The Way to Marry You (KPdAM S2)

The Way to Marry You (KPdAM S2)
Pemahaman perempuan



Ruangan bernuansa maskulin ala pria, menjadi tempat yang nyaman untuk Abel sekarang. Buktinya setelah merasakan sakit kepala itu, Abel langsung tertidur di kasur yang ada di ruang istirahat Acarl. Sementara Acarl berada di samping kasur sembari menunggu dokter datang ke ruangannya.


Wajah pucat Abel benar-benar membuat Acarl tak habis pikir dengan apa yang sebenarnya terjadi pada Abel sekarang. Dan tak lama kemudian dokter datang sembari memeriksa kondisi Abel sekarang ini. Sampai Abel bangun, Acarl masih berada di posisinya sembari menatap kosong Abel yang ada didepannya.


Abel mengerjapkan matanya, menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya. Sungguh hal yang pertama kali ia lihat adalah Acarl yang duduk disisi kirinya. Tangannya bergerak, menyadarkan Acarl dari lamunannya yang entah sudah sampai mana. Dan Acarl tersadar lalu mulai membantu Abel dan menanyai Abel mengenai kondisinya sekarang.


"Dokter bilang kamu kelelahan." ucap Acarl setelah membantu Abel untuk duduk bersandar.


"Mungkin itu benar salah satu faktornya, tapi ada faktor yang lainnya." jawab Abel yang seketika membuat Acarl mengangkat kepalanya menatap Abel dengan penuh tanya.


Abel yang melihat raut wajah Acarl, langsung mengerucutkan bibirnya kesal. "Huh! jadi kamu benar-benar tidak merasa bersalah?" tanya Abel dengan nada mengancamnya walau masih terdengar lemah.


Pernyataan yang keluar dari Abel, langsung masuk kedalam telinga Acarl namun keluar begitu saja saat otaknya tidak dapat mencerna arti dari pernyataan Abel. Dan seketika asap seakan keluar dari kedua telinga Abel saat melihat orang didepannya ini malah berekspresi tanpa dosa.


"Entahlah, setidaknya jangan pernah mengirimiku mawar lagi." pasrah Abel sembari membaringkan tubuhnya lagi yang dimana kepalanya masih sedikit pusing.


"Baiklah tidurlah sebentar lagi, aku akan kembali setelah pekerjaan ku selesai." ucap Acarl sembari mengecup kening Abel sebelum pergi meninggalkan Abel di ruangan pribadinya.


Tak mau berdebat lagi, Abel memilih diam karena kepalanya masih pusing dan ditambah lagi memikirkan Acarl yang tidak peka sama sekali. Padahal dirinya sudah memberitahunya tentang bunga mawar, tapi apa daya kalau Acarl benar-benar tidak paham maksudnya.


Disisi lain, pria yang berinisial Acarl sedang memikirkan apa maksud dari pernyataan kekasihnya mengenai bunga mawar. Bukankah kalau perempuan diberi bunga mawar akan sangat bahagia? Tapi kenapa kekasihnya ini berbeda? Semakin dipikirkan lagi, ternyata Acarl benar-benar seorang pria yang kacau dalam mengerti perasaan perempuan. Tanpa berbasa-basi lagi, dia langsung menghubungi adik iparnya alias mantan musuhnya.


Panggilan tersambung, dan di seberang Eron langsung bertanya mengapa Acarl meneleponnya. "Menurutmu apa yang akan disukai wanita?" tanya Acarl berusaha memancing rasa penasarannya.


"Entahlah, tergantung bagaimana kepribadian wanita itu sendiri." jawab Eron yang sebenarnya juga payah dalam masalah asmara.


"Bagaimana dengan bunga?" tanya Acarl berusaha memecah segala hal yang menjadi unek-uneknya.


Terdengar di seberang sana Eron juga memikirkan jawaban yang tepat untuk diberikan pada Acarl. "Sepertinya kurang efektif kalau bunga. Karena ada juga yang alergi bunga." jawab Eron setelah mencari jawaban yang tetap membuatnya berada di zona aman.


