The Pursuit Of Love

The Pursuit Of Love
Bab 36



"Tuh, dengerin apa yang di bilang alya. Jangan cuma masuk telinga kanan, keluar telinga kiri." ujar lidia.


"Iya kak. Udah dong ! jangan marahi rina terus." ujarnya.


"Dek, kita berdua bukan marahi kamu. Tapi, menasehati. Awas aja, bilang yang nggak nggak ke mama. Aku adu balik untung aja ada alya saksinya." ujar lidia.


"Hmm...Siapa juga yang ngadu." ujar rina.


Sedangkan aku hanya menggelengkan kepala saja. Atas tingkah mereka berdua, kadang akur kadang berantem terus.


"Ini pak. Makasih ya pak." ujar lidia.


Sembari memberikan selembar uang merah pada sopir taksi. Setelah sampai di mall. Dan kami bertiga pun gegas turun dari mobil.


"Sama sama neng." ucap sopir taksi.


Kami bertiga pun memasuki mall dan menuju toko tempat peralatan sekolah.


"Lid, gue mau ke toilet dulu yah ! Lo sama rina duluan aja." ucap ku.


"Ok"


Gegas aku berjalan mencari toilet sembari menahan sesuatu di perut.


"Ah...Akhirnya lega juga." gumamku.


Setelah membuang air besar dan keluar dari toilet.


Bruk


Badanku seketika terhuyung kebelakang, saat ada seseorang yang menabrak ku. Beruntungnya, aku bisa menahan keseimbangan tubuh. Sehingga, aku tidak terjatuh.


"Maaf kak, gue gak sengaja." ucap seorang cewek dengan suara gemetar.


"Iya gpp kok. Lagian ini juga salah gue gak lihat lihat pas jalan. Lo kenapa ? kok kelihatan berantakan gitu." ucap ku.


Saat aku melihat nya, yang masih mengenakan seragam sekolah. Yang sudah lusuh karna terkena noda, dan rambut nya yang acak acakan. Sepertinya, dia masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.


"Hiks....Kak tolongi gue. Gue di bully sama kakak kelas." ujar nya sembari memohon padaku.


"Lo ada masalah apa ? Sampai baju lo berantakan kayak gini." ujar ku.


Tidak tega juga, jika melihatnya seperti ini. Membayangkan diriku saja, berada di posisinya pasti aku akan minta bantuan pada orang lain. Jika aku takut menghadapinya.


"Heh... Lo mau lari kemana. Gue masih belom puas main sama lo." ucap seorang cewek.


Belom sempat pertanyaan ku di jawab. Sudah ada seseorang cewek datang menuju ke arahku, dengan memakai seragam yang sama. Refleks cewek tadi, yang belom aku ketahui namanya bersembunyi di balik punggung ku.


"Kak tolongin gue."


"Owh jadi rubah ini, yang sudah bully lo. Sampai lo berantakan kayak gini." ucap ku.


Tanpa mengalihkan pandanganku pada cewek yang hampir sama dengan rubah. Bagaimana tidak sama, rambut yang di semir warna merah dan kancing baju yang di buka. Memperlihatkan tank top nya. Serta ada dua cewek yang berdiri di belakangnya, penampilan nya tidak jauh berbeda dengan cewek rubah ini.


"Siapa lo ? Berani beraninya lo ngatain gue rubah." ucap nya emosi.


"Gue gak pernah bilang lo rubah. Tapi, bener juga sih ! Apa yang lo bilang tadi. Kalau lo mirip dengan rubah." ucap ku santai.


"Udah. Lo gak usah takut, gue bisa mengatasi rubah ini." ucap ku.


"Kurang ajar lo yah. Guys ! kalian berdua, beresin cewek sombong ini." ujar nya angkuh.


Sedangkan aku, berusaha tetap santai saat dua teman rubah ini berjalan ke arahku.


