
Segera aku tersadar dari lamunanku, saat aldo sudah menghilang dari pandanganku. Ku pegang keningku yang ia cium tadi. Dengan perasaan yang entahlah, sulit aku jelaskan dengan kata kata.
"Tadi aldo kan ! Yang cium kening gue." gumamku.
Masih memegang keningku. Ciuman kening yang dia lakukan mendadak ini ! Membuat tubuhku seketika terdiam mematung. Gegas aku membuka pagar rumah, dan menguncinya.
Sesampainya di dalam rumah, lampu sudah pada di matikan. Ku ambil handphonenku di dalam tas, ku nyalakan senter di benda pipih ku.
Ku langkahkan kakiku menuju dapur. Gegas aku menaruh kardus sedang tadi yang ku bawa, berisi roti maryam ke dalam kulkas. Setelah ku buang kantong kreseknya. Biarlah akan ku makan nanti tengah malam, atau besok pagi.
Bruk
Bunyi ranjangku, saat ku rebahkan tubuhku. Setelah mencuci muka dan gosok gigi. Tidak lupa mengganti pakaianku dengan piyama tidur. Kejadian hari ini, benar benar membuatku susah bernafas. Karna detakan jantung yang begitu cepat.
Ting......
Ku ambil handphonenku di atas nakas, saat ada notif masuk.
"Selamat tidur al, selamat malam😘 semoga malam ini, lo mimpikan gue."
Isi notif yang ku baca di aplikasi whatsapp, siapa lagi yang chat malam malam begini. Jika bukan aldo pelakunya. Malas sekali aku membalas chat nya.
Segera aku mengganti nama nomer handphonenya. Yang semula namanya "Kekasihku" kini ku ubah menjadi namanya sendiri. Rasanya geli sekali, jika di kontak Whatsapp ku terdapat nama "Kekasihku". Padahal kenyataannya aku tak memiliki hubungan dengannya.
"Ada apa dengannya ? Kenapa berubah seketika dalam satu hari. Sok perhatian lagi." gumam alya.
Hoam......
"Lebih baik gue tidur saja, Dari pada berpikir yang gak penting." gumam alya.
POV Aldo.
" Ada yang sedang berbunga bunga nih !" seru nanda.
Saat melihat kedatangan aldo yang sambil senyum senyum sendiri.
"Lagi kencan sama alya ya bos ?" tanya riski.
Menyenggol lengan aldo. Ketika aldo sudah duduk di dekatnya. Mereka kini, berada di basecamp yang mereka buat, untuk tempat berkumpul.
" Ternyata begini rasanya cinta yang sesungguhnya." ucap aldo.
"Wah....Wah.....Bener kan ! Dugaan gue ? Kalau lo bener bener cinta sama alya. Tapi sayangnya waktu itu lo selalu menepis perasaan lo sendiri." ucap nanda.
"Tapi gpp lah. Beruntungnya si bos sudah menyadarinya. Ya meski sekarang, alya menjaga jarak. Sepertinya lo harus berusaha lebih keras lagi deh bos. Supaya alya luluh lagi." ujar doni.
"Benar tuh bos kata doni. Perjuangan yang tidak mudah menyerah, akan terlihat hasilnya." ujar nanda.
"Siih....Sok puitis lo." seru riski.
Melemparkan bantal sofa pada nanda.
"Kata kata gue udah bener yah." balasnya.
Sedangkan aldo masih fokus dengan benda pipih nya. Tak menghiraukan ucapan teman temannya.
Flashback on.
Matahari pun menampakkan sinarnya, di pagi yang cerah. Tampak alya yang berada di kamarnya, sudah siap untuk berangkat ke sekolah dengan wajah cerahnya.
Ting.....
Tiba tiba ada notif whatsapp masuk di handphone alya. Segera ia mengambil handphonenya yang sudah di taruh di saku rok seragamnya.
"Al. Gak usah jemput gue yah
Gue berangkat sekolah bareng sama dava hari ini.
Sudah di jemput nih. Maaf ya, untuk hari ini gak nemenin lo ngobrol di jalan.
Janji deh besok kita berangkat bersama😁"
Isi notif yang alya baca dari Lidia.
Sudah dua hari ini, lidia tidak berangkat sekolah bersamanya. Semenjak lidia dan dava sudah resmi berpacaran.
