
Idih,,aneh tuh orang udah di tolongin bukannya bilang makasih kek,malah maen cabut aja ,dasar!.Ucap Reinan dalam hati
Reinan pergi ke WC untuk mengganti setelan bajunya,dia masuk kesalah satu ruangan WC yang kosong.Dia mengeluarkan roknya, tiba-tiba...
"Ehh,eh jadi gimana? Lo udah jadian sama si Andy,?"tanya seorang gadis
"Lo fikir!,"tukas gadis yang ditanya itu
Yap,kalian sudah bisa menebak kedua orang itu siapa lagi kalau bukan Reisya dan temannya Fani.Mereka tidak tau ada Reinan di dalam WC itu,
"Gila,Lo! demi apa!?,Lo berhasil jadian sama si Andy ganteng itu wahh,,!"ucap Fani dengan histeris
"Biasa aja kali Fan,kayak nggak tau gue aja Lo mah!"ucapnya,
"Iya sih,siapa yang bisa menolak pesona seorang Dewi secantik Lo Sya!,gue aja iri sama Lo,,"ucap Fani.
"Tapi,gue penasaran gimana kalian bisa jadian?,kan si Andy itu Lo tau sendiri udah jadian sama kakak Lo Reinan,"tanya Fani.
"Ya gue biasa cuman rayu-rayu dikit lah,eh gayung bersambut dong yaudah gue lanjutin sampe akhirnya Andy nembak gue dan jadian deh,,"jelas Fani.
"Ini yang bikin gue iri sama Lo!,udah punya body bagus,muka cantik giliran ngerayu langsung ada yang nyambut ,lha gue boro-boro ada yang kek gitu,"keluh Fani.
"Hahaha,,kacian,tenang aja si Andy kan punya banyak temen cogan tuh,entar gue cariin deh buat Lo siapa tau ada yang mau sama Lo!, hahaha"ejeknya dan melenggang pergi keluar dari WC .
"Ehh,,si anjirr!" Fani mengikuti Reisya yang sudah dulu pergi ke kelas,
Sedangkan itu Reinan dia diam mematung di dalam WC,
"Ternyata,Lo itu main-main sama si Andy,sekarang gue tau akal busuk lo!,baik kita liat kelanjutannya ,"cicit Reinan pelan.
Dia keluar dari WC dengan menggendong tasnya di belakang dan menenteng jaket Levis nya dengan sebelah tangan.Dia berjalan terus ke kelasnya.
"Jadi kamu murid baru itu,siapa nama mu,?"tanya salah seorang guru.
"Nama saya Reyhan Adi Wijaya,pak"jawabnya
"Ok,baiklah Reyhan sekarang kamu ikut bapak ke kelas baru kamu,"ucap guru itu
Reyhan mengikuti Pak.Tono dari belakang sambil melihat-lihat suasana sekolah barunya,hmmm,,lumayan enak nih sekolah,adem .. fikirnya.
Pak.Tono dan Reyhan berhenti di salah satu ruangan kelas yang terdengar gaduh,Pak.Tono membuka pintu kelas itu,
Clek,,
Kreekk,,
Syuuutttt,,,
Reyhan tercengang bingung,bagaimana bisa dia yang di sekolah dulunya berada di kelas paling sunyi itu mesti masuk ke kelas yang gaduh seperti ini!,apa lagi kejadian pelemparan penghapus blackbor tadi melayang dan tepat mendarat di sampingnya.Dilihatnya tidak ada kerapihan smaa sekali di kelas ini ,mulai dari kursi yang sudah tidak pada tempatnya,banyak sekali gulungan kertas yang berserakan di lantai,ada yang tidur sampai mengeluarkan air liur,ada yang bermain gitar,dengan temannya yang memegang botol sebagai pengganti mic,dan ditambah para siswi di kelas ini sama saja tukang gosip,yang membuat kelompok-kelompok kecil di ruangan itu,kecuali hanya orang-orang pintar saja yang bijak berjibaku dengan bukunya masing-masing, entah itu bisa di sebut bijak atau tidak karena realitanya kebanyakan dari mereka sedang menyontek,tapi perhatian Reyhan tertuju pada seorang gadis yang sedang memejamkan mata dengan earphone yang menempel di telinganya.
"Khmmm,,Antonnn!!,"teriak Pak.Tono
Anton sang pelempar itu terdiam,dan menunduk termasuk murid lainnya langsung terdiam ketika mendengar teriakan dari Pak.Tono sang guru galak itu.
"Huftt,,sekarang kalian kedatangan teman baru,tolong jaga sikap kalian!"tegas Pak.Tono
Semua murid kembali duduk di tempatnya masing-masing,terdengar kasak-kusuk diantara mereka."DIAMM!!"teriak Pak.Tono lagi,
"Baiklah,karena bapak sudah mengantarkan kamu ,sekarang kamu boleh duduk di tempat yang kamu mau,dan kalian semua!,,kalian bisa berkenalan secara masing-masing,,!"tegasnya lagi
"Keno!,pelajaran siapa sekarang?,"tanya Pak.Tono
"Sekarang kelasnya Bu.Sinta pak,"jawab soseorang yang di sebut Keno tadi.
"Kalian ini!,kenapa tidak di panggil,,cepat bapak tidak mau dengar kelas ini gaduh lagi!,apa kalian tidak cukup bapak kasih hukuman terus!!"bentaknya dan pergi keluar,
setelah Pak.Tono keluar terdengar helaan nafas lega dari mulut para penghuni kelas ini,
"huufffgttt,,,"
"Untung saja ,kita tidak di hukum lagi,"ucap salah seorang murid
"Yah,kalau tidak auto banjir keringat ini gue,"cicit yang lain
Reyhan yang masih berada di depan kelas,diam mematung menyaksikan mereka.Tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya pelan,
"Bro,sekarang Lo udah bisa duduk,serah mau dimana aja"ucapnya
Reyhan mengangguk dan mulai melangkah maju mencari kursi kosong,dan alhasil hanya kursi disebelah gadis itu yang kosong.Reyhan kembali diam,dia ragu untuk duduk disamping gadis itu.
"Bro,napa Lo ambeyen,fftt,,haha"ledek seorang lelaki di sampingnya,membuat gelak tawa kembali meledak di dalam kelas itu.
Sial!!,pekiknya dalam hati
"Duduk,,...!"
•
•
_im_