Plak💥


Plak 💥


Bug💥


Bug💥


Dua tamparan dan dua bogeman di perut. Berhasil ku layangkan, pada anak buah rubah angkuh ini, saat mereka berusaha memukul ku. Beruntungnya, dulu masih duduk sekolah dasar aku belajar silat. Meski sekarang sudah sedikit lupa dengan gerakannya, tapi masih berguna untuk melindungi diri sendiri dan menolong orang yang sedang butuh pertolongan.


"Kita gak mampu res, untuk memukul cewek ini." ucap salah satu anak buah si rubah.


"Dasar kalian berdua gak berguna." ucapnya sembari berjalan ke arahku.


Sedangkan aku, hanya melihat mereka dengan tatapan tajam. Usia masih muda, tapi sikapnya seperti tak berpendidikan.


Bagaimana kalau orang tua mereka tahu, bahwa perilaku mereka seperti ini, pasti akan kecewa. Ku lihat dia mengambil sesuatu di dalam saku roknya.


Ternyata, dia mengambil pisau lipat di saku. Rupanya, dia ingin bermain curang padaku. Baiklah akan aku ladeni dia.


Saat sudah di depanku, langsung dia melayangkan pisau ke arah ku. Gegas ku pukul tangannya dengan keras, agar pisau itu terjatuh. Segera ku raih tangannya, dan ku putar ke belakang punggungnya. Ku tekan dengan kuat tangan tersebut. Gegas aku mendorongnya dengan kasar, sehingga dia jatuh terjerembab di depanku. Beruntungnya, aku bisa menghindari serangan pisaunya, sebelum pisau itu mengenai lengan ku.


"Ternyata, lo jago bela diri yah." ujarnya tersenyum sinis padaku.


Bisa bisanya dia masih menampilkan senyuman seperti itu, setelah membuat kesalahan. Bukannya meminta maaf, malah masih bersikap angkuh. Ku hampiri dia dan berjongkok di depannya.


"Gue gak jago, hanya saja. Pukulan gue pantas untuk kalian yang selalu menindas orang lain. Ya, meskipun pukulan gue gak seberapa. Dan satu lagi, jangan pernah lo bully adek gue. Kalau lo masih ganggu adek gue lagi, gue laporin lo ke polisi atas tindakan kriminal." ucapku.


Sembari menepuk pipinya dengan keras. Gegas aku menghampiri cewek tadi, dan membawanya pergi dari mereka.


"Lain kali, kalau lo di di bully sama mereka. Jangan diem aja, lo harus bisa melawan mereka. Kalau lo gak melawan, mereka akan semakin ngebully lo. Karna yang mereka tahu, lo adalah cewek lemah yang gak berani melawan perbuatan mereka." ujar ku sedikit emosi.


Bisa bisanya aku bertemu dengan cewek seperti mereka, usia masih remaja sudah berani bermain dengan benda tajam.


"Iya kak, maaf sudah ngerepotin lo. Dan makasih sudah nolongin gue." ucap nya menunduk kan kepala.


"Gpp, gue malah seneng bantuin lo memberikan pelajaran pada mereka. Oh iya, nama lo siapa ?" tanyaku.


Saat aku sadar bahwa aku belom berkenalan dengannya.


"Nama gue aulia kak. Lo sendiri namanya siapa kak ?" tanyanya.


"Panggil gue alya." ucap ku sembari menampilkan senyumanku.


"Lo tadi bener bener hebat kak, sudah melawan mereka. Padahal,kalau di sekolah mereka di kenal ratu bully dan tidak mengenal ampun jika bermasalah dengannya." ujarnya.


"Lain di sekolah beda juga di luar lia. Oh iya, lo ke sini sama siapa ? Kok bisa lo bertemu dengan mereka di sini." tanyaku heran.


"Gue sebenarnya sendirian kak. Terus tadi, gue gak sengaja ketemu mereka waktu gue masuk ke dalam toko buku. Mereka minta uang ke gue, karna gue gak mau kasih uang ke mereka. Tiba tiba mereka menumpahkan minuman ke baju gue, dan menjambak rambut gue. Di sekolah, mereka memang suka ngebully gue dan selalu merampas uang saku gue." ujar nya.