
"Sudah al. kita balik aja ke tenda, yang lain juga sudah pada balik semua. lo juga harus istirahat, biar gue sama yang lain cari aldo." ujar nanda.
Setelah, berusaha mencari aldo lagi sesuai permintaan alya.
"Benar kata nanda, kita balik ke tenda. biar riski, nanda, doni dan dava yang cari aldo. lagian lo sedari tadi pagi belum makan apapun." ujar lidia.
"Oke kita balik ke tenda. beneran ya nan, cari aldo sampai ketemu. kalau kalian belum menemukan aldo, jangan balik lagi ke tenda." ujar alya dengan lesu.
Karna menangis terlalu lama.
"Bagaimana al ? aldo sudah di temukan !" seru wali kelas.
Beranjak dari tempat duduknya. saat alya kembali ke tenda bersama lidia.
Sedangkan alya, hanya menggelengkan kepala saja, sebagai jawabannya.
"Ya sudah. kamu istirahat dulu di dalam tenda." ujar wali kelas.
"Baik bu ! saya temenin alya dulu." ujar lidia.
"Iya sudah, kamu temani alya dulu." ujar wali kelas.
Gegas alya dan lidia, berjalan menuju tendanya.
"Makan dulu al." ujar lidia.
Sambil menyodorkan nasi kotak pada alya. setiap pagi, semua peserta kemah. memang selalu mendapatkan makanan dari pihak sekolah, yang langsung di antarkan ke tempat lokasi perkemahan.
"Gue gak nafsu makan lid. gue cuma mau aldo di sini. padahal tadi malam, kita berdua sempat mengobrol dan makan bareng. tapi, kenapa pagi pagi aldo di kabarkan hilang hiks. gu gue gak sanggup kalau harus kehilangan dia lid."
"Kita cukup doain aja, semoga aldo cepat di temukan. dan juga, lo harus sarapan. supaya lo ada tenaga pas waktu cari aldo lagi." ujar lidia.
"Oke gue mau makan, ini demi aldo. supaya gue cari aldo lagi." ujar alya.
Sembari mengambil nasi kotak dan memakannya.
"Anak anak hari ini, kita akan pulang. dan kemasi barang barang kalian." ujar wali kelas.
Setelah semua para peserta kemah berkumpul.
"Aldo belum di temukan bu! kenapa kita malah pulang. bukannya, mencari aldo sampai di temukan baru pulang. kalau dia balik ke perkemahan, dan gak ada siapa siapa di sini bagaimana !" seru alya.
"Ada tim SAR yang akan mencari aldo di sini. kalau kita masih tetap di perkemahan, dan salah satu teman kalian ada yang hilang lagi. bagaimana cara ibu akan menjelaskan pada orang tuanya ! lebih baik kita pulang dulu. pencarian aldo akan di bantu Tim SAR." ucap wali kelas.
"Sudahlah pelakor, gak usah kebanyakan drama." ujar laura dengan ketus.
Beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan alya dan lidia.
"Tuh anak. pengen gue makan hidup hidup." ujar lidia.
Menatap tajam kepada laura, yang sudah memasuki tendanya.
"Lid, bantuin gue." ucap alya.
Dengan mata yang memerah.
"Bener kata bu indah al. biar tim SAR yang mencari aldo. ayo kita kemasi barang barang kita dulu." ujar lidia.
Sedangkan alya hanya menurut saja, tanpa membantah.
"Aldo, cepat pulang yah ! gue tunggu lo di rumah." batin alya.
"Ayo al ! yang lain sudah pada nungguin." ujar lidia.
Saat alya tak beranjak dari tempat ia berdiri, yang masih menatap ke arah tempat lokasi perkemahan. gegas alya, menyusul lidia yang sudah menaiki bus.
Sepanjang perjalanan alya, hanya menatap sendu ke arah jalanan. di lihatnya lidia, yang duduk di sampingnya. sudah tertidur, begitu pun juga teman temannya yang lain. sehingga membuat suasana dalam bus sepi dan hening, hanya terdengar suara deru mesin bus dan kendaraan lain.
