuat ayahmu khawatir, tau-tau kamu ngga jadi pulang ke rumah nantinya." ucap ibu Abel yang langsung membuat Abel tersipu dan langsung ditertawakan ayahnya.
"Tuan dan nyonya Guston ap-..."
"Jangan kaku begitu, ini bukan kantor jadi panggil saja kita ayah dan ibu." ucap tuan Guston membuat Acarl sedikit bingung dan mengalihkan pandangannya ke nyonya Guston. Siapa sangka sekarang nyonya Guston mengangguk dengan senyum keibuannya.
Suasana menjadi hangat sampai akhirnya Acarl dan keluarga Guston harus berpisah. Abel menatap Acarl, mengisyaratkan bahwa Abel akan merindukan pria itu selama dirinya tinggal di rumah orang tuanya. Ingin sekali Acarl berlari dan memeluk pemilik wajah lucu nan menggemaskan itu, tapi mengingat ada calon mertuanya ya harus jaga image kan.
"Kapan-kapan datang kerumah ya, tenang saja Abel bakal ibu jaga." ucap ibu Abel pada Acarl.
"Aku bisa ketemuan langsung sama dia sendiri tau, bu!" sanggah Abel yang langsung mendapat pelototan dari nyonya Guston alias ibunya sendiri.
Semua barang sudah masuk bagasi dan sekarang waktunya Abel dan Acarl berpisah sebentar. Kalau dipikir-pikir lagi, ini kali pertama ada suasana hangat seperti sudah jadi keluarga sendiri. Abel maupun Acarl merasakan hal yang sama, dan sempat berpikir apakah jika mereka menikah akan bersama seperti orang tua Abel saat ini? We never know.
Singkatnya Abel sampai dirumah dengan selamat dan segera membersihkan dirinya, dan jangan lupa makan malam keluarga yang dimana Abel banyak bercerita tentang segala hal yang membuatnya merindukan rumah. Dan semua berakhir saat Abel merasakan kantuk dimatanya, mungkin efek perbedaan waktu juga membuat Abel harus menyesuaikan ulang dirinya.
Keesokan harinya, masa dimana Abel akan bertemu sahabatnya. Siapa lagi kalau bukan Falida, teman seperjuangannya. Dan kehadiran kumpulan orang yang amat dirindukan Abel seperti Rian, Eron dan juga Clara. Semua berkumpul kecuali Acarl, tapi nostalgia tetap ada. Dan saat itulah Abel menjadi bahan pembahasan karena menjadi artis dadakan di Perancis.
"Emang ada yang tau kalau aku bakal terkenal?" ucap Abel mencoba membela dirinya sendiri.
"Memang aneh tapi benar-benar bagus kalau kau dan Acarl jadi artis, itu artinya ada peluang besar di kita!" balas Rian yang suka menggoda Abel. Bukan karena rasa suka lagi, tapi Rian dan Abel bisa dekat hanya dengan bertengkar.
"Wah pansos!"
Setelah Abel mengatakan itu, seketika semua tertawa. Inilah masa-masa yang membuat Abel sangat merindukan teman-temannya. Kalau dipikirkan lagi, Abel belum menemukan teman yang akrab di Perancis, mungkin karena itu tanah negara asalnya ini benar-benar sangat Abel nantikan.
Inilah rumah Abel yang sebenarnya, dikelilingi orang-orang yang dia sayang dan memiliki suasana yang cocok dengannya. Dan Abel juga merasa akhir-akhir ini dirinya merasa bahagia, tapi tetap saja Abel harus selalu waspada. Dan menyusun rencana Abel lakukan sebelum berangkat kesini, dan sekarang Abel akan menentukan kapan rencana ini akan terealisasi.
.......
.......
.......
.......
.......
...Hai semua 🤗...
...Kangen aku kan 🥰...
...Jangan lupa like, komen dan vote ya 🌼...
...See you next part:)...