Seketika jawaban Eron langsung masuk kedalam otak Acarl yang hanya berisi dokumen penting perusahaan. Setidaknya masih ada ruang untuk Acarl menaruh pemahaman mengenai perempuan di otaknya. Walaupun begitu, tetap saja sekarang Acarl belum selesai sampai situ, karena yang pasti sekarang Acarl juga harus memikirkan bagaimana cara untuk meminta maaf pada Abel.


Setelahnya panggilan diputus secara sepihak oleh Acarl. Ya, semua sudah jelas kalau ini salahnya karena terlalu senang karena akhirnya dirinya dan Abel memiliki status yang jelas. Akhirnya sedikit demi sedikit Acarl mulai mengerti mengenai Abel dari sisi yang tidak dia ketahui ternyata ada pada Abel.


"Baiklah, sebaiknya aku menulis semua hal mengenai Abel mulai sekarang." gumam Acarl sebelum akhirnya dirinya kembali fokus dengan dokumen-dokumen yang perlu ia perhatikan lagi.


Cepat mengurus dokumennya, akhirnya Acarl bisa menemui Abel kembali di ruangan pribadinya. Saat datang ke ruangan pribadinya Acarl langsung melihat Abel yang sedang berdiri di dekat jendela, menatap entah kemana. Acarl mendekati wanitanya itu dan menggenggam tangan Abel dengan rasa bersalahnya.


"Maaf," ucap Acarl sembari mendaratkan kepalanya dipundak Abel dari belakang.


"Apa sudah tau tindakan konyol apa yang sudah kamu perbuat?" tanya Abel lembut namun dengan kata-kata yang menohok.


Acarl mengangkat wajahnya mengikuti arah Abel menatap keluar jendela yang entah apa yang ia lihat. "Aku memang payah ya?" gumam Acarl yang sangat mengerti kalau Abel kesusahan karenanya sekarang.


"Pfftt... Nggak nyangka kata itu akan keluar dari seorang Acarl Xelone." balas Abel seraya menahan tawanya.


Abel yang merasa sudah tidak kesal lagi, memutar tubuhnya sehingga kini ia berhadapan dengan Acarl. Acarl langsung menegapkan tubuhnya dan disambut dengan kecupan hangat di pipi sebelah kirinya. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Abel? Tapi yang pasti wanita itu sedang berjinjit agar sampai mengecup pipi Acarl.


Di mobil, Acarl membawa Abel entah kemana yang pasti dirinya benar-benar ingin berduaan dengan Abel. Yah mengingat hari-hari sebelumnya dirinya disibukan dengan masalah-masalah kantor sampai dirinya tidak bisa bertemu dengan Abel. Maka dari itu, hari inilah pembalasannya.


"Apa sekarang kamu punya bakat menculik?" gurau Abel saat melihat Acarl mengemudikan mobil sampai keluar dari pusat kota.


Acarl tersenyum setelah mendengar pernyataan Abel, "Ya, ini bakat terpendamku yang sebenarnya."


Seisi mobil tertawa bersama sampai tak disadari mobil berhenti di hutan yang terlihat indah dan sangat segar berbeda dengan suasana pusat kota. Hanya berjarak 2 jam saja, sekarang mereka sampai dihutan tanpa masalah sedikit pun. Pintu terbuka memperlihatkan Acarl yang menjulurkan tangannya untuk mengajak Abel turun dari mobil.


"Apa sekarang kamu mau menebus kesalahan hari ini?" tanya Abel seraya meraih tangan besar yang menggenggamnya erat.


"Apapun itu demi melihatmu bahagia." balas Acarl seraya mengecup punggung tangan Abel dengan romantisnya.


Hanya Tuhan, hutan dan mobil Acarl yang menjadi saksi keromantisan keduanya hari ini. Sampai sesaat Abel berpikir kenapa kalau bahagia sesederhana ini tapi sulit sekali ia dapatkan, apapun alasannya tapi Abel yakin bahwa waktu lah yang dapat memberitahu segalanya. Yang pasti Acarl miliknya dan itu saja sudah cukup untuknya.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...Hai hai semua🤗...


...Happy New Year!!!...


...Apa ini? TWTMY up di tahun baru???...


...Hihi😚 ...


...Ini permintaan maaf dari author karena sering menghilang 🥺...


...Lopyu All !!!...


...Jangan lupa like, komen dan vote 🌼...


...See you next part:)...