"Jika lo di temukan dan pulang, gue janji. gak akan berusaha menjauhi lo. dan gue, akan berusaha menerima lo di hati gue lagi." gumam alya.
Sembari memejamkan mata untuk menuju ke alam mimpi.
Dua jam kemudian.
"Akhirnya, sampai juga di sekolah." seru lidia.
"Yuk al ! kita pulang. sepertinya, kita naik taksi aja deh al. soalnya papa gak jemput." ujar lidia lagi.
"Ya sudah naik taksi aja. lo yang pesan, lagian ayah juga hari ini gak bisa jemput gue." ujar alya.
Sedangkan lidia, hanya menganggukkan kepala saja sebagai jawaban.
"Sayang, kamu sama alya pulang bareng aku yah !" ajak dava.
Saat menghampiri lidia dan alya, yang berdiri di depan gerbang sekolah.
"Enggak deh yang ! aku sama alya, pulang naik taksi aja. soalnya, barang barang kita banyak. aku gak mau merepotkan kamu."ujar lidia.
"Ya sudah. kalau gitu aku pulang dulu ya sayang. kamu hati hati di jalan. gue duluan al." ujar dava.
"Oke." ucap alya.
Tak lama kemudian. taksi yang di pesan lidia sudah datang, dan berhenti tepat di depan alya dan lidia. gegas alya dan lidia, masuk ke dalam taksi. setelah barang barangnya di taruh ke bagasi mobil di bantu sopir taksi.
"Pak, ke jalan xxxx ." ujar lidia.
"Siap neng."
Lima belas menit kemudian, taksi yang di tumpangi alya dan lidia. berhenti di depan rumah alya.
"Kok sepi banget nih rumah ! bunda lagi kemana ! " gumam alya.
Setelah sampai di depan pintu rumahnya. sedangkan, lidia. dia ingin singgah dulu sebentar di rumah alya.
Krek.....
Suara pintu rumah yang di buka oleh alya.
"Loh ! ini rumah kenapa jadi gelap gini. gumam alya.
Setelah membuka pintu dan melihat seluruh ruangan gelap.
Tek
Seketika lampu rumah menyala tiba tiba. dan berdirilah bunda, yang memegang kue tart berukuran sedang, dan ayah yang berdiri di samping bunda, di ruang keluarga. tak lupa juga ada tante dina, om faisal dan rina, yang berdiri di belakang ayah dan bunda.
"Happy birthday to you..."
Alya pun menoleh pada lidia, yang berada di sampingnya. sedangkan lidia, hanya tersenyum saja saat tahu apa yang ada di pikiran alya.
"Happy birthday to you anak bunda." ujar bunda.
Cup
Sambil mencium pipi alya, saat alya menghampiri mereka yang berdiri di ruang keluarga.
"Gue lupa kalau hari ini, hari ulang tahun gue." batin alya.
"Happy birthday to you untuk anak ayah." ujar ayah.
"Happy birthday to you ponakan tante dan om yang cantik." ujar tante dina.
"Makasih ayah, bunda. juga tante dan om." ujar alya sambil tersenyum.
"Happy birthday sayang." bisik seseorang di telinga alya.
Suara itu, tak asing bagi alya. refleks alya menoleh.
"Aldo." gumam alya.
Tak percaya saat yang dia cari berada di hadapannya, dengan membawa kotak hadiah yang berukuran sedang.
"Kenapa ? kangen yah ! " ujar aldo sembari tersenyum pada alya.
Bruk
Alya pun memeluk aldo, dengan mata yang sudah memerah.
"Lo kemana aja seharian ini ! gue khawatir sama lo, saat lo di nyatakan hilang di hutan hiks. " ucap alya.
"Sayang, aku sudah di sini jangan menangis lagi." ujar aldo.
Sambil mengusap pelan punggung alya, untuk menenangkan.