"Sepertinya, gue harus menambahkan kesabaran gue nantinya. Jika di jadikan nyamuk oleh mereka berdua." ucap alya.
Gegas dia keluar kamar, dan menuju ruang makan.
"Sini nak. Sarapan dulu, bunda sudah masakin menu kesukaan kamu." panggil bunda.
"Ayah kemana bun ?" tanyaku.
Saat tidak melihat ayah berada di meja makan, seperti biasa.
"Ayahmu sedang ada urusan dengan temannya. Makanya pagi pagi sekali ayahmu sudah pergi. "
"Sepertinya, urusan penting yah bun. Sampai ayah gak makan di rumah." ucapku.
Sembari memakan sarapan pagi yang di sodorkan bunda tadi.
" Iya nak. Oh iya ! Tadi malam kamu pulang jam berapa nak ? Bunda sampai ketiduran nungguin kamu pulang." tanya bunda.
Seketika aku menghentikan kunyahan di mulutku. Aku baru ingat, bahwa tadi malam. Aku pulang sampai larut. Segera aku memutar otakku untuk memberikan alasan yang tepat pada bunda.
"Hehehe....Itu bun, alya pulang jam setengah sebelas tadi malam. Soalnya teman teman alya pas sampai di rumah ketua kelas, masih ada beberapa yang belom datang. Jadi kerjain tugasnya pas kumpul semua. Iya itu bun." ucapku.
Sembari menghembuskan nafas dengan perlahan. Ternyata, pagi pagi begini encer sekali otakku sehingga tidak terbata saat memberikan alasan pada bunda.
"Ya sudah. Kamu lanjutkan makannya, setelah itu berangkat sekolah." ucap bunda.
"Siap bundaku."
Gegas aku memakan sarapanku dengan pelan tapi cepat.
"Alya berangkat sekolah dulu yah bun. Assalamualaikum." ucapku setelah mencium tangan bunda.
"Waalaikumsalam." ujar bunda.
"Loh. Kenapa balik lagi nak ? ada yang lupa ?" tanya bunda heran.
Ketika melihatku kembali lagi menghampiri bunda.
Emmuuaaaaach
"Alya lupa gak cium pipi bunda." ucapku cengengesan.
Segera berlari kecil, keluar rumah.
"Anak itu yah, gak ada bedanya meski sudah besar." gumam bunda.
Setelah aku menutup pintu rumah, tidak sengaja mataku melihat sosok yang ku kenal dengan motor besarnya. Berada di depan pagar rumah, sembari memainkan benda pipih nya.Siapa lagi kalau bukan aldo.
"Astaga. Sepertinya, aku harus lebih pagi untuk berangkat sekolah." keluhku.
Saat melihat aldo duduk manis di motornya.
"Biarin saja deh. Gue mau naik motor sendiri." gumamku.
Sembari berjalan menuju garasi, untuk mengambil motorku.
Krek........
Bunyi pagar rumah yang ku tutup setelah aku keluar dengan motorku.
"Berangkat bareng gue al, taruh kembali motor lo." ucap aldo.
Setelah menyadari bahwa alya sudah berada di depannya. Yang sudah duduk di motor, bersiap untuk men stater motornya.
"Gue gak minta lo, untuk jemput gue." ucapku ketus.
"By by by" seruku tersenyum.
Saat berhasil lari darinya. Beruntungnya, tidak sempat di halang olehnya.
Sedangkan aldo, sudah kesal karna ulah alya. Yang tak mau berangkat sekolah bersamanya.
"Tuh anak nyebelin banget. Beruntungnya lo cewek yang gue sayang." kesalnya.
Sembari kembali menaiki motornya, dan gegas untuk menyusul alya.
"Emang enak, di sia sia in. lucu banget tadi, liat mukanya yang sudah seperti baju tanpa di setrika, kusut. hahahaha..." tawa alya di jalan.
Brum.....Brum.....
Gegas alya melihat di kaca spion, saat ada suara motor yang sengaja di gas. siapa lagi kalau bukan aldo, yang saat ini sudah berhasil mengejar alya.
"Sepertinya, bakal ada drama di tengah jalan. Baru saja tadi udah seneng, karna berhasil lolos dari kungkungan serigala. Eh malah nongol di belakang." gumamku