The Pursuit Of Love

The Pursuit Of Love
Bab 53



"Gue khawatir sama lo. tapi, lo gpp kan ? gak ada yang luka." ujar alya dengan cemas.


Sembari melepaskan pelukannya, memeriksa tubuh aldo.


"Al, gak usah alay gitu. dia gak hilang beneran, aldo cuma mau kasih suprise ke lo. dengan merayakan ulang tahun lo. semua ini rencana aldo. ya, gue cuma bantuin aja." ujar lidia.


Sembari nyengir kuda, di depan alya. sedangkan alya, raut wajahnya sudah memerah karna menahan amarah.


"Kalian berdua tega banget yah ! ngerjain gue. pantesan, guru sama teman teman yang lain santai banget saat nyari aldo di hutan. gak taunya, yang hilang malah bersantai ria di sini. sedangkan gue, di buat pusing dan cemas." ujar alya.


Sedangkan aldo, hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal. tidak tahu harus berkata apa pada alya.


"Nak, sudah. lagian nak aldo, hanya ingin kasih kamu suprise gpp. ayo, kamu tiup lilinnya dulu." ujar bunda.


"Tiup lilinnya...tiup lilinnya... tiup lilinnya sekarang juga, sekarang...juga sekarang juga..." seru lidia dengan semangat.


Gegas alya, meniup lilin dua duanya. yang ber angka satu dan sembilan. ya, hari ini alya sudah menginjak usia sembilan belas tahun.


"Potongan pertama aku berikan kepada bunda." ujar alya.


"Terimakasih sayang." ujar bunda, sambil mencium pipi alya dengan lembut.


" Dan yang ke dua untuk ayah." ujarnya.


Sembari menyodorkan potongan kue kepada ayah.


"Terimakasih al, atas sikap kamu yang khawatir atas keadaan ku. membuatku benar benar yakin, bahwa kamu masih tetap yang dulu. yang masih begitu mencintai dan menyayangi ku. maafin aku atas sikap kasar ku dulu, berikan aku kesempatan satu kali, supaya aku bisa membuktikan bahwa aku benar benar tulus mencintai kamu." ujar aldo.


Menatap alya dengan intens, sembari memegang erat telapak tangan nya. saat ini, mereka berdua berada di taman di depan rumah alya. setelah selesai acara potong kue, aldo memutuskan untuk mengajak alya duduk di taman.


"Maafin gue do ! kalau selama ini, gue selalu bersikap kasar sama lo. gue kira lo hanya mau mempermainkan gue, dengan cara lo bertunangan sama gue. gue kira lo hanya mau menyakiti gue lagi." ujar alya.


Dengan kepala yang menunduk, sembari mengayunkan kakinya dengan pelan.


"Gpp sayang, asalkan mulai hari ini kita akan memulai dari awal lagi. di mana tidak ada kebencian di antara kita berdua. aku janji, akan selalu membuat kamu bahagia bersamaku." ujar aldo.


Alya yang mendengar penuturan aldo, seketika menoleh. dan menatap aldo dengan intens, takut perkataan aldo hanya untuk menyenangkan hatinya saja. tak lama kemudian, alya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum sebagai jawaban atas ucapan aldo tadi.


...****************...


"Bunda, lagi buat apa ? alya bantuin yh !" seru alya.


Menghampiri lastri yang berkutat di dapur.


"Bunda sedang buat pesanan kue black forest nih. kamu bantuin bunda menghias saja. bunda, mau buat kue satu lagi." ujar bunda.


"Siap bunda. alya dengan senang hati membantu." ujar alya.


Sembari menghias kue dengan cekatan.


"Huft... akhirnya selesai juga." seru alya.


Setelah menghias kue sesuai pesanan konsumen.


"Bunda, kue nya langsung aku bungkus atau bunda saja yang mau bungkus ? " tanya alya.


Ting Tong.....Ting....Tong.....


"Biar bunda saja yang bungkus, kamu bukain pintunya." ujar bunda.


Ting...Tong....


"Iya iya sebentar." seru alya.


"Ya sudah, bentar lagi biar alya aja bun, menghias kue nya. alya bukain pintu dulu." ujar alya.


Sedangkan bunda, hanya mengangguk kan kepala saja.


Gegas alya berjalan sedikit tergesa ke arah pintu.


"Aldo." gumam alya.


Yang melihat aldo berdiri dengan memakai kaos hitam serta celana chinos warna coklat susu. sembari menampilkan senyumannya kepada alya.


"Selamat pagi menuju siang tunangan ku" ujar aldo tersenyum.


Menyodorkan buket bunga kepada alya. yang langsung di terima oleh alya.


"Tumben gak ngabari ? ada apa lo ke sini." ujar alya.


"Panggil aku kamu sayang, jangan panggil lo gue gak sopan. coba ulangi lagi perkataan kamu." ujar aldo menampilkan senyumannya.


Sambil menatap alya dengan intens.


Sedangkan alya di buat salah tingkah dengan perlakuan aldo.


"Sudahlah, ayo masuk." ujar alya.


Yang tak ingin menuruti perintah aldo, dengan memberikan ruang supaya aldo masuk ke dalam.


Aldo pun gegas masuk ke dalam rumahnya, sesuai keinginan alya.


"Aku ke sini mau ngajak kamu jalan jalan hari ini." ujar aldo.


Mendudukkan bokongnya ke sofa.


"Tapi, gue ada janji sama lidia tadi malam dia ngajakin gue jalan." ucap alya.


"Gpp nak aldo, ajak alya saja. lagian kalau lidia pasti sudah mengerti, kalau alya jalannya bareng kamu." ucap bunda.


Menjawab ucapan aldo, sembari berjalan menuju ruang tamu di mana aldo dan alya berada. dengan membawa nampan yang berisi satu gelas teh juga cemilan, untuk aldo.


"Tapi bunda ! alya juga sudah janji sama lidia tadi malam, kalau alya bakal nemenin dia jalan." ujar alya.


"Biar bunda saja yang ngomong sama lidia nanti, kamu jalan sama aldo saja. lagian kasihan aldo juga sudah terlanjur sampai di sini." ucap bunda.


"Makan cemilannya dulu ya nak aldo, sebentar lagi sebelum keluar. makan siang terlebih dahulu. bunda, tinggal bentar mau lanjutin pekerjaan bunda dulu." ujar bunda.


"Baik tan, terimakasih." ucap aldo dengan tulus.


"Kalau gitu, biar alya yang masak aja bun." ucap alya.


Sembari beranjak dari sofa.


"Kalau gitu, boleh nggak ? kalau aku bantu kamu dan bunda masak." ujar aldo.